Sampah Bisa Jadi Uang, DPRD Bontang Minta Pemkot Adopsi Sistem RDF

- Editor

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Bontang, Bonnie Sukardi. (ist)

i

Anggota DPRD Bontang, Bonnie Sukardi. (ist)

DIKSIKU.com, Bontang – Anggota DPRD Bontang, Bonnie Sukardi, mendorong Pemerintah Kota Bontang untuk mulai mengembangkan sistem pengelolaan sampah modern yang tidak lagi bergantung pada pola penimbunan di tempat pembuangan akhir (TPA). Menurutnya, sampah harus dipandang sebagai sumber energi sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Usulan tersebut disampaikan Bonnie saat rapat kerja pembahasan optimalisasi pendapatan daerah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) mitra Komisi C DPRD Bontang, Senin (22/6/2026).

Bonnie mengatakan pengelolaan sampah di berbagai daerah kini telah mengalami perubahan. Sejumlah pemerintah daerah dinilai mampu mengurangi timbunan sampah melalui teknologi pengolahan yang menghasilkan bahan bakar alternatif maupun produk bernilai jual.

Ia mencontohkan pengalaman Kabupaten Kebumen yang dipaparkan dalam forum Asosiasi Dewan Kota Seluruh Indonesia yang baru saja diikutinya.

Daerah tersebut mampu menekan volume sampah yang masuk ke TPA hingga sekitar 10 persen melalui pembangunan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) serta pengembangan produk turunan dari sampah.

“Yang menarik adalah mereka sudah meninggalkan pola lama. Sampah dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif dan produk lain yang memiliki nilai ekonomi. Ini yang perlu kita pelajari bersama,” ujarnya.

Menurut Bonnie, konsep tersebut tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan hasil olahan sampah.

Baca Juga :  DPRD Bontang Angkat Jempol, Wartekin Pecahkan Rekor Penjualan

Ia menilai Bontang masih memiliki waktu untuk mempersiapkan transformasi tersebut karena kapasitas TPA saat ini masih mencukupi. Namun, langkah antisipatif perlu dilakukan sebelum daya tampung mencapai batas maksimal.

“Kita memang masih memiliki kapasitas TPA yang cukup saat ini. Tapi pertanyaannya sampai kapan? Sebelum kapasitas itu penuh, kita harus mulai melakukan reduksi sampah secara signifikan. Minimal bisa menekan sekitar 10 persen lebih dulu,” tegasnya.

Bonnie berharap pemerintah daerah aktif mengadopsi berbagai inovasi pengelolaan sampah yang telah berhasil diterapkan di daerah lain sehingga mampu menjaga kualitas lingkungan sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru. (Adv)

Penulis : Upi

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

DPRD Bontang Pertanyakan Kontribusi Investasi Besar Terhadap PAD
DPRD Nilai Pemkot Bontang Belum Maksimal Menarik Investasi Baru
Trotoar Beralih Fungsi Jadi Area Parkir, DPRD Bontang Desak Penegakan Aturan Lebih Tegas
Dinilai Jadi Kunci Optimalkan PAD Bontang, DPRD Dorong Pembentukan UPT Parkir
Kolam Renang Diusulkan Jadi Sumber PAD Baru, DPRD Bontang Nilai Potensinya Besar
DPRD Bontang Dorong Perda Investasi Lindungi Kepentingan Daerah
Videotron Pemkot Bontang Mulai Sumbang PAD, DPRD Minta Promosi Lebih Agresif
DPRD Bontang Soroti Penebangan Pohon dalam Proyek Drainase Jalan Pattimura

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:45 WITA

DPRD Bontang Pertanyakan Kontribusi Investasi Besar Terhadap PAD

Senin, 29 Juni 2026 - 20:29 WITA

DPRD Nilai Pemkot Bontang Belum Maksimal Menarik Investasi Baru

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:32 WITA

Trotoar Beralih Fungsi Jadi Area Parkir, DPRD Bontang Desak Penegakan Aturan Lebih Tegas

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:29 WITA

Dinilai Jadi Kunci Optimalkan PAD Bontang, DPRD Dorong Pembentukan UPT Parkir

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:18 WITA

Kolam Renang Diusulkan Jadi Sumber PAD Baru, DPRD Bontang Nilai Potensinya Besar

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:32 WITA

DPRD Bontang Dorong Perda Investasi Lindungi Kepentingan Daerah

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:10 WITA

Videotron Pemkot Bontang Mulai Sumbang PAD, DPRD Minta Promosi Lebih Agresif

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:56 WITA

DPRD Bontang Soroti Penebangan Pohon dalam Proyek Drainase Jalan Pattimura

Berita Terbaru

Anggota Komisi B DPRD Kota Bontang, Nursalam. (ist)

DPRD Bontang

DPRD Bontang Pertanyakan Kontribusi Investasi Besar Terhadap PAD

Senin, 29 Jun 2026 - 20:45 WITA

Anggota Komisi B DPRD Kota Bontang, Nursalam. (ist)

DPRD Bontang

DPRD Nilai Pemkot Bontang Belum Maksimal Menarik Investasi Baru

Senin, 29 Jun 2026 - 20:29 WITA