FGD AMMDI Warning: Demokrasi Indonesia Masuk Zona Rawan Militeristik

- Editor

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FGD AMMDI Warning: Demokrasi Indonesia Masuk Zona Rawan Militeristik. (foto;ist)

i

FGD AMMDI Warning: Demokrasi Indonesia Masuk Zona Rawan Militeristik. (foto;ist)

DIKSIKU.com, Jakarta — Pengurus Pusat Angkatan Muda Majelis Dakwah Islamiyah (AMMDI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Demokrasi Rawan Militeristik: Rawat Nyala Supremasi Sipil” di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Selasa (18/11).

Forum ini menyoroti meningkatnya kekhawatiran publik terhadap menguatnya pola kepemimpinan yang dinilai memiliki kecenderungan militeristik dalam dinamika politik nasional.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber menilai bahwa sejumlah tanda pelemahan peran sipil perlu menjadi perhatian serius. Akademisi dan pengamat militer, Sidratahta Muhtar, menyebut bahwa struktur kekuasaan saat ini memberi ruang cukup besar bagi aparat bersenjata memasuki sektor-sektor yang selama ini menjadi domain sipil.

Menurut Sidratahta, perubahan pola komando dalam ruang politik dapat membatasi ruang gerak masyarakat sipil. “Demokrasi membutuhkan pemulihan ketika mekanisme sipil mulai terdesak,” katanya.

Baca Juga :  DPRD Kutim Ingatkan Kades Tidak Terlena dengan Masa Jabatan Diperpanjang

Wakil Ketua LPSK 2019–2024, Edwin Partogi Pasaribu, menegaskan kembali posisi konstitusi yang menempatkan sipil sebagai pengendali negara. Ia melihat dinamika politik belakangan menuntut penguatan lembaga hukum agar mampu menahan manuver kekuasaan yang berpotensi menggeser prinsip tersebut.

“Konstitusi adalah alat kontrol. Jika tidak dimanfaatkan, keseimbangan kekuasaan menjadi rapuh,” ujarnya.

Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Pengurus Pusat Angkatan Muda Majelis Dakwah Islamiyah (AMMDI), di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Selasa (18/11). (ist)

Aktivis demokrasi Ray Rangkuti menyoroti semakin sempitnya ruang kritik, menyebut beberapa ekspresi publik justru diperlakukan seperti ancaman. Ia mengingatkan bahwa ketidakjelasan batas peran antara sipil dan aparat keamanan dapat menciptakan ketegangan dalam praktik demokrasi.

Baca Juga :  Real Count KPU Sudah 53 Persen, Ini 9 Caleg Dapil Sulsel II Berpeluang Masuk ke DPR-RI

Di sisi lain, Ketua Umum AMMDI Safrin Hi. Yusuf menyampaikan bahwa generasi muda harus mengambil peran lebih besar dalam menjaga supremasi sipil. Ia menegaskan bahwa kualitas demokrasi tidak boleh ditentukan hanya oleh momentum lima tahunan pemilu.

AMMDI, kata Safrin, akan menyusun rekomendasi resmi dari hasil diskusi dan menyerahkannya kepada sejumlah lembaga negara dan organisasi masyarakat sipil.

FGD ini menutup rangkaian diskusi dengan kesimpulan bahwa demokrasi Indonesia berada pada fase penting yang membutuhkan perhatian seluruh elemen bangsa. Para peserta sepakat bahwa konsolidasi sipil, pendidikan politik, dan pengawasan terhadap praktik kekuasaan harus diperkuat untuk memastikan arah demokrasi tetap berada pada koridor konstitusional. (*/ril)

Loading

Penulis : Redaksi Diksiku

Editor : Idul Abdullah

Berita Terkait

Mencalonkan Diri Ketua DPD REI Sulsel, Dukungan Terhadap CEO PT Bumi Pundi Karsa Terus Bertambah
Dana Rp143 Miliar Dipertanyakan, DPRD Tagih Kejelasan Kerja Sama Bontang dengan Kampus Korea Selatan
Dapur MBG Berhenti Beroperasi, BGN Sebut Hanya Masalah Teknis
Sederet Pembangunan Nyata Gubernur Sulsel Warnai 27 Tahun Luwu Utara
Perombakan Kemenkeu: Dua Dirjen Dicopot, Plh Langsung Ditunjuk
Kebijakan Baru Kemendagri: Mobil Listrik Kini Dikenai PKB dan SWDKLLJ
Setelah Motor MBG Diperdebatkan, Kini Ribuan Truk Rp 10,8 Triliun Disorot Publik
Diplomasi Indonesia Diuji, Kapal Pertamina Tak Kunjung Keluar dari Selat Hormuz

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:47 WITA

Mencalonkan Diri Ketua DPD REI Sulsel, Dukungan Terhadap CEO PT Bumi Pundi Karsa Terus Bertambah

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:07 WITA

Dana Rp143 Miliar Dipertanyakan, DPRD Tagih Kejelasan Kerja Sama Bontang dengan Kampus Korea Selatan

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:26 WITA

Dapur MBG Berhenti Beroperasi, BGN Sebut Hanya Masalah Teknis

Rabu, 29 April 2026 - 10:56 WITA

Sederet Pembangunan Nyata Gubernur Sulsel Warnai 27 Tahun Luwu Utara

Rabu, 22 April 2026 - 20:00 WITA

Perombakan Kemenkeu: Dua Dirjen Dicopot, Plh Langsung Ditunjuk

Selasa, 21 April 2026 - 12:27 WITA

Kebijakan Baru Kemendagri: Mobil Listrik Kini Dikenai PKB dan SWDKLLJ

Jumat, 10 April 2026 - 14:06 WITA

Setelah Motor MBG Diperdebatkan, Kini Ribuan Truk Rp 10,8 Triliun Disorot Publik

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:59 WITA

Diplomasi Indonesia Diuji, Kapal Pertamina Tak Kunjung Keluar dari Selat Hormuz

Berita Terbaru