DIKSIKU.com, Bontang – Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), anggota DPRD Bontang, Muhammad Irfan, menegaskan pentingnya pemerataan layanan pendidikan demi menciptakan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Irfan, pendidikan berkualitas tidak boleh hanya dinikmati oleh sekolah tertentu saja. Seluruh anak di Kota Bontang, baik yang menempuh pendidikan di sekolah negeri maupun swasta, harus mendapatkan hak yang sama dalam memperoleh pembelajaran yang layak dan berkualitas.
“Hardiknas tahun ini harus menjadi momentum untuk memperkuat pemerataan pendidikan. Karena masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan anak-anak hari ini,” ujar Irfan saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Politikus PAN tersebut menilai peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berbicara soal fasilitas sekolah, tetapi juga menyangkut kesejahteraan tenaga pendidik.
Ia menekankan pemerintah perlu memberi perhatian serius terhadap kesejahteraan guru, khususnya guru swasta yang selama ini dinilai masih menghadapi berbagai keterbatasan.
“Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. Karena itu, kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian pemerintah,” katanya.
Irfan menyebut, selama ini masih terdapat kesenjangan antara kesejahteraan guru negeri dan swasta. Padahal, peran mereka sama pentingnya dalam mencerdaskan anak bangsa.
DPRD Bontang, kata dia, mendorong adanya kesetaraan dukungan bagi guru swasta, termasuk dalam peningkatan kompetensi dan sertifikasi.
“Harus ada kesetaraan, termasuk peningkatan SDM guru, karena mereka yang di swasta juga harus mengikuti sertifikasi. Tiap jenjang pendidikan tentu memiliki kurikulum yang berbeda,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kondisi sejumlah sekolah swasta yang masih memiliki keterbatasan anggaran operasional. Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kualitas pembelajaran yang diterima siswa.
Karena itu, pemerintah diminta hadir memberikan dukungan agar sekolah swasta tetap mampu menghadirkan kualitas pendidikan yang setara dengan sekolah negeri.
“Apalagi ada sekolah swasta yang minim anggaran. Kita ingin anak-anak yang sekolah di swasta juga mendapatkan kualitas pembelajaran yang sama baiknya dengan sekolah negeri,” tuturnya.
Meski demikian, Irfan mengakui terdapat beberapa sekolah swasta di Bontang yang telah berkembang cukup baik karena mendapat dukungan perusahaan, seperti Yayasan Vidatra dan YPK.
Oleh sebab itu, ia berharap perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada sekolah negeri. Seluruh yayasan pendidikan swasta di Bontang dinilai perlu mendapat dukungan agar mampu berkembang secara merata.
“Harapan kita bukan hanya dua yayasan itu saja, tetapi seluruh yayasan yang menaungi sekolah swasta harus bisa setara dengan sekolah negeri,” pungkasnya. (adv)
Penulis : Sena
Editor : Idhul Abdullah




















