Pemkab Sinjai Tangani Stunting Secara Kolaboratif

- Editor

Rabu, 4 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DIKSIKU.com, Sinjai – Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar kegiatan Penguatan Perencanaan Aksi Konvergensi Stunting Tingkat Kabupaten Sinjai Tahun 2025.

Acara ini dilaksanakan di Aula Hotel Grand Rofina pada Rabu, 4 Juni 2025, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, yang hadir mewakili Bupati Sinjai, Rabu (4/5/2025).

Andi Mahyanto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dia berharap, dengan kegiatan ini dapat terwujud untuk menangani permasalahan stunting secara kolaboratif di Kabupaten Sinjai.

“Terima kasih kepada para narasumber dari tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang telah bersedia hadir secara virtual dalam kegiatan ini,” ungkap Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sinjai tersebut.

Andi Mahyanto menegaskan, stunting masih menjadi masalah nasional dan merupakan salah satu prioritas utama dalam perencanaan pembangunan. Penurunan stunting bahkan masuk dalam Asta Cita ke-4, yang berbunyi: “Memperkuat Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), Sains, Teknologi, Pendidikan, Kesehatan, Prestasi Olahraga, Kesetaraan Gender, Serta Penguatan Peran Perempuan, Pemuda, dan Penyandang Disabilitas”.

Ia menjelaskan, stunting pada anak tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik akibat kekurangan gizi kronis, tetapi juga sangat berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal. Oleh karena itu, penanganannya membutuhkan perhatian serius dan berkelanjutan dari semua pihak.

Meski prevalensi stunting Indonesia secara nasional pada tahun 2023 menunjukkan penurunan signifikan menjadi 17,80 persen dari 21,6 persen di tahun 2022, Kabupaten Sinjai justru mengalami peningkatan. Data mencatat prevalensi stunting di Sinjai pada tahun 2023 sebesar 33,5 persen, naik 4,1 persen poin dari 29,4 persen di tahun 2022.

Baca Juga :  Tega! Jasad Bayi Perempuan Dibuang di Pinggir Jalan

“Kita masih menunggu hasil akhir dari SSGI untuk Kabupaten Sinjai,” imbuhnya.

“Untuk mencegah dan mengatasi masalah stunting, diperlukan langkah-langkah strategis yang efektif dan efisien. Ini mencakup upaya pencegahan kasus baru melalui “upaya ekstra” yang melibatkan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kolaboratif dari semua pihak.”lanjut Wabup.

Selain itu, dibutuhkan pendampingan dan intervensi yang intensif secara konvergen, holistik, integratif, dan berkualitas, dengan fokus pada sasaran prioritas seperti calon pengantin, ibu hamil, serta bayi dan balita yang berisiko/berpotensi melahirkan stunting baru.

Andi Mahyanto sangat berharap, kolaborasi dalam intervensi dapat terjalin antar sektor, baik kesehatan maupun non-kesehatan, karena keberhasilan penanganan stunting sangat dipengaruhi oleh dukungan kolaborasi ini.

Kolaborasi dapat dilakukan melalui berbagai program, antara lain pembangunan sanitasi, pendampingan keluarga, pendidikan anak usia dini, penyediaan air bersih, penyediaan pangan yang aman dan bergizi, serta membangkitkan pemahaman dan kepedulian individu dan masyarakat dalam upaya penanggulangan stunting.

Faktor penting lain yang wajib diperhatikan agar upaya penurunan stunting tepat sasaran adalah kualitas data. Perbaikan data stunting, yang akan menjadi rujukan untuk perencanaan, monitoring, dan evaluasi intervensi, harus dilakukan dengan memperhatikan validitas dan akurasi data.

“Percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara terkoordinir, terpadu, dan secara bersama-sama dengan sasaran kelompok prioritas untuk mencegah terjadinya kasus stunting,” tegasnya.

