DIKSIKU.com, Jakarta – Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri resmi menetapkan kebijakan baru terkait pajak kendaraan listrik di Indonesia. Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026 yang mengatur dasar pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta pajak alat berat.
Regulasi ini telah ditandatangani Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan mulai berlaku sejak 1 April 2026. Dengan aturan tersebut, kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) tidak lagi otomatis dikecualikan dari kewajiban pajak daerah.
Perubahan ini menandai berakhirnya insentif pembebasan pajak yang sebelumnya diberikan kepada kendaraan listrik. Kini, pemilik kendaraan listrik diwajibkan membayar PKB, opsen PKB, serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk memberikan gambaran kepada masyarakat, simulasi perhitungan pajak kendaraan listrik pun mulai bermunculan.
Dikutip dari Detik Oto, berikut contoh pajak untuk Wuling Air ev, kalau dulu hanya bayar Rp 143 ribu, maka siap-siap bakal dikenai pajak mulai Rp 3 jutaan. Berikut rinciannya:
Pajak Wuling Air ev Lite Standard
PKB: DP PKB Wuling Air ev Lite x tarif PKB
= Rp 181,65 juta x 2%
= Rp 3,633 juta
Pajak tahunan: PKB + SWDKLLJ
= Rp 3,633 juta + Rp 143 ribu
= RP 3,776 juta
Pajak Wuling Air ev Lite Long Range
PKB: DP PKB Wuling Air ev Lite Long Range x tarif PKB
= Rp 190,05 juta x 2%
= Rp 3,801 juta
Pajak tahunan: PKB + SWDKLLJ
= Rp 3,801 juta + Rp 143 ribu
= RP 3,994 juta
Pajak Wuling Air ev Lite Pro Long Range
PKB: DP PKB Wuling Air ev Lite Long Range x tarif PKB
= Rp 232,05 juta x 2%
= Rp 4,641 jut
Pajak tahunan: PKB + SWDKLLJ
= Rp 4,641 juta + Rp 143 ribu
= RP 4,784 juta
Pajak BYD Atto 1 Tipe Standar
PKB: DP PKB BYD Atto 1 Tipe Standar x tarif PKB
= Rp 240,45 juta x 2%
= Rp 4,809 juta
Pajak tahunan: PKB + SWDKLLJ
= Rp 4,809 juta + Rp 143 ribu
= Rp 4,952 juta
Pajak BYD Atto 1 Varian Lebih Tinggi
PKB: DP PKB BYD Atto 1 Varian Lebih Tinggi x tarif PKB
= Rp 253,05 juta x 2%
= Rp 5,061 juta
Pajak tahunan: PKB + SWDKLLJ
= Rp 5,061 juta + Rp 143 ribu
= Rp 5,204 juta
Dengan adanya kebijakan ini, beban biaya tahunan kendaraan listrik diperkirakan meningkat signifikan dibanding sebelumnya yang hanya dikenai biaya ringan.
Penulis : Redaksi Diksiku
Editor : Frida Rijal
Sumber Berita : CNBC Indonesia



















