Dolar AS Menguat, DPRD Bontang Minta Warga Lebih Hemat dan Perkuat Ekonomi Lokal

- Editor

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, H. Rustam. (ist)

i

Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, H. Rustam. (ist)

DIKSIKU.com, Bontang – Menguatnya dolar Amerika Serikat terhadap rupiah tak hanya menjadi isu nasional, tetapi juga mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat di daerah, termasuk di Kota Bontang. Ketua Komisi B DPRD Bontang, H. Rustam, menilai kondisi ini sebagai sinyal agar masyarakat lebih waspada dalam mengatur keuangan sehari-hari.

Data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) dari Bank Indonesia menunjukkan rupiah melemah sekitar 0,32 persen ke level Rp17.425 per dolar AS. Angka ini mencerminkan tekanan eksternal yang masih membayangi perekonomian nasional.

Menurut Rustam, situasi tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat jika tidak diantisipasi sejak dini. Pasalnya, pelemahan rupiah biasanya diikuti kenaikan harga barang, terutama yang berkaitan dengan impor maupun distribusi berbasis energi.

Baca Juga :  DPRD Bontang Serius Benahi Layanan Kesehatan, Soroti Digitalisasi Tak Efisien dan Minimnya Peran Industri

“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. Dampaknya bisa meluas ke sektor perdagangan, industri, hingga kebutuhan sehari-hari masyarakat,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Ia menegaskan, masyarakat perlu mulai menahan pengeluaran yang tidak mendesak serta mengutamakan kebutuhan pokok. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ketahanan ekonomi keluarga di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil.

Selain itu, Rustam juga melihat momentum ini sebagai peluang untuk memperkuat ekonomi berbasis lokal. Ia mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk lebih mengandalkan produk dalam negeri serta mengoptimalkan potensi daerah.

Baca Juga :  Atlet Pickleball Bontang Raih Tiket ke PON XXI, Irfan Ajak Dukungan Publik

“Kalau kita bisa mengurangi ketergantungan pada produk impor, maka dampak pelemahan rupiah bisa ditekan. Ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menggerakkan ekonomi lokal,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan barang tetap aman di pasaran.

Dengan kondisi global yang masih dinamis, Rustam mengingatkan bahwa kehati-hatian dalam mengelola keuangan bukan hanya pilihan, melainkan kebutuhan agar masyarakat tetap mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi. (adv)

Penulis : Upi

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

DPRD Bontang Dorong Pembinaan Berkelanjutan Bagi Mantan Pelaku Narkoba
Bontang Kota Industri, DPRD Dorong Pembangunan Rusun Antisipasi Lonjakan Penduduk
DPRD Bontang Nilai Potensi Pajak Kawasan PT Badak LNG Belum Tergarap Maksimal
DPRD Bontang Dorong Penyesuaian Aturan Garis Sempadan Bangunan Demi Pengembangan Kota
DPRD Bontang Targetkan Raperda Lalu Lintas Rampung Dua Bulan, Jadi Dasar Penataan Transportasi
DPRD Bontang Minta Status Lahan dan Perizinan Aset Daerah Dibuka Terang, Hindari Celah Hukum
DPRD Bontang Tegaskan KMP Bukan Sasaran Pembahasan Raperda Barang Milik Daerah
Muhammad Sahib: Lemahnya Penegakan Perda Bikin Potensi PAD Bontang Terbuang

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WITA

DPRD Bontang Dorong Pembinaan Berkelanjutan Bagi Mantan Pelaku Narkoba

Senin, 6 Juli 2026 - 09:53 WITA

Bontang Kota Industri, DPRD Dorong Pembangunan Rusun Antisipasi Lonjakan Penduduk

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:43 WITA

DPRD Bontang Nilai Potensi Pajak Kawasan PT Badak LNG Belum Tergarap Maksimal

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:36 WITA

DPRD Bontang Dorong Penyesuaian Aturan Garis Sempadan Bangunan Demi Pengembangan Kota

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:44 WITA

DPRD Bontang Targetkan Raperda Lalu Lintas Rampung Dua Bulan, Jadi Dasar Penataan Transportasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:40 WITA

DPRD Bontang Minta Status Lahan dan Perizinan Aset Daerah Dibuka Terang, Hindari Celah Hukum

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:05 WITA

DPRD Bontang Tegaskan KMP Bukan Sasaran Pembahasan Raperda Barang Milik Daerah

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:31 WITA

Muhammad Sahib: Lemahnya Penegakan Perda Bikin Potensi PAD Bontang Terbuang

Berita Terbaru