Stunting Luwu Anjlok Jadi 4,7 Persen, Turun Tajam dari 23,6 Persen

- Editor

Rabu, 7 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu (dua dari kanan). (ist)

i

Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu (dua dari kanan). (ist)

DIKSIKU.com, Luwu — Prevalensi stunting di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, turun menjadi 4,7 persen pada 2026, dari sebelumnya 6,2 persen pada 2025 berdasarkan data elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).

Penurunan sekitar 1,5 poin persentase dalam setahun tersebut menjadi salah satu capaian yang disampaikan Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Semester I 2026 di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Rabu (7/10/2026).

Muh. Dhevy yang juga Ketua TPPS Kabupaten Luwu menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah dan berbagai sektor yang terlibat dalam penanganan stunting.

Ia juga membandingkan capaian terbaru dengan angka berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang masih berada di level 23,6 persen.

“Data SSGI tahun 2024 itu kita di angka 23,6 persen. Alhamdulillah, di tahun 2026 ini dari data e-PPGBM kita berada di angka 4,7 persen. Itu begitu luar biasa signifikan yang kami alami,” ujar Muh. Dhevy.

Meski menunjukkan penurunan signifikan, Muh. Dhevy meminta seluruh pihak tidak menjadikan capaian tersebut sebagai alasan untuk mengurangi upaya penanganan stunting.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi, komunikasi dan intervensi lintas sektor agar tren penurunan tersebut dapat dipertahankan.

Baca Juga :  DPRD Kaltim Desak Perwali Tegas Atasi Sampah Samarinda

“Itu menjadi kebanggaan buat kami, kesyukuran buat kami, tapi sesuai dengan penyampaian Ibu Wagub tadi, bahwa kita tidak boleh jemawa, tidak boleh berbesar hati, tidak boleh berbesar diri. Kita harus terus semangat dalam menurunkan angka stunting di wilayah kita. Ini yang menjadi prioritas kami,” tegasnya.

Rapat koordinasi tersebut digelar untuk mengevaluasi program percepatan penurunan stunting selama Semester I 2026 sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi di Sulawesi Selatan.

Kegiatan dibuka Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi. Dalam kesempatan itu, disampaikan arah kebijakan serta penguatan komitmen lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting.

Strategi percepatan penurunan stunting, termasuk pembelajaran dan berbagai tantangan di lapangan, turut dipaparkan Prof. dr. Veni Hadju, M.Sc., Ph.D.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu dr. Rosnawary mengatakan penurunan prevalensi tersebut tidak dilakukan melalui satu program saja. Pemerintah daerah menjalankan intervensi secara lintas sektor dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

Intervensi tersebut antara lain program Genting dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, pemberian makanan tambahan (PMT) penyuluhan melalui dana desa, bantuan pangan untuk balita gizi buruk dari sektor ketahanan pangan, serta dukungan Dinas Sosial melalui kepesertaan BPJS bagi bayi dan balita stunting.

Baca Juga :  Hari Pers Nasional 2025 : Jurnalis Bone Lawan Stigma, Perkuat Solidaritas

Dinas Kesehatan juga menjalankan PMT pemulihan berbahan pangan lokal dan paket sehat. Sementara Dinas Perikanan mendorong program gemar makan ikan, Dinas Pertanian menjalankan gerakan pangan murah dengan prioritas sasaran stunting, sedangkan sektor pendidikan mendukung melalui aksi bergizi.

Upaya pencegahan juga dilakukan melalui program pendewasaan usia pernikahan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mendukung melalui penyediaan air bersih dan sanitasi layak.

Kementerian Agama turut terlibat melalui edukasi bagi calon pengantin serta koordinasi dengan Kantor Urusan Agama terkait dokumen dan persyaratan pernikahan.

Dukungan lainnya datang dari sektor perumahan dan kawasan permukiman melalui pembangunan infrastruktur sanitasi serta peningkatan kualitas rumah tidak layak huni.

TP PKK Kabupaten Luwu juga aktif melakukan sosialisasi pencegahan stunting, pendampingan dan pemberian bantuan bagi bayi serta balita stunting.

Pemerintah desa, kecamatan hingga sejumlah perusahaan turut dilibatkan dalam intervensi tersebut.

Dalam rapat tersebut, Wakil Gubernur Sulsel juga menyerahkan insentif kepada daerah yang menghadirkan langsung Ketua TPPS bersama kepala OPD pengampu sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen percepatan penurunan stunting.

Penulis : Rudi

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

Layanan Imigrasi Hadir di MPP Tana Toraja, Pemkab Teken Kerja Sama dengan Imigrasi Parepare
Pangkep Siapkan 100 Dosis Vaksin Gratis, Cegah Rabies pada Anjing dan Kucing
Kalapas Cibinong Klarifikasi Ketegangan dengan Ombudsman Saat Sidak
APH Didesak Usut Dugaan Penjualan Emas Ilegal Asal Papua di Samarinda
Hujan Turun Saat Padamkan Karhutla, Petugas Pemadam di Berau Sujud Syukur
Narkotika Cair Marak, BNN Usulkan Pelarangan Total Vape
Bupati Sidrap Minta APBD Perubahan 2026 Fokus pada Program yang Berdampak ke Masyarakat
Jembatan Salujambu Luwu Hampir Rampung, Progres Pembangunan Capai 93 Persen

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:26 WITA

Stunting Luwu Anjlok Jadi 4,7 Persen, Turun Tajam dari 23,6 Persen

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:13 WITA

Layanan Imigrasi Hadir di MPP Tana Toraja, Pemkab Teken Kerja Sama dengan Imigrasi Parepare

Rabu, 30 September 2026 - 15:39 WITA

Pangkep Siapkan 100 Dosis Vaksin Gratis, Cegah Rabies pada Anjing dan Kucing

Senin, 28 September 2026 - 17:36 WITA

Kalapas Cibinong Klarifikasi Ketegangan dengan Ombudsman Saat Sidak

Rabu, 23 September 2026 - 10:01 WITA

APH Didesak Usut Dugaan Penjualan Emas Ilegal Asal Papua di Samarinda

Jumat, 11 September 2026 - 19:30 WITA

Hujan Turun Saat Padamkan Karhutla, Petugas Pemadam di Berau Sujud Syukur

Kamis, 10 September 2026 - 12:19 WITA

Narkotika Cair Marak, BNN Usulkan Pelarangan Total Vape

Kamis, 3 September 2026 - 21:49 WITA

Bupati Sidrap Minta APBD Perubahan 2026 Fokus pada Program yang Berdampak ke Masyarakat

Berita Terbaru