Polemik Memanas, Edy Saputra Syam Meradang Namanya Dicatut di Bone Fun Run 2026

- Editor

Sabtu, 11 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BKPSDM Bone yang juga Plt Kadisdik Bone, Edy, Saputra Syam. (foto:facebook)

i

Kepala BKPSDM Bone yang juga Plt Kadisdik Bone, Edy, Saputra Syam. (foto:facebook)

DIKSIKU.com, Bone – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, geram namanya dicatut sebagai pihak yang harus dihubungi terkait pengembalian dana (refund) peserta Bone Fun Run 2026.

Dengan nada tegas, Edy menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah terlibat dalam kepanitiaan kegiatan tersebut, apalagi dalam urusan keuangan.

“Pertama, saya tidak pernah terlibat di kepanitiaan Bone Fun Run. Kedua, saya merasa keberatan karena nama saya dicatut sebagai penanggung jawab kegiatan tersebut,” kesal Edy, Sabtu (11/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekesalan Edy memuncak ketika dirinya dibanjiri pesan dari peserta yang meminta kejelasan pengembalian dana. Ia mengaku benar-benar tidak mengetahui apapun terkait alur pendaftaran maupun pengelolaan uang peserta.

“Banyak yang WhatsApp saya, minta berkoordinasi soal refund. Padahal saya tidak tahu sama sekali. Berapa pesertanya, uangnya ke mana, rekeningnya ke mana, saya tidak tahu,” tegas Edy yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Pendidikan Bone.

Ia merasa dirugikan secara pribadi karena seolah-olah diposisikan sebagai pihak yang bertanggung jawab, padahal tidak pernah dilibatkan sejak awal.

Baca Juga :  Setelah Motor MBG Diperdebatkan, Kini Ribuan Truk Rp 10,8 Triliun Disorot Publik

“Saya ini seakan-akan disuruh bertanggung jawab atas sesuatu yang saya sendiri tidak tahu. Ini yang membuat saya sangat tidak nyaman,” katanya.

Edy menjelaskan, interaksinya dengan pihak penyelenggara hanya sebatas menerima beberapa orang yang datang berkoordinasi terkait rencana kegiatan.

“Memang pihak Lapatau (komunitas run, red) pernah ada yang menghadap sama saya. Ada atas nama Bu Ira, ada atas nama Pak Fandi, ada Via telepon atas nama Pak Hamka, mempertanyakan bagaimana keberlanjutan kegiatan tersebut,” pungkasnya.

Namun kata Edy, dirinya menegaskan saat itu bahwa hanya bisa memberikan dukungan terbatas dalam hal sosialisasi, bukan teknis pelaksanaan apalagi pengelolaan dana.

Ia kembali menegaskan tidak memiliki pengetahuan terkait pengelolaan dana, metode pembayaran, hingga pihak yang bertindak sebagai admin kegiatan.

“Saya tidak tahu uang registrasinya ke mana, bagaimana metodenya, siapa adminnya, itu saya tidak pernah tahu sampai ke situ,” katanya.

Merasa nama baiknya telah dirugikan, Edy dengan tegas meminta panitia segera memberikan klarifikasi dan menghentikan pencatutan namanya.

“Saya minta nama saya dipulihkan. Kalau tidak, saya akan ambil langkah hukum. Ini tidak bisa dibiarkan, harus di-clear-kan,” tegasnya.

Baca Juga :  13 Km Penuh Bahaya, Perjuangan Guru ke Sekolah Ini Bikin Netizen Terenyuh Sekaligus Geram

Ia menambahkan, situasi ini membuatnya berada dalam posisi yang tidak adil di mata publik.

“Jujur saja, saya sangat keberatan. Saya jadi sasaran pertanyaan banyak orang, padahal saya tidak punya kaitan apa-apa dengan pengelolaan dana itu,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, kegiatan Bone Fun Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026, resmi dibatalkan. Informasi pembatalan tersebut sebelumnya diumumkan melalui akun Instagram panitia, namun saat ini akun tersebut sudah tidak dapat diakses.

Panitia menyampaikan keputusan pembatalan diambil setelah mencermati perkembangan kerja sama dengan Pemerintah Daerah Bone selaku inisiator dan pemilik kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi terbaru, terdapat kondisi yang tidak memungkinkan kegiatan tersebut tetap dilaksanakan sesuai jadwal.

Penyelenggara juga mengakui bahwa pembatalan ini menimbulkan pertanyaan dari peserta yang telah mendaftar, khususnya terkait hak dan pengembalian dana. Saat ini, panitia mengaku tengah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Pemda Bone guna mencari solusi terbaik yang tidak merugikan peserta maupun penyelenggara.

Penulis : Idhul Abdullah

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

MBG 2025 Tuai Kritik, Anggaran Non Pangan Dinilai Lebih Besar dari Kebutuhan Utama
13 Km Penuh Bahaya, Perjuangan Guru ke Sekolah Ini Bikin Netizen Terenyuh Sekaligus Geram
Rencana Besar Gagal Total, Bone Fun Run 2026 Resmi Dibatalkan
Setelah Motor MBG Diperdebatkan, Kini Ribuan Truk Rp 10,8 Triliun Disorot Publik
Kejati Maluku Periksa Nasabah, Dalang Kredit Fiktif BRI Mulai Diusut
Proyek Sekolah Rakyat di Bajoe Bone Picu Amarah Warga, Debu dan Lumpur Jadi Ancaman
Tahanan Rumah Eks Menag Picu Polemik, KPK Dituding Beri Perlakuan Khusus
Penutupan Pelabuhan Bajoe Picu Gejolak, Aktivitas Ekonomi Masyarakat Terancam Lumpuh

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 18:27 WITA

MBG 2025 Tuai Kritik, Anggaran Non Pangan Dinilai Lebih Besar dari Kebutuhan Utama

Sabtu, 11 April 2026 - 17:31 WITA

13 Km Penuh Bahaya, Perjuangan Guru ke Sekolah Ini Bikin Netizen Terenyuh Sekaligus Geram

Sabtu, 11 April 2026 - 17:09 WITA

Polemik Memanas, Edy Saputra Syam Meradang Namanya Dicatut di Bone Fun Run 2026

Jumat, 10 April 2026 - 14:06 WITA

Setelah Motor MBG Diperdebatkan, Kini Ribuan Truk Rp 10,8 Triliun Disorot Publik

Kamis, 9 April 2026 - 15:42 WITA

Kejati Maluku Periksa Nasabah, Dalang Kredit Fiktif BRI Mulai Diusut

Selasa, 7 April 2026 - 17:38 WITA

Proyek Sekolah Rakyat di Bajoe Bone Picu Amarah Warga, Debu dan Lumpur Jadi Ancaman

Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:47 WITA

Tahanan Rumah Eks Menag Picu Polemik, KPK Dituding Beri Perlakuan Khusus

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:59 WITA

Penutupan Pelabuhan Bajoe Picu Gejolak, Aktivitas Ekonomi Masyarakat Terancam Lumpuh

Berita Terbaru