Waspada, Penderita Diabetes Rentan Terkena 6 Penyakit Komplikasi Ini

- Editor

Senin, 11 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi pengecekan gula darah. (int)

i

ilustrasi pengecekan gula darah. (int)

DIKSIKU.com, Jakarta – Diabetes mellitus atau diabetes merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah dalam tubuh. Diabetes tidak hanya bisa menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) tahun 2018, tercatat kenaikan prevalensi jumlah penderita diabetes, yaitu dari 6,9 persen menjadi 8,5 persen. Diabetes harus dikontrol sebaik mungkin. Jika tidak, ada beberapa komplikasi serius yang perlu diwaspai.

Secara garis besar, terdapat dua klasifikasi diabetes, yaitu diabetes melitus tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2. Pada diabetes tipe 1, sistem pertahanan tubuh menyerang dan menghancurkan sel beta di pankreas, sehingga produksi insulin pun berkurang. Biasanya, diabetes tipe 1 banyak terjadi pada usia anak-anak.

Bedanya dengan diabetes tipe 2, yang terjadi adalah sel beta pankreas tidak cukup memproduksi insulin. Dengan kata lain, sel tubuh tidak merespons terhadap insulin yang diproduksi.

Tanda dan gejala khas dari penyakit diabetes adalah: selalu haus (polidipsi), selalu lapar (poliphagi), dan sering buang air kecil (poliuri). Selain itu, gejala lain seperti berat badan turun, mudah lelah, hingga luka yang tidak kunjung sembuh juga dapat menyertai. Diabetes tidak bisa diobati, tapi bisa dikendalikan. Supaya lebih waspada, cek risiko dan skrining gejala diabetes dengan health tools cegah diabetes, ya.

Komplikasi Diabetes yang Harus Diwaspadai

Apabila penderita diabetes tidak mengontrol kadar gula darah dalam tubuh, komplikasi bisa terjadi. Berikut ini adalah komplikasi diabetes yang harus diwaspadai para penderitanya.

1. Stroke

Penyakit diabetes adalah faktor risiko terjadinya stroke. Penderita diabetes memiliki risiko 2-3 kali lipat untuk terserang stroke apabila tidak mengontrol kadar gula darah dalam tubuh.

Baca Juga :  Waspadai Jantung Koroner Sejak Sini, Begini Cara Deteksi

Pada penderita diabetes itu sendiri, pembuluh darah dalam tubuh lebih rentan mengalami proses aterosklerosis. Aterosklerosis adalah suatu proses penyempitan dan pengerasan atau kekakuan pembuluh darah akibat kadar gula yang tak terkontrol. Akibatnya, akan mudah terjadi sumbatan, terlebih jika penderita diabetes juga memiliki masalah kolesterol.

2. Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Komplikasi lain yang juga cukup sering ditemui pada para penderita diabetes adalah masalah jantung dan pembuluh darah. Sama halnya seperti stroke, masalah penyakit jantung dan pembuluh darah juga didasari proses aterosklerosis.

Adanya penyempitan pembuluh darah dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah pada penderita diabetes, dan kondisi ini dapat berujung pada terjadinya stroke. Selain itu, penyempitan pembuluh darah yang terjadi juga dapat mengurangi suplai oksigen dan nutrisi ke seluruh organ tubuh.

3. Neuropati Perifer dan Ulkus Diabetikum

Kerusakan saraf (istilah medisnya adalah neuropati perifer) juga menjadi komplikasi yang banyak terjadi di antara pasien diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol akan merusak ujung-ujung saraf tubuh. Oleh sebab itu, keluhan yang dirasakan antara lain: mudah kesemutan, ujung tangan dan kaki yang terasa baal dan tebal, hingga mati rasa.

Akibat kerusakan saraf yang terjadi pada penderita diabetes ini, penderita tak akan lagi dapat merasakan sensasi nyeri jika terjadi luka di jari tangan maupun kaki.

