Spanduk Malvinas Usai Argentina Kalahkan Inggris Picu Polemik, FIFA Didesak Bertindak

- Editor

Minggu, 19 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spanduk Malvinas Usai Argentina Kalahkan Inggris Picu Polemik. (int)

i

Spanduk Malvinas Usai Argentina Kalahkan Inggris Picu Polemik. (int)

DIKSIKU.com, Jakarta – Aksi pemain Timnas Argentina yang membentangkan spanduk bertuliskan klaim atas Kepulauan Malvinas usai mengalahkan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 menuai reaksi dari pemerintah Inggris. FIFA didesak melakukan penyelidikan terkait dugaan pelanggaran aturan yang memisahkan politik dari sepak bola.

Spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” atau “Malvinas milik Argentina” terlihat dibentangkan oleh sejumlah pemain Argentina setelah kemenangan 2-1 atas Inggris dalam laga semifinal di Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026).

Pemerintah Inggris menilai aksi tersebut berkaitan dengan sengketa wilayah Kepulauan Falkland yang selama ini menjadi perdebatan antara Inggris dan Argentina.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer melalui kantornya di Downing Street mendukung permintaan Menteri Perdagangan Inggris Peter Kyle agar FIFA menyelidiki insiden tersebut.

“Piala Dunia memiliki prinsip utama bahwa politik harus dipisahkan dari sepak bola. Ini sekarang menjadi urusan FIFA, dan kami berharap FIFA melakukan penyelidikan secara menyeluruh,” ujar Kyle sebelumnya.

Baca Juga :  Prancis Diunggulkan di Piala Dunia 2026, Analis Nilai Skuad Les Bleus Paling Komplet

Juru bicara Starmer menegaskan posisi pemerintah Inggris terkait Kepulauan Falkland tidak berubah. Inggris tetap menyatakan wilayah tersebut berada di bawah hak menentukan nasib sendiri masyarakat setempat.

“Penentuan nasib sendiri berada di tangan penduduk pulau dan komitmen kami terhadap Falkland tidak akan pernah goyah,” kata juru bicara tersebut.

Meski demikian, pemerintah Inggris menyebut keputusan mengenai kemungkinan sanksi terhadap Argentina sepenuhnya menjadi kewenangan FIFA. Inggris juga menegaskan bahwa isu politik tidak seharusnya masuk ke dalam pertandingan sepak bola.

Sengketa Lama Argentina-Inggris

Polemik mengenai Malvinas/Falkland kembali mencuat karena sejarah panjang hubungan kedua negara. Argentina dan Inggris pernah terlibat perang pada 1982 setelah Argentina melakukan invasi ke kepulauan tersebut. Konflik itu menewaskan lebih dari 900 orang.

Pemerintah Kepulauan Falkland turut mengecam tindakan pemain Argentina tersebut. Mereka menilai spanduk yang dibentangkan setelah pertandingan tidak sensitif terhadap masyarakat Falkland yang masih memiliki trauma akibat konflik masa lalu.

Baca Juga :  Patrick Kluivert Resmi Menjadi Pelatih Baru Timnas Indonesia

Pemerintah Falkland meminta FIFA menegakkan aturan terkait larangan membawa pesan politik dalam ajang sepak bola internasional.

Argentina Dapat Dukungan AS

Di tengah tekanan dari Inggris, aksi Timnas Argentina juga mendapat pembelaan dari pihak Amerika Serikat. Kepala satuan tugas FIFA di Gedung Putih, Andrew Giuliani, mengatakan para pemain memiliki hak untuk menyampaikan pendapat selama berada di wilayah AS.

Giuliani mengacu pada perlindungan kebebasan berpendapat dalam Konstitusi Amerika Serikat.

“Kami menjunjung tinggi hak-hak Amandemen Pertama kami di sini, di Amerika Serikat,” ujarnya.

Ia menyebut Argentina memiliki kesempatan untuk menyampaikan pernyataan tersebut karena pertandingan berlangsung di wilayah AS.

Argentina sendiri melaju ke final Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi Spanyol pada Minggu (19/7/2026). Hingga kini, FIFA belum mengumumkan keputusan terkait permintaan penyelidikan atas insiden spanduk Malvinas tersebut.

Penulis : Redaksi

Editor : Idhul Abdullah

Sumber Berita : detik.com

Berita Terkait

Usai Piala Dunia 2026, Putri Leonor dan Gavi Kembali Ramai Diperbincangkan
Real Madrid Serius Pulangkan Mourinho, Negosiasi Dengan Benfica Segera Dibuka
Tragis! Italia Kembali Gagal ke Piala Dunia Usai Dipermalukan Bosnia
Ronaldo Mogok Main, Al Nassr Malah Tampil Lebih Tajam
Al Nassr Tumbang Dari Al Hilal, Ronaldo Usir Juru Kamera
Prancis Diunggulkan di Piala Dunia 2026, Analis Nilai Skuad Les Bleus Paling Komplet
Harapan ke Piala Dunia Pupus, Timnas Indonesia Takluk 0-1 dari Irak
Bone Run 2025, Perpaduan Semangat Jurnalis dan Pemerintah Untuk Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:48 WITA

Usai Piala Dunia 2026, Putri Leonor dan Gavi Kembali Ramai Diperbincangkan

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:17 WITA

Spanduk Malvinas Usai Argentina Kalahkan Inggris Picu Polemik, FIFA Didesak Bertindak

Rabu, 29 April 2026 - 09:14 WITA

Real Madrid Serius Pulangkan Mourinho, Negosiasi Dengan Benfica Segera Dibuka

Rabu, 1 April 2026 - 06:59 WITA

Tragis! Italia Kembali Gagal ke Piala Dunia Usai Dipermalukan Bosnia

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:39 WITA

Ronaldo Mogok Main, Al Nassr Malah Tampil Lebih Tajam

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:10 WITA

Al Nassr Tumbang Dari Al Hilal, Ronaldo Usir Juru Kamera

Sabtu, 6 Desember 2025 - 19:35 WITA

Prancis Diunggulkan di Piala Dunia 2026, Analis Nilai Skuad Les Bleus Paling Komplet

Minggu, 12 Oktober 2025 - 17:06 WITA

Harapan ke Piala Dunia Pupus, Timnas Indonesia Takluk 0-1 dari Irak

Berita Terbaru