Polemik Gerbong Wanita di Tengah KRL, Menteri PPPA Akui Kurang Tepat

- Editor

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DIKSIKU.com , Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyampaikan permintaan maaf terkait pernyataannya mengenai usulan penempatan gerbong khusus perempuan di bagian tengah rangkaian KRL setelah insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur. 

Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Rabu (29/4/2026), Arifah mengakui bahwa pernyataannya dinilai tidak tepat dan kurang mempertimbangkan sensitivitas situasi yang sedang terjadi. 

“Terkait pernyataan saya pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat,” kata Arifah dalam keterangan video. 

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, terutama kepada korban serta keluarga yang terdampak akibat pernyataannya tersebut. 

Baca Juga :  Lindungi Anak dari Kekerasan, Pemerintah Luncurkan Layanan SAPA 129

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti dan tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” sambungnya. 

Pernyataan tersebut muncul setelah kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur, di mana gerbong khusus perempuan pada KRL dilaporkan tertabrak kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek. 

Arifah menegaskan bahwa tidak ada niat untuk membedakan tingkat keselamatan antara perempuan dan laki-laki. Menurutnya, perlindungan terhadap seluruh penumpang harus menjadi perhatian utama. 

“Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki,” jelas Arifah. 

Baca Juga :  Di Sekolah Tua Ini, Anak-anak Bone Belajar Sambil Menahan Cemas

Ia menambahkan, pemerintah saat ini lebih memusatkan perhatian pada proses penanganan korban kecelakaan, baik korban meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka. 

“Saat ini, prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik kepada seluruh korban, baik yang meninggal dunia, maupun yang mengalami luka-luka,” jelas Arifah. 

Sebelumnya, Arifah sempat mengusulkan agar gerbong perempuan ditempatkan di bagian tengah rangkaian kereta. Usulan itu disampaikan setelah dirinya menjenguk korban kecelakaan di RSUD Bekasi pada Selasa (28/4). 

“Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ujar Arifah kepada wartawan setelah menjenguk korban di RSUD Bekasi.

Penulis : Redaksi Diksiku

Editor : Frida Rijal

Sumber Berita : Detik.com

Berita Terkait

Penyiram Air Keras Andrie Yunus Lolos dari Pemecatan, TAUD Soroti Putusan Militer
Ketika Rumah Nyaris Ambruk, Seorang Ibu di Bone Bertahan Demi Anak dan Tak Punya Tempat Lain
Di Sekolah Tua Ini, Anak-anak Bone Belajar Sambil Menahan Cemas
OTT KPK di Unsoed, 14 Orang Diamankan dan Uang Ratusan Juta Disita
BGN Tutup 1.300 SPPG, DPR: Jangan Kompromi Soal Keamanan Pangan
Penyelundupan Emas Rp 60 Miliar Terbongkar, Oknum Petugas Bandara Diduga Terlibat
Heboh! Istri Digoyang Pria Lain, Keluarga Suami Datang Menggerebek Dini Hari
Bea Cukai Perketat Pengawasan Rokok Ilegal Lewat Operasi ASAP 2026

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 21:24 WITA

Penyiram Air Keras Andrie Yunus Lolos dari Pemecatan, TAUD Soroti Putusan Militer

Kamis, 3 September 2026 - 23:14 WITA

Ketika Rumah Nyaris Ambruk, Seorang Ibu di Bone Bertahan Demi Anak dan Tak Punya Tempat Lain

Kamis, 3 September 2026 - 22:10 WITA

Di Sekolah Tua Ini, Anak-anak Bone Belajar Sambil Menahan Cemas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:35 WITA

OTT KPK di Unsoed, 14 Orang Diamankan dan Uang Ratusan Juta Disita

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:48 WITA

BGN Tutup 1.300 SPPG, DPR: Jangan Kompromi Soal Keamanan Pangan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:35 WITA

Penyelundupan Emas Rp 60 Miliar Terbongkar, Oknum Petugas Bandara Diduga Terlibat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:44 WITA

Heboh! Istri Digoyang Pria Lain, Keluarga Suami Datang Menggerebek Dini Hari

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:27 WITA

Bea Cukai Perketat Pengawasan Rokok Ilegal Lewat Operasi ASAP 2026

Berita Terbaru

Eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (ist)

Nasional

Purbaya Bongkar Alasan Pencopotannya dari Menkeu

Kamis, 24 Sep 2026 - 12:56 WITA