DPRD Bontang Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Distribusi Gas LPG 3 Kilogram

- Editor

Kamis, 4 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang. (int)

i

Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang. (int)

DIKSIKU.com, Bontang – Anggota DPRD Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang, mengkritisi distribusi gas LPG 3 kilogram yang dinilainya tidak tepat sasaran.

Ia menyebutkan bahwa seharusnya distribusi gas melon sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Bontang, namun kenyataannya kelangkaan masih terjadi, memicu kebingungan di kalangan masyarakat.

“Distribusi LPG 3 kilogram seharusnya sudah disesuaikan dengan kebutuhan setiap daerah, namun mengapa kelangkaan masih terjadi? Ini menjadi pertanyaan besar,” ujar Bakhtiar saat diwawancarai kemarin.

Ia juga menyoroti praktik kalangan atas dan pedagang besar yang masih menggunakan gas melon, meskipun tersedia alternatif lain seperti bright gas 5,5 kilogram yang lebih sesuai untuk mereka.

Baca Juga :  BPBD Makassar Pantau 47 Titik Rawan Banjir, Warga Diminta Waspada

Menurutnya, hal ini berkontribusi pada kelangkaan gas yang seharusnya diprioritaskan untuk masyarakat ekonomi bawah.

“Bright gas 5,5 kilogram itu sudah ada dan ukurannya pun tidak terlalu besar. Seharusnya, kalangan menengah ke atas dan pedagang besar menggunakan gas tersebut, bukan malah bersaing dengan warga kurang mampu untuk mendapatkan gas melon,” tegas Bakhtiar.

Bakhtiar mendesak Pemerintah Kota Bontang untuk lebih tegas dalam mengawasi distribusi gas LPG 3 kilogram. Ia menekankan pentingnya pengawasan yang ketat, baik di tingkat distributor maupun agen, untuk memastikan gas melon hanya dijual kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga :  DPRD Kutim Segera Bentuk Pansus Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK

“Pemerintah harus lebih ketat dalam mengawasi distribusi gas melon. Jika hanya berdasarkan penyetoran KTP, siapa pun bisa membelinya, termasuk yang seharusnya tidak menggunakan gas ini. Kelangkaan ini kasihan sekali bagi kalangan bawah yang justru lebih membutuhkannya,” tambahnya.

Ia berharap Pemkot Bontang segera memperbaiki mekanisme distribusi dan meningkatkan pengawasan agar gas LPG 3 kilogram benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak.

“Pengawasan harus diperketat untuk mencegah penyalahgunaan, agar distribusi gas sesuai dengan peruntukkannya,” tutup Bakhtiar. (adv)

Loading

Penulis : AS

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

DPRD Bontang Dorong Pembinaan Berkelanjutan Bagi Mantan Pelaku Narkoba
Bontang Kota Industri, DPRD Dorong Pembangunan Rusun Antisipasi Lonjakan Penduduk
DPRD Bontang Nilai Potensi Pajak Kawasan PT Badak LNG Belum Tergarap Maksimal
DPRD Bontang Dorong Penyesuaian Aturan Garis Sempadan Bangunan Demi Pengembangan Kota
DPRD Bontang Targetkan Raperda Lalu Lintas Rampung Dua Bulan, Jadi Dasar Penataan Transportasi
DPRD Bontang Minta Status Lahan dan Perizinan Aset Daerah Dibuka Terang, Hindari Celah Hukum
DPRD Bontang Tegaskan KMP Bukan Sasaran Pembahasan Raperda Barang Milik Daerah
Muhammad Sahib: Lemahnya Penegakan Perda Bikin Potensi PAD Bontang Terbuang

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WITA

DPRD Bontang Dorong Pembinaan Berkelanjutan Bagi Mantan Pelaku Narkoba

Senin, 6 Juli 2026 - 09:53 WITA

Bontang Kota Industri, DPRD Dorong Pembangunan Rusun Antisipasi Lonjakan Penduduk

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:43 WITA

DPRD Bontang Nilai Potensi Pajak Kawasan PT Badak LNG Belum Tergarap Maksimal

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:36 WITA

DPRD Bontang Dorong Penyesuaian Aturan Garis Sempadan Bangunan Demi Pengembangan Kota

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:44 WITA

DPRD Bontang Targetkan Raperda Lalu Lintas Rampung Dua Bulan, Jadi Dasar Penataan Transportasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:40 WITA

DPRD Bontang Minta Status Lahan dan Perizinan Aset Daerah Dibuka Terang, Hindari Celah Hukum

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:05 WITA

DPRD Bontang Tegaskan KMP Bukan Sasaran Pembahasan Raperda Barang Milik Daerah

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:31 WITA

Muhammad Sahib: Lemahnya Penegakan Perda Bikin Potensi PAD Bontang Terbuang

Berita Terbaru