Nasib 250 Honorer Terancam, DPRD Bontang Minta Pemerintah Tak Lepas Tangan

- Editor

Kamis, 5 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal (kiri) saat RDP bersama Ketua Komisi, Heri Keswanto (kanan). (ist)

i

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal (kiri) saat RDP bersama Ketua Komisi, Heri Keswanto (kanan). (ist)

DIKSIKU.com, Bontang – Pemutusan kontrak kerja terhadap ratusan tenaga honorer di Bontang memantik reaksi dari DPRD. Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, menyoroti kebijakan tersebut yang dinilai akan memicu gelombang pengangguran baru.

Langkah pemutusan kontrak ini mengacu pada Surat Edaran nomor B/800.1.2.2/519/BKPSDM/2025 yang ditandatangani Sekretaris Daerah Aji Arlynawati, di mana seluruh tenaga non-ASN dengan masa kerja di bawah dua tahun direncanakan diberhentikan paling lambat 30 Juni 2026.

Menanggapi hal itu, Saeful meminta agar para honorer yang terdampak yakni sebanyak 250 orang, tidak ditinggalkan begitu saja. Ia menekankan pentingnya pencarian skema alternatif agar mereka tetap dapat bekerja dan berkontribusi, baik di sektor pemerintahan maupun swasta.

“Mereka ini sudah ikut menopang layanan publik. Tidak bisa semata-mata diberhentikan tanpa ada solusi,” tegas politisi dari PKS itu, Kamis (5/6/2025).

Menurutnya, pemerintah perlu membuka peluang kerja baru bagi para honorer melalui berbagai pendekatan, termasuk pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) industri yang beroperasi di Bontang.

“Kami berharap solusi tidak hanya dibebankan ke APBD, tetapi juga melibatkan sektor usaha yang bisa membuka ruang kerja tambahan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Refleksi HUT RI ke-79, Winardi Serukan Pentingnya Persatuan Menjelang Pilkada 2024

Saeful mengungkapkan, Komisi A DPRD sebelumnya bahkan telah melakukan upaya serius dengan bertandang langsung ke Kementerian Dalam Negeri. Namun karena keputusan penghapusan honorer merupakan bagian dari kebijakan nasional, ruang manuver daerah menjadi terbatas.

“Kami dulu sudah berusaha menghalau kebijakan ini, tapi karena ini perintah pusat, maka daerah harus tunduk,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan DPRD tetap akan mengawal agar tenaga honorer tidak kehilangan arah dan tetap mendapat peluang masa depan yang layak. (adv)

Loading

Penulis : NA

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

Videotron Pemkot Bontang Mulai Sumbang PAD, DPRD Minta Promosi Lebih Agresif
DPRD Bontang Soroti Penebangan Pohon dalam Proyek Drainase Jalan Pattimura
Polemik RKM Bontang Mencuat, DPRD Pastikan Gedung Belum Siap Difungsikan
Fraksi Gerindra DPRD Bontang Dorong Digitalisasi Keuangan Daerah Untuk Tingkatkan Efektivitas APBD
Fraksi PKB Ingatkan Pemkot Bontang, Opini WTP Bukan Sekadar Prestise
Fraksi PDI Perjuangan Dorong Perbaikan Tata Kelola Data Tata Ruang di Bontang
DPRD Kota Bontang Soroti Penumpukan Sampah, Fraksi PDI Perjuangan Minta Layanan Dioptimalkan
Harga BBM Jangan Naik, Ketua DPRD Bontang Minta Pemerintah Lindungi Daya Beli Warga

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:10 WITA

Videotron Pemkot Bontang Mulai Sumbang PAD, DPRD Minta Promosi Lebih Agresif

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:56 WITA

DPRD Bontang Soroti Penebangan Pohon dalam Proyek Drainase Jalan Pattimura

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:08 WITA

Polemik RKM Bontang Mencuat, DPRD Pastikan Gedung Belum Siap Difungsikan

Senin, 22 Juni 2026 - 20:19 WITA

Fraksi PKB Ingatkan Pemkot Bontang, Opini WTP Bukan Sekadar Prestise

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WITA

Fraksi PDI Perjuangan Dorong Perbaikan Tata Kelola Data Tata Ruang di Bontang

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:08 WITA

DPRD Kota Bontang Soroti Penumpukan Sampah, Fraksi PDI Perjuangan Minta Layanan Dioptimalkan

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:50 WITA

Harga BBM Jangan Naik, Ketua DPRD Bontang Minta Pemerintah Lindungi Daya Beli Warga

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:13 WITA

DPRD Bontang Minta Warga Simpan Kwitansi Tagihan PDAM yang Alami Kenaikan

Berita Terbaru