DIKSIKU.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terus memperluas pelaksanaan program dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan) di Indonesia.
Hingga Mei 2026, sebanyak 70 titik dapur MBG telah beroperasi maupun masih dalam tahap pengembangan di berbagai daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Brigjen Pol Mashudi, mengatakan program tersebut bermula dari Lapas Sukamiskin sebelum kemudian diperluas ke sejumlah lapas dan rutan lainnya.
“Awal MBG itu ada di Sukamiskin yang pertama. Terus menyusul ada tujuh titik. Nah terakhir kemarin kita dapat 28 titik lagi. Mudah-mudahan bulan Mei ini bisa di-launching,” kata Mashudi kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).
Menurut Mashudi, pelaksanaan program memanfaatkan lahan tidak terpakai di area lapas. Proses pembangunan dapur tetap mengikuti aturan yang berlaku, termasuk kewajiban pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas penggunaan lahan tersebut.
Ia menyebut luas lahan yang digunakan untuk setiap dapur MBG berkisar antara 350 hingga 400 meter persegi.
Selain menyediakan layanan makan bergizi, program ini juga diarahkan sebagai bagian dari pembinaan warga binaan. Narapidana yang memiliki kemampuan memasak dilibatkan dalam kegiatan operasional dapur setelah melalui tahapan asesmen.
“Harapan kita ke depan bahwa warga binaan itu banyak yang punya keahlian memasak. Jadi hasil asesmen itu kita berdayakan,” ujarnya.
Dalam satu titik dapur MBG, terdapat sekitar 46 hingga 48 orang yang terlibat. Sebanyak 20 orang di antaranya merupakan warga binaan yang bekerja sesuai standar operasional di lapas.
Mashudi mengatakan warga binaan yang bekerja mendapatkan upah yang langsung dikirim ke rekening masing-masing.
“Kalau 20 orang per titik, itu sudah luar biasa. Itu salah satu cara mempekerjakan warga binaan. Mereka juga dapat gaji langsung ke rekening masing-masing,” tuturnya.
Ia menambahkan, keterlibatan warga binaan ditentukan berdasarkan hasil penilaian bidang pembinaan di masing-masing lapas. Aspek yang dinilai meliputi minat, keterampilan, serta perilaku selama menjalani masa pidana.
“Ada asesmen. Mana yang suka memasak, kerajinan dan lainnya. Yang dilibatkan tentu yang berkelakuan baik,” ujarnya.
Mashudi juga memastikan program MBG turut melibatkan warga binaan perempuan. Menurut dia, seluruh lapas perempuan yang memiliki fasilitas pendukung akan didorong untuk berpartisipasi dalam program tersebut.
![]()
Penulis : Redaksi Diksiku
Editor : Frida Rijal
Sumber Berita : Akurat.co





