Baca Juga :  Nelayan dan Pelaku Usaha Perikanan Ikuti Pelatihan Cara Penanganan Ikan yang Baik

Kepada para camat, Wakil Bupati meminta untuk memfasilitasi serta mengkoordinir desa dan kelurahan. Ia menekankan pentingnya memastikan kegiatan untuk penurunan dan pencegahan stunting di tingkat desa dan kelurahan teralokasi melalui dana transfer desa dan dana yang dikelola kelurahan, melalui lima paket layanan pokok: layanan kesehatan ibu dan anak (KIA); konseling gizi terpadu; perlindungan sosial; sanitasi dan air bersih; serta layanan pendidikan anak usia dini.

Sementara itu, perangkat daerah diminta untuk lebih fokus melakukan intervensi penurunan stunting pada desa/kelurahan lokus sesuai dengan kewenangan masing-masing.

“Seluruh kebijakan di atas membutuhkan dukungan dan komitmen dari seluruh pihak. Untuk itu, kita hadir bersama mengikuti kegiatan penguatan perencanaan ini dengan tujuan untuk menyamakan persepsi dan menggalang komitmen dari seluruh stakeholder,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Andi Mahyanto berharap masing-masing stakeholder dapat mengambil perannya, bekerja sama melakukan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sinjai. Kemitraan dan sinergitas antar seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat untuk mewujudkan Sinjai bebas stunting.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua TP. PKK Kabupaten Sinjai, Ketua DPRD Sinjai, Para Perwakilan Forkopimda,  Para Asisten Setdakab, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah atau perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dan para Camat se-Kabupaten Sinjai, Pimpinan Baznas Kabupaten Sinjai serta tamu undangan lainnya. ***

Loading

Penulis : Andi Irfan

Editor : Andi Irfan Arjuna

Sumber Berita : Dinas Kominfo Sinjai

Berita Terkait

Turnamen Antar Pelajar, Kontingen INKAI Sinjai Duduki Posisi Keempat
Dua Keris Pusaka Prabowo dan Fadli Zon Dipamerkan di Bone
Pemprov Sulsel dan Pemkab Wajo Sepakati PI Migas Sengkang 10 Persen
Rutan Sinjai Libatkan Petugas Gabungan Perkuat Pengawasan Razia dan Tes Urine
Drama Adu Penalti, Bone BerAmal FC Rebut Piala Gubernur Sulsel
Debit Sungai Saddang Menurun, Pemprov Sulsel Siapkan Pompanisasi dan Usulkan Rehabilitasi Rp1,8 Triliun
Rutan Sinjai Gelar Salat Istisqa, Doa Bersama Memohon Turun Hujan
VIDEO : Semarak Maulid di Masjid Badrissalam, Wabup Bone Puji Kekompakan Warga Perumahan BCM

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 23:35 WITA

Dua Keris Pusaka Prabowo dan Fadli Zon Dipamerkan di Bone

Selasa, 22 September 2026 - 21:33 WITA

Pemprov Sulsel dan Pemkab Wajo Sepakati PI Migas Sengkang 10 Persen

Selasa, 22 September 2026 - 11:05 WITA

Rutan Sinjai Libatkan Petugas Gabungan Perkuat Pengawasan Razia dan Tes Urine

Senin, 21 September 2026 - 20:49 WITA

Drama Adu Penalti, Bone BerAmal FC Rebut Piala Gubernur Sulsel

Minggu, 20 September 2026 - 20:13 WITA

Debit Sungai Saddang Menurun, Pemprov Sulsel Siapkan Pompanisasi dan Usulkan Rehabilitasi Rp1,8 Triliun

Jumat, 18 September 2026 - 09:31 WITA

Rutan Sinjai Gelar Salat Istisqa, Doa Bersama Memohon Turun Hujan

Selasa, 15 September 2026 - 19:29 WITA

VIDEO : Semarak Maulid di Masjid Badrissalam, Wabup Bone Puji Kekompakan Warga Perumahan BCM

Senin, 14 September 2026 - 13:32 WITA

Turnamen Mini Soccer BRI Cabang Sinjai, Bupati Ratnawati Arif: Ajang Olahraga Sarana Membangun Kebersamaan

Berita Terbaru