Waspada! Penyakit Jantung Koroner Mematikan, Begini Cara Mendeteksinya

- Editor

Senin, 19 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi penyakit jantung koroner. (int)

i

ilustrasi penyakit jantung koroner. (int)

DIKSIKU.com, Jakarta – Salah satu penyakit kardiovaskular yang menyebabkan tingginya tingkat kematian di dunia ialah penyakit jantung koroner. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 85% kematian di dunia disebabkan oleh stroke dan serangan jantung yang rentan terjadi pada laki-laki usia di atas 45 tahun dan wanita  di atas 50 tahun.

Untuk itu, disarankan untuk melakukan pencegahan dengan melakukan upaya deteksi dini terhadap jantung koroner. Jantung koroner adalah penyakit akibat adanya penyumbatan pada pembuluh darah utama (arteri koroner) yang menyebabkan otot pemberi oksigen hingga nutrisi untuk jantung mengalami kerusakan. Jantung koroner perlu dideteksi sejak dini karena penyakit ini dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian.

Nah, berikut adalah cara mendeteksi penyakit jantung koroner yang perlu kamu lakukan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Mengenali Gejala Penyakit Jantung Koroner

Untuk mendeteksi penyakit jantung koroner, kamu perlu mengenali terlebih dahulu gejalanya sejak dini.

Gejala penyakit jantung umumnya menimbulkan keluhan seperti:

  • Rasa tidak nyaman di dada
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Keringat dingin
  • Mual
  • Kepala terasa ringan atau pusing
  • Rasa tidak nyaman pada lengan, punggung, leher, rahang atau perut
  • Hilang kesadaran

Jika menemukan gejala seperti di atas, segera berkonsultasi pada dokter. Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendiagnosis penyakit jantung yang kamu alami.

Baca Juga :  Sopir Kontainer Asal Gowa Tewas Tersengat Listrik Bertegangan Tinggi di Bone

2. Melakukan Pemeriksaan Laboratorium

Untuk mendiagnosis penyakit jantung koroner diperlukan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan ini tentunya untuk mencegah dan mengendalikan faktor lain yang menyebabkan penyakit jantung koroner, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi (dislipidemia), kencing manis atau penyakit gula, kegemukan dan rokok.

Untuk pemeriksaan gula darah dan kolesterol memerlukan pemeriksaan darah yang dianalisis di laboratorium. Pemeriksaan yang dibutuhkan biasanya adalah gula darah termasuk gula darah puasa, dan kolesterol termasuk LDL, HDL, dan trigliserida.

Pemeriksaan fungsi ginjal juga salah satu pemeriksaan yang mungkin akan dilakukan. Pada akhirnya, hasil dari wawancara klinis dan pemeriksaan fisik oleh dokter akan dikombinasikan dengan pemeriksaan penunjang dan pemeriksaan laboratorium untuk memberikan hasil interpretasi menyeluruh mengenai:

  • Kondisi kesehatan jantung pasien
  • Keperluan untuk pemeriksaan lanjutan
  • Terapi yang diperlukan

3. Pemeriksaan Treadmill Exercise Test

Pemeriksaan selanjutnya adalah Treadmill Exercise Test atau Stress test. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara berjalan atau berlari di lintasan treadmill atau mengayuh sepeda statis dengan memakai alat EKG jantung.

Tujuan pemeriksaan Treadmill Exercise Test adalah untuk menilai kemampuan jantung bekerja saat sedang beraktivitas. Jika pasien dalam kondisi tidak bisa beraktivitas, dokter mungkin akan melakukan stress test dengan konsumsi obat untuk meningkatkan detak jantung.

Baca Juga :  Benarkah Berdebat Bikin Otak Lebih Sehat?

Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan yang relatif mudah, namun juga memiliki keterbatasan dalam penilaian.

4. CT Scan Koroner

Melalui pemeriksaan ini, pasien akan masuk ke dalam mesin CT Scan yang diberikan injeksi kontras untuk melihat struktur pembuluh koroner jantung. Umumnya, setelah pemeriksaan ini dokter sudah dapat mendiagnosis jantung koroner. Namun, pemeriksaan bisa juga berlanjut ke pemeriksaan kateterisasi angiografi koroner.

5. Kateterisasi Angiografi Koroner

Pemeriksaan Kateterisasi Angiografi Koroner dilakukan lewat akses yang dibuat melalui pergelangan tangan atau lipat paha. Gunanya untuk menghantarkan kateter berdiameter sekitar 2 mm ke dalam pembuluh darah. Setelah diberikan injeksi kontras, gambaran pembuluh darah koroner akan terlihat dengan bantuan sinar X Ray.

6. Pemeriksaan Klinis Dokter

Mendeteksi penyakit jantung koroner dilakukan dengan wawancara dan pemeriksaan klinis oleh dokter. Dokter akan memeriksa tekanan darah, suara jantung, dan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan elektrokardiogram (EKG).

Pemeriksaan EKG ini bertujuan mendeteksi kelainan irama jantung atau kondisi jantung yang tidak normal, dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan alat lain.

Nah, itulah cara mendeteksi penyakit jantung koroner. Agar terhindar dari penyakit jantung, kamu perlu menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga secara teratur dan mengurangi konsumsi gula serta makanan cepat saji, ya.

Loading

Penulis : Idhul Abdullah

Editor : Idhul Abdullah

Sumber Berita : Klik Dokter

Berita Terkait

“Ke Mana Wakil Rakyat Kita?” WIB Soroti Kinerja DPRD Bone
PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Outsourcing, Ribuan Pegawai Terancam Kehilangan Status ASN
WIB Soroti Tertutupnya Pengelolaan CSR di Bone, Ajukan RDPU ke DPRD
Mencari Data CSR di Bone, Berujung Lempar Kewenangan Antarinstansi
Hujan Deras Picu Banjir di Bone, Disdik Arahkan Pembelajaran Daring Sementara
Komdigi Murka! Video Amien Rais Soal Prabowo dan Teddy Penuh Ujaran Kebencian
Kasus Penganiayaan Balita Gegerkan Aceh, Daycare Baby Preneur Beri Klarifikasi Resmi
Polemik Gerbong Wanita di Tengah KRL, Menteri PPPA Akui Kurang Tepat

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:37 WITA

“Ke Mana Wakil Rakyat Kita?” WIB Soroti Kinerja DPRD Bone

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:23 WITA

PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Outsourcing, Ribuan Pegawai Terancam Kehilangan Status ASN

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:35 WITA

WIB Soroti Tertutupnya Pengelolaan CSR di Bone, Ajukan RDPU ke DPRD

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:29 WITA

Mencari Data CSR di Bone, Berujung Lempar Kewenangan Antarinstansi

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:00 WITA

Hujan Deras Picu Banjir di Bone, Disdik Arahkan Pembelajaran Daring Sementara

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:43 WITA

Komdigi Murka! Video Amien Rais Soal Prabowo dan Teddy Penuh Ujaran Kebencian

Kamis, 30 April 2026 - 20:53 WITA

Kasus Penganiayaan Balita Gegerkan Aceh, Daycare Baby Preneur Beri Klarifikasi Resmi

Kamis, 30 April 2026 - 19:07 WITA

Polemik Gerbong Wanita di Tengah KRL, Menteri PPPA Akui Kurang Tepat

Berita Terbaru