Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

- Editor

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Rapat Kerja Pansus LKPJ dengan DP3AKB di Kantor BPKAD Bontang, Sabtu (9/5). (ist)

i

Suasana Rapat Kerja Pansus LKPJ dengan DP3AKB di Kantor BPKAD Bontang, Sabtu (9/5). (ist)

DIKSIKU.com, Bontang – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bontang Tahun 2025, Ubayya Bengawan, menyoroti lemahnya kemampuan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menyaring usulan anggaran yang dinilai tidak realistis untuk dilaksanakan.

Menurut Ubayya, banyak OPD dinilai belum memiliki keberanian untuk menolak usulan program atau anggaran yang berpotensi sulit direalisasikan. Akibatnya, serapan anggaran menjadi tidak maksimal dan memicu tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA).

“Kelemahan setiap OPD ini, tidak memiliki daya tolak saat pengusulan anggaran,” ujar Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang itu saat rapat kerja Pansus LKPJ bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) di Kantor BPKAD, Sabtu (9/5/2026).

Ubayya menilai kondisi itu tidak bisa terus dibiarkan karena berdampak langsung terhadap efektivitas penggunaan APBD. Bahkan, tingginya SILPA disebut dapat menimbulkan persepsi buruk terhadap kinerja OPD di mata publik.

“Pada akhirnya mengakibatkan citra buruk bagi OPD,” tegas politikus senior Golkar tersebut.

Ubayya juga menekankan pentingnya peran tim perencanaan di masing-masing perangkat daerah untuk melakukan kajian lebih matang terhadap setiap usulan program sebelum masuk dalam struktur APBD.

Menurutnya, OPD seharusnya berani menolak usulan anggaran yang secara teknis maupun waktu pelaksanaan dinilai sulit terealisasi.

“Mestinya, usulan anggaran dibedah secara matang di tim perencanaan sebelum diterima,” jelas legislator Bontang Utara ini.

Menanggapi sorotan tersebut, Sekretaris DP3AKB, Jamila, mengakui bahwa pada 2025 masih terdapat akumulasi SILPA dari realisasi anggaran belanja, meski nilainya berada di bawah lima persen.

Baca Juga :  Agus Haris: Anggaran APBD Rp3,3 Triliun Harusnya Bisa Atasi Banjir di Bontang

Ia menyebut kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi internal, terlebih pemerintah pusat menargetkan SILPA di daerah maksimal hanya tiga persen pada 2027 mendatang.

“SILPA ini merupakan akumulasi yang tersebar di berbagai kegiatan di setiap bidang,” ujar Jamila.

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang cukup memengaruhi rendahnya penyerapan anggaran ialah keterlambatan realisasi dana bantuan dari pemerintah pusat, khususnya Dana Alokasi Khusus (DAK).

Menurutnya, dana bantuan tersebut kerap baru efektif direalisasikan pada triwulan akhir setelah masuk dalam batang tubuh APBD.

“Yang paling berpengaruh adalah dana bantuan dari kementerian, seperti DAK yang rata-rata baru bisa direalisasikan di triwulan empat,” pungkasnya. (adv)

Penulis : Sena

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

Videotron Pemkot Bontang Mulai Sumbang PAD, DPRD Minta Promosi Lebih Agresif
DPRD Bontang Soroti Penebangan Pohon dalam Proyek Drainase Jalan Pattimura
Polemik RKM Bontang Mencuat, DPRD Pastikan Gedung Belum Siap Difungsikan
Fraksi Gerindra DPRD Bontang Dorong Digitalisasi Keuangan Daerah Untuk Tingkatkan Efektivitas APBD
Fraksi PKB Ingatkan Pemkot Bontang, Opini WTP Bukan Sekadar Prestise
Fraksi PDI Perjuangan Dorong Perbaikan Tata Kelola Data Tata Ruang di Bontang
DPRD Kota Bontang Soroti Penumpukan Sampah, Fraksi PDI Perjuangan Minta Layanan Dioptimalkan
Harga BBM Jangan Naik, Ketua DPRD Bontang Minta Pemerintah Lindungi Daya Beli Warga

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:10 WITA

Videotron Pemkot Bontang Mulai Sumbang PAD, DPRD Minta Promosi Lebih Agresif

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:56 WITA

DPRD Bontang Soroti Penebangan Pohon dalam Proyek Drainase Jalan Pattimura

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:08 WITA

Polemik RKM Bontang Mencuat, DPRD Pastikan Gedung Belum Siap Difungsikan

Senin, 22 Juni 2026 - 20:19 WITA

Fraksi PKB Ingatkan Pemkot Bontang, Opini WTP Bukan Sekadar Prestise

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WITA

Fraksi PDI Perjuangan Dorong Perbaikan Tata Kelola Data Tata Ruang di Bontang

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:08 WITA

DPRD Kota Bontang Soroti Penumpukan Sampah, Fraksi PDI Perjuangan Minta Layanan Dioptimalkan

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:50 WITA

Harga BBM Jangan Naik, Ketua DPRD Bontang Minta Pemerintah Lindungi Daya Beli Warga

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:13 WITA

DPRD Bontang Minta Warga Simpan Kwitansi Tagihan PDAM yang Alami Kenaikan

Berita Terbaru