DPRD Bontang Soroti Syarat Gratispol Kesehatan yang Dinilai Saklek

- Editor

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Bontang - Yusuf. (ist)

i

Anggota DPRD Bontang - Yusuf. (ist)

DIKSIKU.com, Bontang – Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Yusuf, mengingatkan pemerintah daerah agar tidak abai terhadap persoalan sosial masyarakat, khususnya di sektor kesehatan.

Menurutnya, pelayanan kesehatan menyangkut kebutuhan dasar warga yang tidak bisa ditunda maupun dipersulit dengan aturan administrasi yang kaku.

Terutama terkait program kesehatan Gratispol yang hingga kini baru mengakomodasi 1.918 warga dari total kuota 3.800 penerima untuk Kota Bontang. Rendahnya cakupan tersebut disebut dipengaruhi oleh persyaratan administrasi yang ketat.

“Jangan sampai timbul gejolak di kemudian hari. Apalagi urusan sakit tidak bisa diprediksi. Hal-hal seperti ini yang harus diperhatikan pemerintah,” ujar Yusuf, Senin (11/5/2026).

Menurut politisi PKB ini, pemerintah tidak bisa hanya berpatokan pada aturan administratif semata. Sebab, ketika masyarakat berada dalam kondisi sakit, yang dibutuhkan adalah kepastian pelayanan, bukan prosedur yang berbelit.

Baca Juga :  Kasus Sidrap, DPRD Bontang Nilai Pusat Tak Konsisten Hadapi Sengketa Daerah

“Saran saya, sebaiknya dari sekarang dipikirkan langkah antisipasi untuk kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia juga menilai perlu ada kebijakan yang lebih fleksibel dalam menyikapi persoalan kesehatan warga. Sebab, dalam kondisi darurat, masyarakat cenderung mengabaikan aturan demi mendapatkan penanganan medis.

“Saya rasa ada kebijakan yang harus diambil. Karena kalau sudah sakit, semua aturan bisa dilanggar. Apalagi yang membuat aturan juga manusia, bukan mesin,” tegasnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah provinsi dapat mengevaluasi kebijakan maupun persyaratan program kesehatan agar tidak terlalu kaku dalam implementasinya di lapangan.

Selain menyinggung program Gratispol, Yusuf juga mengingatkan soal potensi kekurangan anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar Rp1,2 miliar yang harus segera diantisipasi pemerintah daerah.

Baca Juga :  DPRD Bontang Dukung Perombakan Sistem Rekrutmen, Siap Akhiri Era Orang Dalam

Menurutnya, persoalan anggaran kesehatan tidak boleh dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat. Ia khawatir jika tidak disiapkan sejak sekarang, pemerintah akan kewalahan ketika kebutuhan pelayanan meningkat.

“Jangan sampai nanti kewalahan. Hal seperti ini harus dipikirkan dari sekarang,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Bahktiar Mabe, sebelumnya mengungkapkan bahwa program Gratispol saat ini sangat selektif dalam memverifikasi usulan peserta dari daerah. Padahal, kata dia, seluruh data calon penerima telah dikirimkan Pemkot Bontang ke pemerintah provinsi. Namun, yang disetujui baru 1.918 peserta.

“Sulit, karena jika tidak sakit, tidak diproses. Sebaliknya, jika sudah sakit dan berada di rumah sakit atau puskesmas, baru diproses. Ini yang menjadi persoalan dalam program kesehatan Gratispol,” ungkap Bahktiar. (adv)

Penulis : Sena

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

DPRD Bontang Dorong Pembinaan Berkelanjutan Bagi Mantan Pelaku Narkoba
Bontang Kota Industri, DPRD Dorong Pembangunan Rusun Antisipasi Lonjakan Penduduk
DPRD Bontang Nilai Potensi Pajak Kawasan PT Badak LNG Belum Tergarap Maksimal
DPRD Bontang Dorong Penyesuaian Aturan Garis Sempadan Bangunan Demi Pengembangan Kota
DPRD Bontang Targetkan Raperda Lalu Lintas Rampung Dua Bulan, Jadi Dasar Penataan Transportasi
DPRD Bontang Minta Status Lahan dan Perizinan Aset Daerah Dibuka Terang, Hindari Celah Hukum
DPRD Bontang Tegaskan KMP Bukan Sasaran Pembahasan Raperda Barang Milik Daerah
Muhammad Sahib: Lemahnya Penegakan Perda Bikin Potensi PAD Bontang Terbuang

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WITA

DPRD Bontang Dorong Pembinaan Berkelanjutan Bagi Mantan Pelaku Narkoba

Senin, 6 Juli 2026 - 09:53 WITA

Bontang Kota Industri, DPRD Dorong Pembangunan Rusun Antisipasi Lonjakan Penduduk

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:43 WITA

DPRD Bontang Nilai Potensi Pajak Kawasan PT Badak LNG Belum Tergarap Maksimal

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:36 WITA

DPRD Bontang Dorong Penyesuaian Aturan Garis Sempadan Bangunan Demi Pengembangan Kota

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:44 WITA

DPRD Bontang Targetkan Raperda Lalu Lintas Rampung Dua Bulan, Jadi Dasar Penataan Transportasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:40 WITA

DPRD Bontang Minta Status Lahan dan Perizinan Aset Daerah Dibuka Terang, Hindari Celah Hukum

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:05 WITA

DPRD Bontang Tegaskan KMP Bukan Sasaran Pembahasan Raperda Barang Milik Daerah

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:31 WITA

Muhammad Sahib: Lemahnya Penegakan Perda Bikin Potensi PAD Bontang Terbuang

Berita Terbaru