DIKSIKU.com, Bontang – Tingginya persaingan di dunia kerja mendorong berbagai pihak mencari solusi agar lulusan sekolah dan pencari kerja memiliki daya saing yang lebih baik. Salah satunya dilakukan Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Muhammad Irfan, yang berencana mengalokasikan dana aspirasi sebesar Rp700 juta pada 2027 untuk program peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Program tersebut mencakup sertifikasi bagi pencari kerja, pelatihan bahasa Jepang, hingga program pemagangan ke Negeri Sakura. Langkah ini dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Bontang.
“Target kami, yaitu memberikan sertifikasi bagi pencari kerja, pelatihan bahasa Jepang kepada lulusan sekolah, dan membuka program pemagangan ke Jepang,” ujar Irfan, Rabu (3/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, banyak pencari kerja yang sebenarnya memiliki kemampuan, namun terkendala minimnya sertifikasi dan keterampilan khusus yang dibutuhkan dunia industri. Karena itu, program yang dirancang tidak hanya berorientasi pada penempatan kerja, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Irfan menjelaskan, pelatihan bahasa Jepang menjadi bagian penting dalam program tersebut karena merupakan salah satu syarat utama bagi peserta yang ingin mengikuti program pemagangan di Jepang. Dengan bekal kemampuan bahasa dan keterampilan kerja yang memadai, peluang untuk diterima di perusahaan luar negeri akan semakin besar.
Untuk memperkenalkan program tersebut, Irfan mengaku telah melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Bontang.
“Saya juga sudah mensosialisasikan hal ini ke beberapa sekolah, seperti SMKN 1 dan SMKN 2,” katanya.
Selain memberikan informasi mengenai peluang kerja di luar negeri, ia juga mendorong para pelajar untuk memiliki keberanian mencoba kesempatan kerja di luar daerah maupun luar negeri.
“Memberikan motivasi bahwa bukan hanya di Bontang kita bisa menghasilkan uang, tetapi di luar negeri juga ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.
Menurut Irfan, pengalaman bekerja di luar negeri dapat memberikan manfaat besar bagi generasi muda, mulai dari peningkatan keterampilan, disiplin kerja, hingga kemampuan beradaptasi dengan lingkungan internasional.
Lebih jauh, ia berharap program tersebut dapat menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.
“Selain itu, ini merupakan upaya pemerintah untuk menekan tingkat pengangguran di Kota Bontang,” pungkasnya.
Jika terealisasi pada 2027 mendatang, program ini diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi pemuda Bontang untuk memperoleh pekerjaan, baik di dalam maupun luar negeri, serta menciptakan tenaga kerja yang lebih kompetitif di era globalisasi. (Adv)
![]()
Penulis : Upi
Editor : Idhul Abdullah





















