Harga Material Melonjak, DPRD Bontang Minta Evaluasi RTRW Untuk Zona Tambang

- Editor

Selasa, 10 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib. (ist)

i

Anggota Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib. (ist)

DIKSIKU.com, Bontang – Gelombang kenaikan harga material bangunan seperti tanah uruk, pasir, dan batu kini menghantam sektor konstruksi di Kota Bontang. Kondisi ini menjadi sorotan tajam dari Anggota Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, yang menyebut penyebab utamanya adalah terhentinya operasional tambang galian C di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Kanaan.

Penutupan tersebut dilakukan oleh Dinas ESDM dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, yang berdampak langsung pada ketersediaan pasokan material lokal. Akibatnya, para pelaku konstruksi harus mendatangkan bahan dari luar kota, yang tentu menambah beban biaya.

“Begitu sumber lokal dihentikan, harga langsung melonjak karena harus kirim dari luar daerah. Biaya transportasi jadi beban tambahan,” ujar Muhammad Sahib, Selasa (10/6/2025).

Ia menilai keberadaan tambang legal dalam wilayah kota sebenarnya krusial untuk menstabilkan harga bahan bangunan. Ketiadaan pasokan lokal membuat masyarakat dan pelaku usaha kesulitan menjangkau harga yang wajar.

Menurut Sahib, saat ini banyak pelaku tambang yang beroperasi secara tidak resmi, sehingga rawan konflik dengan penegak hukum. Ia mendorong agar seluruh pelaku usaha segera menempuh jalur legalisasi agar tidak ada lagi permainan “kucing-kucingan” di lapangan.

“Kalau ikuti aturan, izin bisa diurus. Sayangnya, masih banyak yang pilih jalan pintas,” tuturnya.

Baca Juga :  Setwan DPRD Bontang Jadi Kampiun Dispora Cup 2026, Andi Faiz Raih The Best Ultimate Leader

Lebih dari itu, ia juga menyoroti pentingnya Pemerintah Kota Bontang untuk mengevaluasi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW), guna menentukan zona yang memungkinkan untuk kegiatan tambang galian C.

“Entah itu di dalam kota atau di luar batas administratif, selama sesuai dengan RTRW, aktivitas tambang harus punya kejelasan wilayah,” tegas Sahib.

Dengan penataan ulang zona dan dorongan legalisasi usaha tambang, diharapkan harga material bangunan kembali stabil dan pembangunan di Bontang bisa berjalan tanpa hambatan besar di sektor logistik. (adv)

Loading

Penulis : Sdh

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema
Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi
Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar
DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok
DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara
Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap
Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari
Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:49 WITA

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema

Senin, 11 Mei 2026 - 18:31 WITA

Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi

Senin, 11 Mei 2026 - 17:33 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar

Senin, 11 Mei 2026 - 17:13 WITA

DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:48 WITA

Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:37 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:22 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:06 WITA

DPRD Bontang Dukung Penuh Setwan FC Tampil Dominan di Kapolres Cup

Berita Terbaru