Amir Tosina: Pengerjaan Jalan Soekarno Hatta Harus Lengkap, Jangan Cuma Atasi Longsor

- Editor

Senin, 22 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Bontang Amir Tosina. (int)

i

Anggota DPRD Bontang Amir Tosina. (int)

DIKSIKU.com, Bontang – Pengerjaan perbaikan longsor di Jalan Soekarno Hatta, Bontang Lestari, telah selesai, namun kondisi jalan masih menyisakan masalah. Setengah dari jalan tersebut masih tertutup timbunan tanah yang belum diaspal, menyebabkan ketidaknyamanan bagi para pengguna jalan.

Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina, meminta Pemerintah Kota Bontang segera menyelesaikan pengerjaan ini dengan sempurna.

“Memang longsorannya sudah diatasi, tetapi kondisi jalan masih jauh dari ideal. Kami butuh tindakan lanjut untuk meratakan dan mengaspal jalan ini agar dapat digunakan sepenuhnya,” ujar Amir saat rapat paripurna.

Amir mengkritisi kondisi jalan yang belum bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh pengendara. Dengan hanya setengah jalan yang bisa digunakan, risiko kecelakaan dan ketidaknyamanan pengguna jalan meningkat, membuat akses di area tersebut jauh dari optimal.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Bontang, Basri Rase, menjelaskan bahwa pengerjaan pengaspalan jalan memang belum masuk dalam rencana proyek lanjutan.

Menurut Basri, proyek yang telah selesai hanya mencakup stabilisasi tanah untuk mencegah longsor lebih lanjut, dan perencanaan pengaspalan akan dibahas di tahap selanjutnya.

Baca Juga :  Posisi Wakil Ketua Lowong, DPRD Bontang Tunggu Restu PDIP

“Pekerjaan di sana sudah dianggap selesai karena hanya penanganan longsor yang ditargetkan. Pengaspalan memang belum termasuk dalam proyek ini dan akan dibahas dalam rencana mendatang,” ungkap Basri.

Dengan demikian, perbaikan jalan ini masih menjadi tugas yang harus segera diselesaikan oleh Pemkot Bontang. Pengguna jalan berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk memastikan keseluruhan jalan dapat diakses dengan aman dan nyaman. (adv)

Loading

Penulis : AS

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema
Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi
Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar
DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok
DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara
Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap
Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari
Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:49 WITA

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema

Senin, 11 Mei 2026 - 18:31 WITA

Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi

Senin, 11 Mei 2026 - 17:33 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar

Senin, 11 Mei 2026 - 17:13 WITA

DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:48 WITA

Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:37 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:22 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terbaru

Ketua DPRD Bontang, Andi Faiz

DPRD Bontang

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA