DPRD Kutim Desak Pembangunan Bandara Untuk Dukung Perkembangan Daerah

- Editor

Selasa, 2 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kutai Timur, Jimmi. (ist)

i

Anggota DPRD Kutai Timur, Jimmi. (ist)

DIKSIKU.com, Kutai Timur – Anggota DPRD Kutai Timur, Jimmi, menyerukan agar pembangunan bandar udara (bandara) segera direalisasikan sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan daerah.

Menurutnya, keberadaan bandara akan memberikan dampak positif yang signifikan, terutama dengan kehadiran ibu kota negara (IKN) yang baru.

Jimmi, yang merupakan anggota dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menjelaskan bahwa bandara tidak hanya akan mempermudah akses ke wilayah yang sulit dijangkau, tetapi juga akan berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi.

“Bandara akan menjadi jembatan penting untuk mobilitas barang dan orang, baik dari dalam maupun luar daerah,” ungkapnya baru-baru ini.

Ia menambahkan bahwa pembangunan bandara akan memengaruhi pola ekonomi, mobilitas, dan hubungan sosial di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Danny Pomanto Hadiri Open House Natal 2024, Tunjukkan Komitmen Toleransi di Makassar

“Bandara bukan hanya sekadar fasilitas transportasi udara. Dampaknya akan meluas ke berbagai aspek kehidupan masyarakat, meningkatkan perekonomian dan mempererat hubungan sosial,” ujarnya.

Jimmi juga menekankan perlunya pemerintah segera mencari solusi untuk merealisasikan pembangunan bandara. Ia menilai kebutuhan masyarakat akan transportasi yang lebih cepat dan efisien sangat mendesak.

“Pembangunan bandara ini sangat diharapkan oleh masyarakat. Kami berharap pemerintah bisa segera mewujudkannya,” harapnya.

Sebelumnya, rencana pembangunan bandara di Desa Sangkima, Sangatta Selatan, memang telah dirancang. Namun, proyek tersebut menghadapi sejumlah hambatan, terutama terkait dengan lokasi yang berada di enclave Taman Nasional Kutai (TNK). Proses perizinan dan alih fungsi lahan dari TNK ke milik pemerintah juga menjadi tantangan yang signifikan.

Baca Juga :  Arang Jau Komitmen Terus Berjuang Untuk Masyarakat Kutim Hingga Akhir Masa Jabatan

Meskipun demikian, Jimmi mengungkapkan bahwa perencanaan jangka panjang, yang mencakup hingga 20 tahun ke depan, bisa menjadi solusi.

“Rencana pembangunan jangka panjang ini dapat diarahkan untuk mewujudkan bandara di Kutai Timur. Dengan perencanaan yang matang, kami percaya proyek ini dapat terealisasi,” katanya.

Dengan adanya dorongan ini, diharapkan pembangunan bandara dapat menjadi langkah strategis dalam mendukung perkembangan ekonomi dan infrastruktur di Kutai Timur. (adv)

Loading

Penulis : NS

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

Mencalonkan Diri Ketua DPD REI Sulsel, Dukungan Terhadap CEO PT Bumi Pundi Karsa Terus Bertambah
Dana Rp143 Miliar Dipertanyakan, DPRD Tagih Kejelasan Kerja Sama Bontang dengan Kampus Korea Selatan
Dapur MBG Berhenti Beroperasi, BGN Sebut Hanya Masalah Teknis
Sederet Pembangunan Nyata Gubernur Sulsel Warnai 27 Tahun Luwu Utara
Perombakan Kemenkeu: Dua Dirjen Dicopot, Plh Langsung Ditunjuk
Kebijakan Baru Kemendagri: Mobil Listrik Kini Dikenai PKB dan SWDKLLJ
Setelah Motor MBG Diperdebatkan, Kini Ribuan Truk Rp 10,8 Triliun Disorot Publik
Diplomasi Indonesia Diuji, Kapal Pertamina Tak Kunjung Keluar dari Selat Hormuz

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:47 WITA

Mencalonkan Diri Ketua DPD REI Sulsel, Dukungan Terhadap CEO PT Bumi Pundi Karsa Terus Bertambah

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:07 WITA

Dana Rp143 Miliar Dipertanyakan, DPRD Tagih Kejelasan Kerja Sama Bontang dengan Kampus Korea Selatan

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:26 WITA

Dapur MBG Berhenti Beroperasi, BGN Sebut Hanya Masalah Teknis

Rabu, 29 April 2026 - 10:56 WITA

Sederet Pembangunan Nyata Gubernur Sulsel Warnai 27 Tahun Luwu Utara

Rabu, 22 April 2026 - 20:00 WITA

Perombakan Kemenkeu: Dua Dirjen Dicopot, Plh Langsung Ditunjuk

Selasa, 21 April 2026 - 12:27 WITA

Kebijakan Baru Kemendagri: Mobil Listrik Kini Dikenai PKB dan SWDKLLJ

Jumat, 10 April 2026 - 14:06 WITA

Setelah Motor MBG Diperdebatkan, Kini Ribuan Truk Rp 10,8 Triliun Disorot Publik

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:59 WITA

Diplomasi Indonesia Diuji, Kapal Pertamina Tak Kunjung Keluar dari Selat Hormuz

Berita Terbaru