Mantan Kepala Desa di Bone Jadi Tersangka Korupsi Rp 400 Juta

- Editor

Kamis, 17 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kades Laoni dittahan usai ditetapkan tersangka kasus korupsi dana desa. (ist)

i

Kades Laoni dittahan usai ditetapkan tersangka kasus korupsi dana desa. (ist)

DIKSIKU.com, Bone – Kasus dugaan korupsi yang melibatkan penggunaan Dana Desa pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2019 dan 2020 di Desa Laoni, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, kini memasuki babak baru.

Pada Kamis, 17 Oktober 2024, penyidik dari Cabang Kejaksaan Negeri Bone di Pompanua menetapkan NL, mantan Kepala Desa Laoni, sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Penetapan ini dilakukan setelah hasil perhitungan dari Inspektorat Kabupaten Bone mengungkapkan adanya kerugian negara sebesar Rp 409.680.094.

Baca Juga :  Pelaku Penikaman di Dusun Manimpahoi Sinjai Tengah Akhirnya Diringkus

Dugaan tindak pidana korupsi ini mencakup sejumlah penyimpangan, termasuk pekerjaan fisik yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), pajak yang tidak disetorkan ke negara, serta penggunaan dana penyertaan BUMDes yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Saat ini, NL telah ditahan dan dititipkan di Lapas Kelas II A Watampone,” kata Kasi Intel Kejari Bone, Andi Hairil Akhmad, dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Kamis (17/10/2024).

Kasus ini disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah oleh Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001.

Baca Juga :  Bareskrim Bongkar Kasino di Batam, 197 Orang Diamankan dan Uang Rp7,79 Miliar Disita

“Selain itu, N L juga diancam dengan Pasal 64 ayat (1) KUHP, dengan dakwaan subsidiar Pasal 3 dari undang-undang yang sama,” tambahnya.

Penyidikan terus berlanjut, dan publik menantikan keadilan ditegakkan dalam kasus yang menyangkut penggunaan dana desa yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.

Penulis : Idhul Abdullah

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

Terjerat Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Hellyana Diberhentikan Sementara dari Kursi Wagub
Kepergok Mencuri, Pelaku Gigit Telinga Korban Hingga Putus
Kasus Karhutla Meluas, Polda Kalteng Sudah Tetapkan 38 Tersangka
Buronan Napi Narkoba Bayu Wicaksono Ditangkap di Myanmar, Kini Dibawa ke Bareskrim
Bareskrim Bongkar Kasino di Batam, 197 Orang Diamankan dan Uang Rp7,79 Miliar Disita
Cetak Uang Palsu Rp36 Miliar, Sindikat Siapkan Mesin Produksi Senilai Rp1 Miliar
Istri Minta Cerai, Suami Naik Pitam hingga Serang Pakai Celurit
Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan Anak di Masjid Bone, Rekaman CCTV Jadi Barang Bukti

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:49 WITA

Terjerat Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Hellyana Diberhentikan Sementara dari Kursi Wagub

Selasa, 29 September 2026 - 15:56 WITA

Kepergok Mencuri, Pelaku Gigit Telinga Korban Hingga Putus

Sabtu, 26 September 2026 - 17:37 WITA

Kasus Karhutla Meluas, Polda Kalteng Sudah Tetapkan 38 Tersangka

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:46 WITA

Buronan Napi Narkoba Bayu Wicaksono Ditangkap di Myanmar, Kini Dibawa ke Bareskrim

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:35 WITA

Bareskrim Bongkar Kasino di Batam, 197 Orang Diamankan dan Uang Rp7,79 Miliar Disita

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:27 WITA

Cetak Uang Palsu Rp36 Miliar, Sindikat Siapkan Mesin Produksi Senilai Rp1 Miliar

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:18 WITA

Istri Minta Cerai, Suami Naik Pitam hingga Serang Pakai Celurit

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:59 WITA

Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan Anak di Masjid Bone, Rekaman CCTV Jadi Barang Bukti

Berita Terbaru