Kampanye Akbar Pilpres, Surya Paloh Diduga Sindir Jokowi Soal Kebebasan Berdemokrasi

- Editor

Minggu, 28 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surya Paloh mendampingi Anies Baswedan saat kampanye Akbar di Bandung, Minggu (28/1). (int)

i

Surya Paloh mendampingi Anies Baswedan saat kampanye Akbar di Bandung, Minggu (28/1). (int)

DIKSIKU.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh miris dengan sistem demokrasi saat ini, yang dinilai dipermainkan demi kepentingan pribadi dan keluarga.

Ia menegaskan, demokrasi tidak boleh dirusak oleh siapapun juga. Demokrasi mengatur hak-hak pribadi, hak-hak keluarga, dan tentu hak-hak publik.

“Kita tidak boleh mencampuradukkan antara hak pribadi, keluarga, dengan hak-hak publik,” kata Surya Paloh saat orasi dalam kampanye akbar di Lapangan Tegalega, Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/1).

Baca Juga :  Andi Asman - Andi Akmal Resmi Daftar di KPU Bone, Didukung Koalisi 9 Partai Politik

Surya Paloh mengemukakan, penyelenggara negara harus menaruh hormat yang setinggi-tingginya kepada para pemimpin-pemimpin besar bangsa ini.

Para pendiri bangsa, kata Surya Paloh, memilih konsepsi, gagasan, pemikiran bahwa Indonesia adalah negara republik hingga saat ini.

Eks anggota MPR RI ini menyebutkan bahwa demokrasi adalah sebuah kebebasan sekaligus hak dan kewajiban yang harus jalankan.

Baca Juga :  Timnas AMIN Tanggapi Tudingan Gibrang Sebut Cak Imin Tidak Konsisten Soal IKN

Untuk itu, melalui partainya, Surya Paloh mengaku memberikan komitmennya tetap bersiteguh untuk membawa gerakan perubahan.

“Amat berkepentingan dengan seluruh kemampuan dan kekuatan dirinya mempertahankan tumbuh, sehat, dan berkembangnya demokrasi di negeri ini,” ujar Surya Paloh.

Loading

Penulis : Idhul Abdullah

Editor : Idhul Abdullah

Sumber Berita : JPNN.com

Berita Terkait

Surya Paloh Ungkap Alasan NasDem Dorong Ambang Batas Parlemen 7 Persen
Ilham Arief Sirajuddin Mulai Panaskan Mesin Partai, Roadshow Silaturahmi dan Konsolidasi di Sinjai
Hadiri Rakerda DPD PAN Sinjai, Andi Yuliani Paris Mulai Panaskan Mesin Partai Lantik Relawan Perkuat Struktur dan Jaringan
Viral Dijual, Pulau Umang Ternyata Tak Kantongi Izin Resmi
Setelah Motor MBG Diperdebatkan, Kini Ribuan Truk Rp 10,8 Triliun Disorot Publik
PKN Tunjuk Rudi Juniawan Hamka sebagai Plt Ketua di Kaltim, Fokus Konsolidasi dan Persiapan Musda
Popularitas Jokowi Meredup, Wacana Prabowo Dua Priode Tanpa Gibran Menguat
PSI Panaskan Mesin 2029, Nama Jokowi Jadi Pemantik Semangat

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 23:41 WITA

Surya Paloh Ungkap Alasan NasDem Dorong Ambang Batas Parlemen 7 Persen

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:27 WITA

Ilham Arief Sirajuddin Mulai Panaskan Mesin Partai, Roadshow Silaturahmi dan Konsolidasi di Sinjai

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:31 WITA

Hadiri Rakerda DPD PAN Sinjai, Andi Yuliani Paris Mulai Panaskan Mesin Partai Lantik Relawan Perkuat Struktur dan Jaringan

Jumat, 17 April 2026 - 18:30 WITA

Viral Dijual, Pulau Umang Ternyata Tak Kantongi Izin Resmi

Jumat, 10 April 2026 - 14:06 WITA

Setelah Motor MBG Diperdebatkan, Kini Ribuan Truk Rp 10,8 Triliun Disorot Publik

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:00 WITA

PKN Tunjuk Rudi Juniawan Hamka sebagai Plt Ketua di Kaltim, Fokus Konsolidasi dan Persiapan Musda

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:54 WITA

Popularitas Jokowi Meredup, Wacana Prabowo Dua Priode Tanpa Gibran Menguat

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:42 WITA

PSI Panaskan Mesin 2029, Nama Jokowi Jadi Pemantik Semangat

Berita Terbaru

Eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (ist)

Nasional

Purbaya Bongkar Alasan Pencopotannya dari Menkeu

Kamis, 24 Sep 2026 - 12:56 WITA