Selain masalah saraf, aliran pembuluh darah yang tak lancar menyebabkan proses penyembuhan luka menjadi lebih lama. Kondisi luka yang tidak kunjung sembuh dapat menjadi lebih parah dan memicu infeksi yang lebih berat.

Baca Juga :  Cara Efektif Atasi Hidung Tersumbat

4. Retinopati Diabetik

Komplikasi berikutnya dari penyakit diabetes adalah retinopati diabetik. Kondisi ini berlangsung secara perlahan-lahan apabila kadar gula darah tidak dikendalikan.

Sesuai dengan namanya, retinopati diabetik menyerang retina mata. Retina adalah lapisan saraf yang melapisi belakang mata. Fungsinya adalah merekam gambar dan mengirimkannya ke otak.

Jika pembuluh darah sekitar retina rusak akibat kadar gula darah yang tinggi, maka akan terjadi penurunan ketajaman penglihatan dan mengganggu pusat penglihatan mata. Keluhan yang muncul biasanya berupa terlihatnya benda melayang-layang (floaters).

5. Penyakit Periodontal (Penyakit Gusi)

Orang dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit gusi, seperti gingivitis dan periodontitis. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan gigi dan kehilangan gigi jika tidak diobati dengan baik. Perawatan gigi yang baik dan pemeriksaan rutin sangat penting bagi penderita diabetes.

6. Gastroparesis (Kelambatan Pencernaan)

Gastroparesis adalah kelambatan dalam pengosongan lambung yang dapat terjadi pada orang dengan diabetes. Ini dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, perut kembung, dan gangguan pencernaan. Pengelolaan diet dan obat-obatan mungkin diperlukan untuk mengatasi gastroparesis.

Bagi para penderita diabetes, tingkatkan kewaspadaan dalam mengendalikan kadar gula darah. Ini penting untuk mencegah terjadinya komplikasi yang bisa berbahaya. Meski diabetes tak bisa sembuh secara total, tetapi penyakit ini bisa dikontrol dengan terapi obat dan modifikasi gaya hidup yang lebih sehat.

Loading

Penulis : Redaksi

Editor : Idhul Abdullah

Sumber Berita : Klik Dokter

Berita Terkait

Heboh! Istri Digoyang Pria Lain, Keluarga Suami Datang Menggerebek Dini Hari
Viral di Bone, Kampanye Tolak Keikutsertaan “Boti” dalam Gerak Jalan 17 Agustus Tuai Pro-Kontra
Kisah Zian Fahrezi, Qari Cilik Juara Dunia yang Ditempa Sejak Usia Dini
Bea Cukai Perketat Pengawasan Rokok Ilegal Lewat Operasi ASAP 2026
Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terkait Kasus ASABRI dan Dugaan TPPU
Kejagung Tancap Gas, Tim 9 Dibentuk Usut Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
DPRD Bone Minta PT Jemla Ferry Pertimbangkan Dampak Sebelum Alihkan KMP Masagena
“Ke Mana Wakil Rakyat Kita?” WIB Soroti Kinerja DPRD Bone

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:21 WITA

Viral di Bone, Kampanye Tolak Keikutsertaan “Boti” dalam Gerak Jalan 17 Agustus Tuai Pro-Kontra

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:57 WITA

Kisah Zian Fahrezi, Qari Cilik Juara Dunia yang Ditempa Sejak Usia Dini

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:27 WITA

Bea Cukai Perketat Pengawasan Rokok Ilegal Lewat Operasi ASAP 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:42 WITA

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terkait Kasus ASABRI dan Dugaan TPPU

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:15 WITA

Kejagung Tancap Gas, Tim 9 Dibentuk Usut Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:25 WITA

DPRD Bone Minta PT Jemla Ferry Pertimbangkan Dampak Sebelum Alihkan KMP Masagena

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:37 WITA

“Ke Mana Wakil Rakyat Kita?” WIB Soroti Kinerja DPRD Bone

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:23 WITA

PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Outsourcing, Ribuan Pegawai Terancam Kehilangan Status ASN

Berita Terbaru