Prabowo Hadapi Sorotan Publik, Banjir Sumatera Diduga Bukan Sekadar Bencana Alam

- Editor

Rabu, 3 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tumpukan kayu gelondogan pasca banjir Sumatra. (int)

i

Tumpukan kayu gelondogan pasca banjir Sumatra. (int)

DIKSIKU.com, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto telah memperoleh laporan menyeluruh terkait faktor-faktor yang memicu banjir besar di sejumlah wilayah Sumatera dalam beberapa pekan terakhir. Informasi tersebut disampaikan Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani, pada Rabu (3/12/2025).

Menurut Muzani, laporan yang diterima Presiden mencakup dugaan keterlibatan praktik pembalakan liar. Ia merujuk pada hasil peninjauan lapangan berupa foto dan video yang menunjukkan tumpukan kayu terbawa arus banjir. Material tersebut, kata Muzani, diduga bukan berasal dari pohon tumbang akibat cuaca ekstrem, melainkan kayu hasil tebangan lama.

Baca Juga :  Proyek Sekolah Rakyat di Bajoe Bone Picu Amarah Warga, Debu dan Lumpur Jadi Ancaman

“Dari visual yang kami lihat, ada indikasi kayu-kayu itu bukan dari pohon yang baru roboh. Jika benar, ini menunjukkan adanya aktivitas pembalakan liar yang perlu ditindaklanjuti,” ujar Muzani.

Ia menambahkan, temuan tersebut menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi memperberat dampak bencana, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Namun, Muzani tidak merinci langkah pemerintah berikutnya maupun isi lengkap laporan yang diterima Presiden.

Baca Juga :  Jenazah Pramugari Korban Pesawat ATR Berhasil Dievakuasi dari Gunung Bulusaraung

Di sisi lain, anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan meminta pemerintah melakukan penyelidikan menyeluruh terkait kayu-kayu gelondongan yang terseret banjir. Ia mendorong pembentukan tim investigasi untuk memeriksa asal-usul material tersebut dan kemungkinan adanya pelanggaran.

“Pemerintah perlu memastikan apakah kayu itu terkait penebangan liar dan siapa pihak yang bertanggung jawab,” kata Daniel. Ia menilai penyelidikan resmi diperlukan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap upaya pemerintah dalam penanganan bencana.

Penulis : Redaksi Diksiku

Editor : Idul Abdullah

Sumber Berita : JPNN.com

Berita Terkait

Heboh! Istri Digoyang Pria Lain, Keluarga Suami Datang Menggerebek Dini Hari
MUI Tegaskan Pria Berkostum Perempuan saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram
Bea Cukai Perketat Pengawasan Rokok Ilegal Lewat Operasi ASAP 2026
BGN Larang Dapur MBG Gunakan Minyakita, LPG 3 Kg, dan Beras SPHP
DPR Soroti Maraknya Aksi Main Hakim Sendiri, Minta Pelaku Diproses Hukum
Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terkait Kasus ASABRI dan Dugaan TPPU
Yasir Machmud Resmi Dilantik Pimpin DPN Pengusaha Tani Indonesia HKTI Periode 2026–2031
527 Ribu Laporan Masuk ke PPATK, Korupsi hingga Penggelapan Jadi Dugaan Terbanyak

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:00 WITA

MUI Tegaskan Pria Berkostum Perempuan saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:27 WITA

Bea Cukai Perketat Pengawasan Rokok Ilegal Lewat Operasi ASAP 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:25 WITA

BGN Larang Dapur MBG Gunakan Minyakita, LPG 3 Kg, dan Beras SPHP

Senin, 27 Juli 2026 - 21:50 WITA

DPR Soroti Maraknya Aksi Main Hakim Sendiri, Minta Pelaku Diproses Hukum

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:42 WITA

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terkait Kasus ASABRI dan Dugaan TPPU

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:03 WITA

Yasir Machmud Resmi Dilantik Pimpin DPN Pengusaha Tani Indonesia HKTI Periode 2026–2031

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:58 WITA

527 Ribu Laporan Masuk ke PPATK, Korupsi hingga Penggelapan Jadi Dugaan Terbanyak

Senin, 20 Juli 2026 - 20:03 WITA

Mendagri Soroti Kepala Daerah Terjerat Korupsi Usai Ikuti Pembekalan Presiden

Berita Terbaru