Utang RI Tembus Rp 9.138 Triliun, Menkeu Bilang Masih Aman, Kok Bisa?

- Editor

Sabtu, 11 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (int)

i

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (int)

DIKSIKU.com, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi utang pemerintah Indonesia masih berada dalam batas aman. Hingga Juni 2025, total utang tercatat sebesar Rp9.138,05 triliun atau setara 39,86 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Angka tersebut masih jauh di bawah ambang batas maksimal 60 persen PDB sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

“Secara internasional, rasio utang sebesar 39 persen terhadap PDB masih tergolong aman,” ujar Purbaya dalam kegiatan Media Gathering yang digelar secara daring dari Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/10/2025).

Baca Juga :  Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Bebas Usai Dapat Rehabilitasi dari Presiden Prabowo

Purbaya menjelaskan, penilaian terhadap tingkat risiko utang tidak dapat hanya dilihat dari besaran nominalnya. Menurutnya, ukuran keamanan utang bergantung pada kemampuan ekonomi nasional untuk menanggung dan mengelolanya.

“Jangan hanya melihat dari besar kecilnya angka utang. Yang penting adalah bagaimana utang tersebut dibandingkan dengan kapasitas ekonomi kita,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemerintah Batasi Guru Non-ASN: Tidak Terdaftar Dapodik 2024, Siap-Siap Tersingkir

Ia memastikan, pemerintah akan terus menekan penerbitan utang baru dengan memperkuat strategi peningkatan pendapatan negara secara lebih optimal. Setiap penambahan utang, kata dia, akan dilakukan secara selektif dan efisien untuk menghindari potensi kebocoran anggaran.

“Kita akan meminimalkan penerbitan utang, dan kalau pun harus dilakukan, penggunaannya harus tepat sasaran dan efisien,” tutupnya.

Penulis : Redaksi Diksiku

Editor : Idhul Abdullah

Sumber Berita : detikcom

Berita Terkait

Purbaya Bongkar Alasan Pencopotannya dari Menkeu
Mentan Amran Yakin Harga Beras Turun dalam Sepekan, 25 Merek Fortifikasi Ditindak
Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027
Prabowo Minta Sanksi Pelaku Karhutla Diperberat
DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Tak Boleh Jadi Senjata Aparat
Mentan Amran Raih Skor Tertinggi dalam Evaluasi Kinerja Menteri
HPN 2027 Digelar di Lampung, PWI Buka Ruang Keterlibatan Seluruh Konstituen Dewan Pers
Wow, Anggaran MBG 2027 Diusulkan Sebesar Rp232,50 Triliun

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:09 WITA

Mentan Amran Yakin Harga Beras Turun dalam Sepekan, 25 Merek Fortifikasi Ditindak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05 WITA

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027

Rabu, 16 September 2026 - 23:53 WITA

Prabowo Minta Sanksi Pelaku Karhutla Diperberat

Rabu, 9 September 2026 - 10:37 WITA

DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Tak Boleh Jadi Senjata Aparat

Senin, 7 September 2026 - 19:34 WITA

Mentan Amran Raih Skor Tertinggi dalam Evaluasi Kinerja Menteri

Kamis, 3 September 2026 - 23:31 WITA

HPN 2027 Digelar di Lampung, PWI Buka Ruang Keterlibatan Seluruh Konstituen Dewan Pers

Kamis, 3 September 2026 - 20:37 WITA

Wow, Anggaran MBG 2027 Diusulkan Sebesar Rp232,50 Triliun

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:18 WITA

Polda Metro Jaya Larang Demo di Bundaran HI, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman sedang mencium keris pusaka milik Presiden Prabowo Subianto. (diksiku/idul)

Daerah

Dua Keris Pusaka Prabowo dan Fadli Zon Dipamerkan di Bone

Jumat, 25 Sep 2026 - 23:35 WITA