Pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Bajoe, Dusun Rompe, Kabupaten Bone, menuai keluhan dari warga setempat. Aktivitas proyek disebut menimbulkan dampak lingkungan berupa debu saat cuaca panas dan lumpur ketika hujan, yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan pengendara.
Kerukunan Keluarga Pemuda Rompe (KKPR) menyatakan telah melakukan berbagai upaya untuk menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak terkait. Ketua KKPR, Irwan Setiawan, mengatakan pihaknya telah melayangkan surat hingga melakukan pertemuan langsung dengan kontraktor pelaksana.
Dalam pertemuan tersebut, kata dia, pihak kontraktor sempat menyampaikan komitmen untuk membersihkan material yang berserakan dan meminimalisir dampak lingkungan. Namun, hingga kini kondisi di lapangan dinilai belum mengalami perubahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Faktanya di lapangan tidak ada perubahan berarti. Jalanan justru semakin rusak, dipenuhi tanah, dan membahayakan masyarakat,” ungkap Irwan kepada Diksiku.com, Selasa (7/4/2026) pagi.
Warga menilai kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan. Debu disebut berdampak pada kesehatan, sementara jalan licin meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Anggota KKPR, Aidil Rahmat, menilai persoalan ini mencerminkan kurangnya tanggung jawab dalam pelaksanaan proyek.
“Ini bukan lagi soal pembangunan, tapi soal tanggung jawab yang diabaikan. Ketika udara bersih dirampas dan jalan publik dibiarkan rusak, di situlah masyarakat dipaksa menanggung beban yang tidak seharusnya,” tegasnya.
KKPR menyatakan akan mengambil langkah lebih lanjut apabila tidak ada penanganan dalam waktu dekat, termasuk mempertimbangkan penutupan akses kendaraan proyek.
Selain itu, mereka juga menyoroti peran pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan terhadap proyek tersebut agar dampak yang ditimbulkan tidak merugikan masyarakat sekitar.
![]()
Penulis : Idul Abdullah
Editor : Idhul Abdullah




















