Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap

- Editor

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pansus LKPJ DPRD Bontang, Ubayya Bengawan. (ist)

i

Ketua Pansus LKPJ DPRD Bontang, Ubayya Bengawan. (ist)

DIKSIKU.com, Bontang – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Bontang memberikan catatan khusus kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serapan anggaran yang memengaruhi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA).

Ketua Pansus LKPJ, Ubayya Bengawan, menilai mayoritas “penyakit” di OPD berasal dari kegiatan internal rutin yang justru tidak terserap maksimal. Bahkan, kata dia, banyak SILPA muncul dari pos belanja pegawai dan kegiatan administrasi internal yang bersifat rutin.

“Kalau dicermati, sumbangan SILPA di setiap OPD kebanyakan berasal dari kegiatan belanja rutinitas internal. Karena itu, perencanaan harus dievaluasi,” ujar Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang itu usai rapat kerja bersama sejumlah OPD di Kantor BPKAD, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, serapan anggaran yang rendah bukan hanya berdampak terhadap efektivitas program pemerintah, tetapi juga menghambat pelayanan kepada masyarakat. Bahkan, ia mengungkapkan ada OPD yang mencatat SILPA hingga miliaran rupiah yang bersumber dari belanja internal, seperti gaji dan belanja pegawai lainnya.

Baca Juga :  DPRD Bontang Kritik Distribusi Air PDAM: Air Baru Mengalir Saat Tengah Malam

“Ada OPD yang SILPA-nya sampai Rp1 miliar dari kegiatan internal. Jika kondisi seperti ini diabaikan, maka akumulasi SILPA tahun depan tidak bisa ditekan menjadi tiga persen. Kalau begitu, siap-siap saja tiarap,” tegasnya.

Ubayya mengingatkan bahwa kondisi keuangan daerah pada tahun mendatang diprediksi semakin berat. Ia memperkirakan APBD 2027 hanya berada di kisaran Rp1,5 triliun apabila tidak ada bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“APBD Bontang tahun 2027 itu hanya sekitar Rp1,7 triliun jika ada tambahan Bankeu. Kalau tidak ada, maka hanya di angka Rp1,5 triliun,” jelasnya.

Baca Juga :  Lawan Stunting, DPRD Bontang Dorong Orang Tua Rubah Pola Makan Anak

Ia kemudian memaparkan gambaran komposisi APBD tersebut. Dari total anggaran Rp1,5 triliun, pemerintah daerah tetap harus memenuhi ketentuan mandatory spending, seperti alokasi pendidikan sebesar 20 persen dan anggaran infrastruktur sekitar 40 persen. Belum lagi ditambah kebutuhan belanja pegawai yang terus meningkat.

Karena itu, Ubayya meminta setiap OPD melakukan perencanaan yang lebih matang, khususnya dalam menghitung kebutuhan belanja pegawai agar tidak menjadi salah satu penyumbang SILPA.

Selain itu, ia juga menyoroti sejumlah kegiatan belanja rutin yang serapannya belum maksimal. Menurutnya, walaupun nilai anggarannya kecil, jika tidak terserap tetap akan berdampak pada pembengkakan SILPA daerah.

“Saya sarankan OPD jangan hanya menerima anggaran, tetapi hitung dengan cermat. Jika memang kegiatannya tidak bisa dilaksanakan, tolak saja,” pungkasnya. (adv)

Penulis : Sena

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

DPRD Bontang Dorong Pembinaan Berkelanjutan Bagi Mantan Pelaku Narkoba
Bontang Kota Industri, DPRD Dorong Pembangunan Rusun Antisipasi Lonjakan Penduduk
DPRD Bontang Nilai Potensi Pajak Kawasan PT Badak LNG Belum Tergarap Maksimal
DPRD Bontang Dorong Penyesuaian Aturan Garis Sempadan Bangunan Demi Pengembangan Kota
DPRD Bontang Targetkan Raperda Lalu Lintas Rampung Dua Bulan, Jadi Dasar Penataan Transportasi
DPRD Bontang Minta Status Lahan dan Perizinan Aset Daerah Dibuka Terang, Hindari Celah Hukum
DPRD Bontang Tegaskan KMP Bukan Sasaran Pembahasan Raperda Barang Milik Daerah
Muhammad Sahib: Lemahnya Penegakan Perda Bikin Potensi PAD Bontang Terbuang

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WITA

DPRD Bontang Dorong Pembinaan Berkelanjutan Bagi Mantan Pelaku Narkoba

Senin, 6 Juli 2026 - 09:53 WITA

Bontang Kota Industri, DPRD Dorong Pembangunan Rusun Antisipasi Lonjakan Penduduk

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:43 WITA

DPRD Bontang Nilai Potensi Pajak Kawasan PT Badak LNG Belum Tergarap Maksimal

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:36 WITA

DPRD Bontang Dorong Penyesuaian Aturan Garis Sempadan Bangunan Demi Pengembangan Kota

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:44 WITA

DPRD Bontang Targetkan Raperda Lalu Lintas Rampung Dua Bulan, Jadi Dasar Penataan Transportasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:40 WITA

DPRD Bontang Minta Status Lahan dan Perizinan Aset Daerah Dibuka Terang, Hindari Celah Hukum

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:05 WITA

DPRD Bontang Tegaskan KMP Bukan Sasaran Pembahasan Raperda Barang Milik Daerah

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:31 WITA

Muhammad Sahib: Lemahnya Penegakan Perda Bikin Potensi PAD Bontang Terbuang

Berita Terbaru