DIKSIKU.com, Bone – Sebuah kampanye di media sosial yang menyerukan agar peserta yang disebut sebagai “Boti atau pria gay yang memosisikan diri sebagai perempuan” tidak dilibatkan dalam barisan gerak jalan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Bone menjadi perhatian warganet.
Seruan tersebut diunggah oleh halaman Facebook Info Kejadian Bone yang memiliki sekitar 41 ribu pengikut. Dalam unggahannya, halaman tersebut mengajak masyarakat untuk tidak menormalisasi keikutsertaan kelompok yang dimaksud dalam kegiatan gerak jalan dengan alasan hiburan.
Unggahan yang dipublikasikan pada Senin (3/8/2026) itu mendapat respons cukup besar dari pengguna Facebook. Hingga Kamis (6/8/2026), postingan tersebut telah memperoleh ratusan tanda suka, puluhan komentar, serta telah dibagikan puluhan kali.
Kolom komentar memperlihatkan beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah pengguna menyatakan dukungan terhadap ajakan yang disampaikan dalam unggahan tersebut.
“Stop jangan dikasih panggung,” tulis akun bernama Ary Sigit.
Komentar senada juga disampaikan akun Gayatri yang menilai fenomena tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai sesuatu yang biasa.
Di sisi lain, tidak semua pengguna media sosial sepakat dengan isi kampanye tersebut. Beberapa warganet mempertanyakan alasan pelarangan keikutsertaan seseorang dalam kegiatan gerak jalan.
“Kenapa dilarang, memang kalau ikut gerak jalan mereka bermaksiat di jalanan?” tulis akun Fatimah Zah dalam kolom komentar.
Perbedaan pandangan tersebut memunculkan diskusi di media sosial mengenai batas antara kebebasan berekspresi, penyelenggaraan kegiatan masyarakat, serta pentingnya menjaga ketertiban dan saling menghormati di ruang publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari panitia pelaksana gerak jalan maupun Pemerintah Kabupaten Bone mengenai isu yang berkembang di media sosial tersebut.
Penulis : Idhul Abdullah
Editor : Idhul Abdullah



















