Turnamen domino tersebut berlangsung meriah di Lamin Kodim 0908/Bontang, Sabtu (2/5/2026). Tercatat sekitar 400 peserta atau sebanyak 192 pasangan ikut ambil bagian dalam kompetisi ini.
Dalam sambutannya, Andi Faiz menghidupkan suasana dengan menyebut permainan domino sebagai “olahraga dalle”. Istilah itu sontak mengundang gelak tawa para peserta dan tamu undangan yang hadir.
Menurut politisi Partai Golkar itu, permainan domino bukan hanya soal kemampuan membaca kartu dan menyusun strategi, tetapi juga sangat dipengaruhi faktor keberuntungan atau hoki.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Permainan domino ini olahraga dalle. Karena selain kemampuan, faktor hoki juga sangat menentukan,” ujarnya, disambut tawa peserta.
Andi Faiz mengatakan, sering kali pemain yang secara kemampuan dianggap kuat justru tumbang lebih awal akibat kartu yang tidak mendukung. Sebaliknya, ada juga pasangan pemain yang mampu melaju jauh karena sedang dinaungi keberuntungan.
Karena itu, ia menilai permainan domino selalu menghadirkan kejutan dan sulit ditebak hingga akhir pertandingan.
“Kadang yang sudah yakin menang malah kalah. Yang santai-santai justru sampai final. Itu serunya domino,” katanya.
Tak berhenti sampai di situ, Andi Faiz kembali melempar candaan dengan menyinggung sulitnya mempertahankan gelar juara secara berturut-turut dalam turnamen domino.
Menurutnya, sangat jarang ada pasangan pemain yang mampu menjadi juara secara berturut-turut di berbagai kompetisi.
“Coba lihat, jarang itu ada pasangan pemain yang bisa juara terus dalam sebuah turnamen,” canda Andi Faiz.
Ia pun menantang para peserta untuk membuktikan ucapannya dalam Turnamen Domino Dandim Cup 2026. Bahkan, Andi Faiz mengaku siap memberikan tambahan hadiah pribadi bagi pasangan juara bertahan apabila mampu kembali keluar sebagai pemenang.
“Kita buktikan di turnamen ini. Pasangan yang terakhir juara, hadiahnya akan saya tambah satu juta rupiah jika mampu kembali menjuarai Turnamen Dandim Cup ini,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut kembali disambut riuh tepuk tangan dan sorakan para peserta. Terlepas dari guyonan itu, Andi Faiz berharap turnamen domino tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga wadah mempererat hubungan sosial antarwarga.
Menurutnya, permainan domino sudah menjadi permainan rakyat yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan mampu menciptakan ruang kebersamaan. Karena itu, ia mengapresiasi Kodim 0908/Bontang yang telah menginisiasi pelaksanaan turnamen tersebut.
“Yang paling penting bukan hanya soal juara, tetapi silaturahminya tetap terjaga. Turnamen seperti ini membuat masyarakat bisa berkumpul dan saling mengenal,” tuturnya. (adv)
Penulis : Sena
Editor : Idhul Abdullah




















