DIKSIKU.Com.Bone,Dalam dinamika pemerintahan daerah, dua figur sentral yang kerap menjadi sorotan publik di Kabupaten Bone adalah Ketua DPRD dan Bupati. Keduanya memegang peran strategis: bupati sebagai eksekutor kebijakan, sementara DPRD, yang dipimpin ketua, berfungsi sebagai pengawas sekaligus mitra deliberatif.
Namun, sinergi keduanya kerap diuji oleh tarik-menarik kepentingan. Publik Bone berharap bahwa hubungan eksekutif dan legislatif tidak terjebak pada rivalitas simbolik, tetapi benar-benar diarahkan pada kepentingan rakyat. Di titik inilah peran Ketua DPRD menjadi penting: ia tidak hanya pemimpin parlemen, melainkan juga jembatan komunikasi antara rakyat dan pemerintah.
Bupati Bone, di sisi lain, dihadapkan pada tantangan besar: pembangunan infrastruktur, pengelolaan sampah, peningkatan layanan publik, serta penguatan ekonomi masyarakat pasca-pandemi. Semua agenda ini mustahil terwujud tanpa dukungan politik anggaran dari DPRD.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sayangnya, publik masih sering menyaksikan dinamika politik lokal yang lebih didominasi oleh pertarungan kepentingan daripada konsolidasi program. Padahal, rakyat membutuhkan kolaborasi yang nyata, bukan sekadar perdebatan panjang di ruang sidang.
Harapan masyarakat sederhana: Ketua DPRD dan Bupati Bone harus mampu menempatkan diri sebagai mitra strategis, bukan pesaing politik. Dengan demikian, segala bentuk kebijakan, mulai dari penyusunan APBD hingga pengawasan pembangunan, benar-benar berorientasi pada kesejahteraan warga.
Bone tidak butuh simbol-simbol politik yang saling meniadakan. Bone butuh komitmen kepemimpinan yang saling menguatkan. Jika Ketua DPRD dan Bupati Bone mampu menjawab tantangan ini, maka citra pemerintahan daerah akan meningkat, dan kepercayaan publik pun akan tumbuh.
![]()
Penulis : Wahyunang
Editor : Redaksi Diksiku



















