DIKSIKU.com, Bontang – Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, H. Rustam, menyoroti belum optimalnya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kawasan Lapangan Bessai Berinta (Lang-Lang). Ia menegaskan perlunya langkah konkret, termasuk revisi regulasi, guna memaksimalkan sumber pendapatan daerah.
Rustam menyampaikan bahwa saat ini retribusi masuk ke kawasan Lang-Lang memang belum dapat diterapkan lantaran belum diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2025. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan stagnasi dalam menggali potensi PAD.
“Terkait ini nanti akan kita adakan revisi perdanya,” ujarnya singkat, Selasa (5/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai kawasan Lang-Lang memiliki potensi ekonomi yang besar mengingat tingginya aktivitas masyarakat setiap harinya. Karena itu, diperlukan payung hukum yang lebih adaptif agar pemerintah daerah dapat mengoptimalkan berbagai sumber retribusi yang ada.
Meski retribusi pintu masuk belum bisa diterapkan, Rustam mendorong agar sektor lain tetap dimaksimalkan. Seperti diketahui, saat ini beberapa retribusi yang telah berjalan di kawasan tersebut meliputi sewa pujasera, penggunaan lapangan, serta rencana penerapan retribusi parkir.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang, Eko Mashudi, sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan penerapan retribusi parkir di kawasan Lang-Lang. Namun, langkah tersebut masih menunggu koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menghindari tumpang tindih kewenangan.
“Parkir nanti akan kami koordinasikan dengan Dishub agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan,” jelas Eko.
Ia juga mengakui bahwa keterbatasan jumlah petugas menjadi tantangan tersendiri apabila pengelolaan parkir sepenuhnya diserahkan kepada Dispopar.
Melihat kondisi tersebut, DPRD menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh, baik dari sisi regulasi maupun teknis pengelolaan di lapangan. Revisi perda dinilai menjadi langkah strategis agar potensi PAD dari kawasan unggulan seperti Lang-Lang dapat dimaksimalkan tanpa menabrak aturan yang berlaku. (adv)
Penulis : Upi
Editor : Idhul Abdullah





















