DIKSIKU.com, Bone – Ketiadaan rumah rehabilitasi di Kabupaten Bone kembali menjadi sorotan setelah berbagai laporan menunjukkan meningkatnya kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut.
Di tengah status Bone sebagai zona darurat peredaran narkoba, belum tersedianya fasilitas rehabilitasi dinilai menjadi hambatan besar dalam upaya pemulihan para pengguna.
Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Kabupaten Bone menegaskan bahwa kondisi ini telah berlangsung bertahun-tahun tanpa adanya solusi konkret dari pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Organisasi tersebut menilai bahwa banyak pecandu yang seharusnya mendapatkan pemulihan, justru tidak memiliki akses layanan rehabilitasi sama sekali.
Ketua Forbes Anti Narkoba Bone, Andi Singkeru Rukka, menyampaikan kritik keras terhadap lambatnya respon pemerintah.
“Sudah bertahun-tahun kami dorong. Tapi sampai sekarang, tidak ada langkah nyata dari pemerintah maupun pihak terkait,” kata Andi Singke. dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Senin (17/11/2025).
Forbes mencatat bahwa permasalahan utama bukan terletak pada kurangnya urgensi, melainkan pada minimnya prioritas kebijakan.
Meski Bone berulang kali masuk dalam tiga besar wilayah rawan narkoba di Sulawesi Selatan, pembangunan rumah rehabilitasi tak kunjung menjadi perhatian serius.
Dalam kondisi stagnan tersebut, Forbes menawarkan konsep rehabilitasi alternatif berbasis masyarakat.
“Semua tempat adalah rumah rehabilitasi, semua orang adalah konselor, dan semua bertindak secara nonlitigasi,” terang Andi Singke.
Forbes menilai bahwa keluarga sering bingung menentukan langkah ketika menghadapi anggota yang kecanduan.
Ketidaktahuan masyarakat itu, ditambah rendahnya literasi tentang narkoba, dinilai membuka ruang bagi jaringan pengedar untuk terus berkembang.
Di sisi lain, intensitas operasi penindakan aparat tidak sejalan dengan ketersediaan fasilitas pemulihan.
Tanpa rumah rehabilitasi, pecandu berisiko tetap berada di lingkungan yang memicu kecanduan atau bahkan terseret proses hukum, alih-alih mendapatkan perawatan.
Forbes mendesak pemerintah daerah untuk segera menempatkan pembangunan rumah rehabilitasi sebagai keputusan strategis.
“Kalau rumah rehab terus diabaikan, kita bukan hanya kehilangan generasi, kita sedang membiarkan peredaran gelap tumbuh tanpa perlawanan yang seimbang,” tegasnya.
Situasi ini memperlihatkan bahwa tanpa fasilitas rehabilitasi yang memadai, upaya pemberantasan narkoba di Bone akan selalu timpang. Dalam kata lain penindakan berjalan, namun pemulihan tak tersentuh.
Penulis : Idhul Abdullah
Editor : Idhul Abdullah





















