Kasus Penganiayaan Balita Gegerkan Aceh, Daycare Baby Preneur Beri Klarifikasi Resmi

- Editor

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DIKSIKU.com, Aceh – Pengelola Daycare Baby Preneur di kawasan Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat terkait dugaan penganiayaan anak yang terjadi di tempat penitipan tersebut. Permintaan maaf itu ditujukan terutama kepada keluarga korban yang terdampak atas peristiwa tersebut. 

Owner Daycare Baby Preneur, Husaini, mengatakan pihaknya memahami keresahan yang muncul di tengah masyarakat setelah kasus itu menjadi perhatian publik. 

“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua/wali murid, atas keresahan dan kekhawatiran yang timbul akibat kejadian yang terjadi di lingkungan daycare baby preneur,” ujar Husaini di Banda Aceh, Kamis. 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan keterlambatan penyampaian pernyataan resmi dilakukan karena menghormati proses penyelidikan yang sedang ditangani aparat penegak hukum. Menurutnya, pihak daycare memilih menunggu perkembangan pemeriksaan sebelum memberikan keterangan kepada publik. 

Baca Juga :  ESDM Gandeng PPATK Telusuri Aliran Dana Tambang Emas Ilegal Rp 992 Triliun

Saat ini, terduga pelaku masih menjalani proses hukum dan pemeriksaan oleh kepolisian. Husaini menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat berwenang. 

“Kami menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada pihak berwenang dan mendukung langkah hukum yang dilakukan,” katanya. 

Dalam klarifikasinya, Husaini juga menegaskan bahwa Daycare Baby Preneur tidak memiliki hubungan manajemen dengan TK Khalifah Aceh 3, meskipun dirinya juga menjadi owner lembaga pendidikan tersebut. Ia menyebut kedua institusi berjalan secara terpisah. 

“Daycare Baby Preneur dan TK Khalifah Aceh 3 merupakan dua unit yang berbeda manajemen, operasional, serta di lokasi berbeda,” tegasnya. 

Ia menyampaikan penyesalan mendalam atas dugaan kekerasan terhadap balita yang terjadi di daycare tersebut. Husaini menegaskan pihaknya tidak mentoleransi tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun, terutama yang melibatkan anak-anak. 

Baca Juga :  Laporan Mengalir, Polres Bone Siapkan Langkah Hukum Untuk Pengembang Nakal

Ke depan, pengelola berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh dan memperketat sistem pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang. 

“Saya memohon doa, dukungan, dari seluruh masyarakat agar proses ini berjalan dengan baik dan keadilan dapat ditegakkan,” demikian Husaini. 

Kasus dugaan penganiayaan ini sebelumnya mencuat setelah rekaman CCTV daycare beredar dan dapat diakses oleh orang tua murid. Rekaman tersebut memicu perhatian publik dan mendorong penyelidikan lebih lanjut. 

Hingga kini, kepolisian telah menetapkan tiga orang pengasuh sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Pemerintah Kota Banda Aceh juga telah mengambil langkah dengan menyegel serta menutup permanen tempat penitipan anak itu.

Penulis : Redaksi Diksiku

Editor : Frida Rijal

Sumber Berita : Antara news

Berita Terkait

“Ke Mana Wakil Rakyat Kita?” WIB Soroti Kinerja DPRD Bone
PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Outsourcing, Ribuan Pegawai Terancam Kehilangan Status ASN
WIB Soroti Tertutupnya Pengelolaan CSR di Bone, Ajukan RDPU ke DPRD
Mencari Data CSR di Bone, Berujung Lempar Kewenangan Antarinstansi
Komdigi Murka! Video Amien Rais Soal Prabowo dan Teddy Penuh Ujaran Kebencian
Polemik Gerbong Wanita di Tengah KRL, Menteri PPPA Akui Kurang Tepat
Meski Ditutup Sementara, Ribuan Dapur MBG Tetap Terima Insenfif Rp 6 Juta per Hari
Banyak Pengelola SPPG Ngaku Tak Tahu SOP, BGN: Itu Alasan Lama

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:37 WITA

“Ke Mana Wakil Rakyat Kita?” WIB Soroti Kinerja DPRD Bone

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:23 WITA

PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Outsourcing, Ribuan Pegawai Terancam Kehilangan Status ASN

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:35 WITA

WIB Soroti Tertutupnya Pengelolaan CSR di Bone, Ajukan RDPU ke DPRD

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:29 WITA

Mencari Data CSR di Bone, Berujung Lempar Kewenangan Antarinstansi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:43 WITA

Komdigi Murka! Video Amien Rais Soal Prabowo dan Teddy Penuh Ujaran Kebencian

Kamis, 30 April 2026 - 20:53 WITA

Kasus Penganiayaan Balita Gegerkan Aceh, Daycare Baby Preneur Beri Klarifikasi Resmi

Kamis, 30 April 2026 - 19:07 WITA

Polemik Gerbong Wanita di Tengah KRL, Menteri PPPA Akui Kurang Tepat

Kamis, 30 April 2026 - 07:14 WITA

Meski Ditutup Sementara, Ribuan Dapur MBG Tetap Terima Insenfif Rp 6 Juta per Hari

Berita Terbaru

DPRD Kota Bontang menggelar rapat kerja dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda P2APBD Tahun Anggaran 2025, Rabu (17/6/2026).

DPRD Bontang

DPRD Bontang Dorong Anggaran Lebih Efektif dan Tepat Sasaran

Kamis, 18 Jun 2026 - 20:03 WITA