ELIT Indonesia Bongkar Dugaan Fee Proyek 30 Persen di APBD Soppeng

- Editor

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DIKSIKU.com, Soppeng – Sejumlah massa yang tergabung dalam organisasi masyarakat Elang Timur (ELIT) Indonesia menggelar aksi damai di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan pada Senin (2/2/2026) lalu. Aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan laporan dugaan penyimpangan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Soppeng tahun anggaran 2024–2025.

Dalam orasinya, perwakilan ELIT Indonesia menyoroti dugaan praktik permintaan imbalan proyek oleh oknum pejabat daerah. Mereka menyebut besaran yang diminta diduga mencapai sekitar 30 persen dari nilai proyek, sehingga dinilai berpotensi merugikan keuangan daerah dan menghambat pelaksanaan pembangunan.

Massa menyampaikan aspirasi secara terbuka di depan Polda Sulsel dengan pengamanan dari aparat kepolisian. Aksi berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas pelayanan publik.

Polda Sulsel melalui penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menerima perwakilan ELIT Indonesia untuk melakukan audiensi. Pertemuan tertutup tersebut berlangsung sekitar dua jam dan membahas laporan serta dokumen yang diserahkan oleh organisasi tersebut.

Dalam audiensi itu, ELIT Indonesia menyerahkan sebanyak 53 bundel dokumen yang berasal dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Soppeng. Dokumen tersebut meliputi kontrak proyek, dokumen administrasi, bukti pembayaran, serta laporan pemeriksaan yang diduga memuat indikasi penyimpangan anggaran.

Baca Juga :  1.700 Dapur MBG Disetop, DPR Soroti Dugaan Permainan di Balik SPPG

Panglima ELIT Indonesia, Lulung Axo, menyatakan bahwa dokumen tersebut dikumpulkan melalui penelusuran internal dan diserahkan sebagai bahan awal bagi aparat penegak hukum untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut.

Ia berharap laporan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. ELIT Indonesia juga meminta agar proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan objektif.

Aksi damai tersebut ditutup dengan pernyataan komitmen ELIT Indonesia untuk terus memantau perkembangan penanganan laporan dugaan korupsi tersebut hingga ada kejelasan hukum dari pihak berwenang. (Ril/Arul)

Penulis : Redaksi Diksiku

Editor : Idul Abdullah

Berita Terkait

“Ke Mana Wakil Rakyat Kita?” WIB Soroti Kinerja DPRD Bone
PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Outsourcing, Ribuan Pegawai Terancam Kehilangan Status ASN
WIB Soroti Tertutupnya Pengelolaan CSR di Bone, Ajukan RDPU ke DPRD
Mencari Data CSR di Bone, Berujung Lempar Kewenangan Antarinstansi
Komdigi Murka! Video Amien Rais Soal Prabowo dan Teddy Penuh Ujaran Kebencian
Kasus Penganiayaan Balita Gegerkan Aceh, Daycare Baby Preneur Beri Klarifikasi Resmi
Polemik Gerbong Wanita di Tengah KRL, Menteri PPPA Akui Kurang Tepat
Meski Ditutup Sementara, Ribuan Dapur MBG Tetap Terima Insenfif Rp 6 Juta per Hari

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:37 WITA

“Ke Mana Wakil Rakyat Kita?” WIB Soroti Kinerja DPRD Bone

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:23 WITA

PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Outsourcing, Ribuan Pegawai Terancam Kehilangan Status ASN

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:35 WITA

WIB Soroti Tertutupnya Pengelolaan CSR di Bone, Ajukan RDPU ke DPRD

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:29 WITA

Mencari Data CSR di Bone, Berujung Lempar Kewenangan Antarinstansi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:43 WITA

Komdigi Murka! Video Amien Rais Soal Prabowo dan Teddy Penuh Ujaran Kebencian

Kamis, 30 April 2026 - 20:53 WITA

Kasus Penganiayaan Balita Gegerkan Aceh, Daycare Baby Preneur Beri Klarifikasi Resmi

Kamis, 30 April 2026 - 19:07 WITA

Polemik Gerbong Wanita di Tengah KRL, Menteri PPPA Akui Kurang Tepat

Kamis, 30 April 2026 - 07:14 WITA

Meski Ditutup Sementara, Ribuan Dapur MBG Tetap Terima Insenfif Rp 6 Juta per Hari

Berita Terbaru