Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 53 Orang, 135 Warga Masih Dirawat

- Editor

Minggu, 16 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas saat melakukan evakuasi dampak gempa NTT. (ANTARA FOTO/Gregorio J Gilber)

i

Petugas saat melakukan evakuasi dampak gempa NTT. (ANTARA FOTO/Gregorio J Gilber)

DIKSIKU.com, Kupang — Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) terus bertambah. Hingga Minggu (16/8/2026) sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 53 orang meninggal dunia.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan, angka tersebut merupakan data sementara yang masih terus diperbarui seiring proses pendataan di lapangan.

“Korban jiwa meninggal dunia per sore ini total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu.

Selain korban meninggal, sebanyak 135 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan masih mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Baca Juga :  Dari Amal Hingga Selingkuhan, Ini Cara Koruptor Menyembunyikan Uang Haram

Gempa tersebut juga menyebabkan kerusakan pada puluhan hingga ratusan bangunan warga. BNPB mencatat 154 rumah mengalami rusak berat, 49 rumah rusak sedang, dan 38 rumah lainnya rusak ringan.

Abdul Muhari menegaskan, jumlah korban maupun kerusakan masih berpotensi berubah karena proses verifikasi dan validasi data masih berlangsung.

“Tentu saja data berkembang dinamis, dan akan melakukan percepatan dalam validasi data,” katanya.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026). Pusat gempa disebut berada di wilayah Kabupaten Nagekeo.

Besarnya dampak bencana membuat Pemerintah Provinsi NTT menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari. Status tersebut berlaku mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.

Baca Juga :  Hacker Iran Lancarkan Serangan Digital, Email Pribadi Direktur FBI Diretas, Data Bocor ke Publik

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan penetapan status tanggap darurat diperlukan agar proses penanganan pascabencana dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

“Penetapan status tanggap darurat dilakukan untuk mempercepat penanganan dampak bencana, sekaligus mempermudah akses, koordinasi, dan komunikasi antarpihak dalam mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia,” kata Melki dalam keterangannya di Kupang, Minggu.

Pemerintah bersama BNPB dan unsur terkait kini masih melakukan penanganan terhadap korban serta pendataan dampak gempa di sejumlah wilayah terdampak.

Penulis : Redaksi

Editor : Idhul Abdullah

Sumber Berita : CNN

Berita Terkait

Tsunami Terdeteksi di Baubau dan Bulukumba Usai Gempa M 7 di NTT
Dari Amal Hingga Selingkuhan, Ini Cara Koruptor Menyembunyikan Uang Haram
Hacker Iran Lancarkan Serangan Digital, Email Pribadi Direktur FBI Diretas, Data Bocor ke Publik
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga di Kendal Ludes Terbakar Saat Ditinggal Pemilik

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:53 WITA

Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 53 Orang, 135 Warga Masih Dirawat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:29 WITA

Tsunami Terdeteksi di Baubau dan Bulukumba Usai Gempa M 7 di NTT

Senin, 20 April 2026 - 09:30 WITA

Dari Amal Hingga Selingkuhan, Ini Cara Koruptor Menyembunyikan Uang Haram

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:49 WITA

Hacker Iran Lancarkan Serangan Digital, Email Pribadi Direktur FBI Diretas, Data Bocor ke Publik

Minggu, 8 Februari 2026 - 22:42 WITA

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga di Kendal Ludes Terbakar Saat Ditinggal Pemilik

Berita Terbaru