DIKSIKU.com, Bone – Di tengah dinamika sosial yang terus berubah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, nama Riswan Rusandy muncul sebagai salah satu figur muda yang konsisten bergerak di akar rumput. Ia bukan hanya hadir sebagai pengamat atau pengkritik, tetapi memilih jalan yang lebih sunyi yakni mengorganisasi, menggerakkan, dan menyatukan masyarakat melalui kerja sosial yang nyata.
Bagi Riswan Rusandy, perubahan tidak cukup dibicarakan di ruang diskusi. Perubahan, menurutnya, harus dihadirkan langsung di tengah masyarakat.
“Kalau pemuda hanya sibuk berbicara tanpa bergerak, maka perubahan itu tidak akan pernah sampai ke rakyat,” ujar Riswan Rusandy kepada diksiku.com, Sabtu (7/2/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prinsip itulah yang mendorongnya terus aktif mengonsolidasikan kekuatan pemuda di berbagai wilayah Kabupaten Bone, meski tantangan sosial kian kompleks, mulai dari degradasi nilai moral hingga lunturnya identitas budaya lokal.
Langkah Riswan Rusandy semakin terlihat ketika ia dipercaya memimpin empat organisasi berbasis massa yang memiliki jangkauan luas dan karakter gerakan berbeda. Melalui Asosiasi Moral Society FAMS Indonesia, ia fokus mendorong penguatan nilai moral dan etika sosial sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
“Kita tidak bisa bicara kemajuan kalau moral masyarakatnya rapuh. Moral itu pondasi, bukan pelengkap,” tegasnya.
Sementara itu, Garuda Milenial Bone ia jadikan sebagai ruang konsolidasi pemuda lintas latar belakang, tempat anak-anak muda belajar kepemimpinan, solidaritas, dan keberanian mengambil peran sosial.
“Pemuda Bone punya potensi besar. Yang dibutuhkan hanya wadah dan kepercayaan,” kata Riswan Rusandy.
Di sisi lain, melalui Aliansi Pemuda Bersatu (A1), Riswan Rusandy kerap terlibat dalam advokasi sosial dan isu-isu kemasyarakatan. Organisasi ini hadir sebagai jembatan antara aspirasi warga dan pengambil kebijakan.
“Kami ingin pemuda hadir sebagai solusi, bukan sekadar penonton atas persoalan masyarakat,” ujarnya.
Tak kalah penting, Riswan Rusandy juga memimpin Menyusuri Jejak Budaya (MJB), sebuah gerakan yang berfokus pada pelestarian sejarah dan identitas budaya Bone. Ia menilai, modernisasi tidak boleh memutus ingatan kolektif masyarakat terhadap akar budayanya.
“Kalau kita kehilangan sejarah dan budaya, kita kehilangan jati diri. Itu yang sedang kami jaga,” ucapnya.
Keempat organisasi tersebut bergerak di bidang yang berbeda, namun saling terhubung dalam satu visi besar yakni membangun masyarakat Bone yang berdaya, berkarakter, dan berakar kuat pada nilai moral serta budaya lokal.
Di mata banyak kalangan, Riswan Rusandy bukan sekadar ketua organisasi. Ia dipandang sebagai simbol semangat baru pemuda Bone, sosok yang memilih bekerja dalam diam, menyatukan perbedaan, dan menjadikan aksi nyata sebagai bahasa utama perjuangan sosial.
Di tengah arus perubahan yang kian cepat, kehadiran Riswan Rusandy menjadi penanda bahwa gerakan sosial berbasis pemuda masih memiliki ruang besar untuk tumbuh dan memberi dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Bone.
Penulis : Idhul Abdullah
Editor : Idhul Abdullah



















