DIKSIKU.com, Jakarta – Lonjakan harga minyak dunia di tengah eskalasi konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel membawa keuntungan besar bagi Rusia. Negara tersebut dilaporkan mampu mengantongi pendapatan hingga sekitar 760 juta dolar AS per hari dari ekspor minyak.
Laporan TRT World menyebutkan, pemasukan Rusia dari sektor energi diperkirakan meningkat tajam dalam waktu dekat. Data dari Institut Sekolah Ekonomi Kiev (KSE) menunjukkan nilai ekspor minyak dan gas Moskow berpotensi melonjak hampir dua kali lipat dalam bulan ini, dari sekitar 12 miliar dolar AS menjadi mendekati 24 miliar dolar AS.
Kenaikan ini dipicu oleh dua faktor utama, yakni melonjaknya harga minyak mentah global serta pelonggaran sementara sanksi dari Amerika Serikat. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi Rusia untuk memaksimalkan ekspor energinya di tengah situasi geopolitik yang memanas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam proyeksi tahunan, KSE memperkirakan pendapatan Rusia dari ekspor minyak dan gas dapat mencapai 218,5 miliar dolar AS pada tahun ini, meskipun konflik mereda dalam beberapa pekan ke depan. Angka tersebut mencerminkan tambahan pemasukan signifikan dibandingkan kondisi normal.
“Naik 63 persen dibandingkan skenario di mana pasokan energi Timur Tengah tetap tidak terganggu,” demikian laporan KSE.
Namun, jika konflik berkepanjangan hingga enam bulan, potensi pendapatan Rusia diperkirakan melonjak lebih tinggi lagi. Dalam skenario ini, total pemasukan tahunan dapat menyentuh angka 386,5 miliar dolar AS, atau meningkat sekitar 188 persen dibandingkan proyeksi sebelum krisis.
Di tengah lonjakan pendapatan tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin meminta perusahaan minyak dan gas nasional untuk memanfaatkan keuntungan tambahan guna memperbaiki kondisi keuangan. Dalam pertemuan ekonomi di Kremlin pada Senin (23/3), ia menekankan pentingnya penggunaan dana tersebut untuk mengurangi beban utang ke perbankan dalam negeri.
Penulis : Redaksi Diksiku
Editor : Idhul Abdullah
Sumber Berita : CNN




















