Tiga Kasus Korupsi Menghantam Netanyahu, Presiden Herzog Tolak Beri Grasi

- Editor

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DIKSIKU.com Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi mengajukan permohonan grasi kepada Presiden Isaac Herzog pada Minggu (30/11/2025). Permintaan pengampunan yang dituangkan dalam dokumen setebal 111 halaman itu berkaitan dengan serangkaian dakwaan korupsi yang tengah dihadapinya. Namun, Herzog menilai langkah Netanyahu menimbulkan kegelisahan publik dan menolak memberikan grasi tanpa proses yang layak.

Permohonan tersebut muncul di tengah tiga perkara hukum yang membelit Netanyahu. Berdasarkan laporan New York Times, dakwaan meliputi tuduhan penyuapan, penipuan, serta pelanggaran kepercayaan dalam tiga kasus berbeda.

Kasus Hadiah dari Arnon Milchan dan James Packer

Dalam dakwaan pertama, Netanyahu dituduh menerima hadiah bernilai hampir 300.000 dolar AS berupa cerutu, sampanye, dan barang mewah lainnya dari produser Hollywood Arnon Milchan serta pengusaha Australia James Packer pada periode 2007–2016.

Sebagai gantinya, Netanyahu diduga menekan Kementerian Keuangan untuk memperpanjang fasilitas pengecualian pajak bagi warga Israel ekspatriat. Ia juga disebut melobi pemerintah Amerika Serikat untuk membantu memperpanjang visa Milchan.

Tindak pidana penyuapan dapat dijatuhi hukuman maksimal 10 tahun penjara, sementara penipuan dan pelanggaran kepercayaan memiliki ancaman hukuman hingga tiga tahun.

Kesepakatan dengan Arnon Mozes

Kasus kedua menyangkut dugaan kesepakatan timbal balik antara Netanyahu dan Arnon Mozes, penerbit surat kabar Yediot Aharonot. Pada 2014, Netanyahu disebut membahas kemungkinan pemberian liputan positif sebagai imbalan atas dukungan terhadap rancangan undang-undang yang dapat membatasi pengaruh Israel Hayom, media pesaing.

Baca Juga :  Kepanikan di White House Dinner, Secret Service Evakuasi Trump Setelah Suara Letusan

Mozes, yang turut diadili dalam kasus ini, membantah keterlibatan dalam tindakan ilegal.

Kasus Israel Bezeq–Walla

Perkara ketiga mengaitkan Netanyahu dengan perusahaan telekomunikasi besar Israel, Bezeq. Berdasarkan laporan Al Jazeera, Netanyahu diduga memberikan keringanan regulasi kepada Bezeq saat menjabat sebagai Menteri Komunikasi.

Sebagai balasannya, pemilik Bezeq sekaligus pengendali situs berita Walla, Shaul Elovitch, disebut mengarahkan pemberitaan positif untuk Netanyahu dan istrinya. Keuntungan regulasi tersebut mencakup persetujuan merger serta keuntungan finansial lainnya.

Netanyahu menghadapi dakwaan penyuapan serta pelanggaran kepercayaan dalam kasus ini.

Hingga kini, belum ada keputusan lanjutan dari Presiden Herzog terkait permohonan grasi tersebut, sementara proses hukum terhadap Netanyahu terus berjalan.

Penulis : Redaksi Diksiku

Editor : Idul Abdullah

Sumber Berita : kompas.com

Berita Terkait

Kepanikan di White House Dinner, Secret Service Evakuasi Trump Setelah Suara Letusan
Ada WNI Jadi Idol, Pemerintah Ingin Perbanyak Konser K-Pop di Tanah Air
Pemerintah Percaya Diri, Tolak Pinjaman IMF di Tengah Krisis Global
Rusia Panen Cuan di Tengah Perang Iran vs AS-Israel, Rp12 Triliun Sehari
Hacker Iran Lancarkan Serangan Digital, Email Pribadi Direktur FBI Diretas, Data Bocor ke Publik
Iran Kehilangan Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Akibat Serangan AS-Israel
Gabung Dewan Perdamaian, Israel Justru Bombardir Kamp Pengungsi Gaza
Ketegangan Memanas, Kapal Induk AS Bergerak Menuju Timur Tengah

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 10:47 WITA

Kepanikan di White House Dinner, Secret Service Evakuasi Trump Setelah Suara Letusan

Kamis, 23 April 2026 - 06:24 WITA

Ada WNI Jadi Idol, Pemerintah Ingin Perbanyak Konser K-Pop di Tanah Air

Rabu, 22 April 2026 - 13:40 WITA

Pemerintah Percaya Diri, Tolak Pinjaman IMF di Tengah Krisis Global

Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:17 WITA

Rusia Panen Cuan di Tengah Perang Iran vs AS-Israel, Rp12 Triliun Sehari

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:49 WITA

Hacker Iran Lancarkan Serangan Digital, Email Pribadi Direktur FBI Diretas, Data Bocor ke Publik

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:27 WITA

Iran Kehilangan Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Akibat Serangan AS-Israel

Minggu, 1 Februari 2026 - 15:58 WITA

Gabung Dewan Perdamaian, Israel Justru Bombardir Kamp Pengungsi Gaza

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:54 WITA

Ketegangan Memanas, Kapal Induk AS Bergerak Menuju Timur Tengah

Berita Terbaru