Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi

- Editor

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat kerja Pansus LKPJ dengan Disdamkartan Bontang, Minggu (10/5). (ist)

i

Rapat kerja Pansus LKPJ dengan Disdamkartan Bontang, Minggu (10/5). (ist)

DIKSIKU.com, Bontang – Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Bontang menerima sejumlah masukan dalam rapat kerja bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) di Kantor BPKAD, Minggu (10/5/2026).

Salah satu poin yang menjadi perhatian yakni usulan perubahan skema penganggaran belanja pegawai yang selama ini dinilai kurang fleksibel dan berdampak pada tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).

Ketua Pansus LKPJ DPRD Bontang, Ubayya Begawan, menyatakan sependapat dengan usulan Kepala Disdamkartan terkait perlunya perubahan mekanisme penyusunan anggaran gaji dan tunjangan pegawai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, selama ini pagu belanja pegawai ditentukan langsung oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), sementara organisasi perangkat daerah (OPD) hanya menerima alokasi yang sudah ditetapkan.

“Padahal, kondisi di lapangan bisa berubah, seperti pegawai pensiun, mutasi, atau kebutuhan internal lainnya,” ujar Ubayya.

Baca Juga :  Baut Jembatan Raib, DPRD Ajak Warga Bontang Jaga Fasilitas Umum

Ia menilai pola tersebut menyebabkan banyak anggaran tidak terserap maksimal. Dampaknya, anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk kebutuhan lain justru mengendap dan menjadi SiLPA.

Karena itu, Ubayya mendorong agar OPD diberikan kewenangan lebih besar dalam mengusulkan kebutuhan belanja pegawai berdasarkan kondisi riil masing-masing instansi.

Dengan skema itu, kata dia, perencanaan anggaran akan lebih tepat sasaran sekaligus menekan potensi SiLPA.

“Efek karena anggaran tidak terserap ini banyak, sayang kalau hanya jadi SiLPA,” ungkapnya.

Selain soal belanja pegawai, Pansus LKPJ juga menyoroti mekanisme anggaran kas (angkas). Saat ini, pembukaan anggaran kas dilakukan setiap tiga bulan sekali. Menurut Ubayya, pola tersebut perlu dievaluasi agar penyerapan anggaran lebih fleksibel.

Karena itu, ia akan mengusulkan agar pembukaan anggaran kas dilakukan setiap bulan sehingga OPD lebih mudah menyesuaikan kebutuhan program dan kegiatan.

Baca Juga :  Gaji Pekerja Mandek, DPRD Bontang Minta PT Badak dan PT SJL Akhiri Konflik Secara Damai

Meski demikian, ia mengingatkan agar perubahan mekanisme tersebut tetap disertai pembatasan terhadap item belanja tertentu guna mencegah potensi pengeluaran yang tidak terkendali.

“Perlu dibatasi item-item apa saja yang diperbolehkan. Toh jika diterapkan juga tidak melanggar regulasi,” katanya.

Di sisi lain, Ubayya turut mengapresiasi citra Disdamkartan Bontang yang belakangan sedang naik daun. Dari sisi serapan anggaran, ia menilai capaian instansi tersebut cukup baik karena nyaris menyentuh angka 96 persen.

Kendati demikian, ia tetap meminta Disdamkartan melakukan evaluasi dari sisi perencanaan anggaran, khususnya pada pos belanja internal serta gaji dan tunjangan pegawai yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar SiLPA daerah. (adv)

Penulis : Sena

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

Videotron Pemkot Bontang Mulai Sumbang PAD, DPRD Minta Promosi Lebih Agresif
DPRD Bontang Soroti Penebangan Pohon dalam Proyek Drainase Jalan Pattimura
Polemik RKM Bontang Mencuat, DPRD Pastikan Gedung Belum Siap Difungsikan
Fraksi Gerindra DPRD Bontang Dorong Digitalisasi Keuangan Daerah Untuk Tingkatkan Efektivitas APBD
Fraksi PKB Ingatkan Pemkot Bontang, Opini WTP Bukan Sekadar Prestise
Fraksi PDI Perjuangan Dorong Perbaikan Tata Kelola Data Tata Ruang di Bontang
DPRD Kota Bontang Soroti Penumpukan Sampah, Fraksi PDI Perjuangan Minta Layanan Dioptimalkan
Harga BBM Jangan Naik, Ketua DPRD Bontang Minta Pemerintah Lindungi Daya Beli Warga

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:10 WITA

Videotron Pemkot Bontang Mulai Sumbang PAD, DPRD Minta Promosi Lebih Agresif

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:56 WITA

DPRD Bontang Soroti Penebangan Pohon dalam Proyek Drainase Jalan Pattimura

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:08 WITA

Polemik RKM Bontang Mencuat, DPRD Pastikan Gedung Belum Siap Difungsikan

Senin, 22 Juni 2026 - 20:19 WITA

Fraksi PKB Ingatkan Pemkot Bontang, Opini WTP Bukan Sekadar Prestise

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WITA

Fraksi PDI Perjuangan Dorong Perbaikan Tata Kelola Data Tata Ruang di Bontang

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:08 WITA

DPRD Kota Bontang Soroti Penumpukan Sampah, Fraksi PDI Perjuangan Minta Layanan Dioptimalkan

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:50 WITA

Harga BBM Jangan Naik, Ketua DPRD Bontang Minta Pemerintah Lindungi Daya Beli Warga

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:13 WITA

DPRD Bontang Minta Warga Simpan Kwitansi Tagihan PDAM yang Alami Kenaikan

Berita Terbaru