Paslon Tegak Lurus Dihantam Black Campaign, Nama Andi Islamuddin Dicatut Tawarkan Donasi

- Editor

Senin, 4 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Tim Pemenangan Paslon Tegak Lurus, Andi Herman Sampara. (ist)

i

Ketua Tim Pemenangan Paslon Tegak Lurus, Andi Herman Sampara. (ist)

DIKSIKU.com, Bone – Pasangan  calon (Paslon) “Tegak Lurus” kembali dihadapkan pada serangan kampanye hitam yang menargetkan isu pembangunan masjid. Kali ini, sebuah akun Facebook yang menggunakan nama dan foto calon Bupati Bone nomor urut 2, Andi Islamuddin, diduga menyebarkan pesan berantai.

Pesan dari akun tersebut berbunyi, “Mohon maaf mengganggu waktunya sebentar, barangkali kalau ada info untuk pembangunan masjid, musholla, rumah tahfidz, TPA/TPQ madrasah dan tempat ibadah mohon dikabari. Alhamdulillah saya dan keluarga ada sedikit rejeki ingin menyalurkan donasi untuk yang saya tanyakan tadi.”

Baca Juga :  RMS Tinggalkan NasDem, PSI Siap Gelar Karpet Merah Sepanjang Kilometer

Ketua tim pemenangan “Tegak Lurus,” Andi Herman Sampara, menegaskan bahwa akun tersebut bukanlah milik Andi Islamuddin dan menganggap ini sebagai bentuk kampanye hitam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat menyayangkan adanya pihak yang berusaha merusak nama baik paslon kami dengan cara-cara tidak terpuji,” ujarnya pada Senin, 4 November 2024.

Ia juga mengimbau pihak kepolisian agar lebih aktif mencegah serangan kampanye hitam menjelang Pilkada Bone.

Andi Herman menambahkan bahwa berbagai gangguan dan provokasi kian meningkat seiring mendekatnya hari pemilihan, dan ini dikhawatirkan memengaruhi ketenangan masyarakat.

Baca Juga :  Khofifah Kantongi Rekomendasi Gerindra Maju di Pilgub Jatim 2024

Masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan memverifikasi kebenarannya sebelum menyebarkannya. Langkah ini penting untuk menghindari penyebaran hoaks dan menjaga kelancaran proses demokrasi.

Kasus ini menunjukkan betapa rapuhnya dinamika pemilihan kepala daerah terhadap kampanye hitam. Semua pihak diharapkan dapat berkomitmen menjaga etika politik dan mendukung upaya penegakan hukum untuk memerangi pelanggaran. Semoga kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat dan para calon untuk selalu waspada terhadap informasi yang meragukan. (*)

Penulis : Idhul Abdullah

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

Viral Dijual, Pulau Umang Ternyata Tak Kantongi Izin Resmi
Setelah Motor MBG Diperdebatkan, Kini Ribuan Truk Rp 10,8 Triliun Disorot Publik
PKN Tunjuk Rudi Juniawan Hamka sebagai Plt Ketua di Kaltim, Fokus Konsolidasi dan Persiapan Musda
Popularitas Jokowi Meredup, Wacana Prabowo Dua Priode Tanpa Gibran Menguat
PSI Panaskan Mesin 2029, Nama Jokowi Jadi Pemantik Semangat
Rusdi Masse Resmi Berlabuh ke PSI, Kaesang Sambut di Rakernas Makassar
Bos PPI Prediksi Efek Domino, RMS Cabut dari NasDem Bisa Seret Tokoh Lain
RMS Tinggalkan NasDem, PSI Siap Gelar Karpet Merah Sepanjang Kilometer

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 18:30 WITA

Viral Dijual, Pulau Umang Ternyata Tak Kantongi Izin Resmi

Jumat, 10 April 2026 - 14:06 WITA

Setelah Motor MBG Diperdebatkan, Kini Ribuan Truk Rp 10,8 Triliun Disorot Publik

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:00 WITA

PKN Tunjuk Rudi Juniawan Hamka sebagai Plt Ketua di Kaltim, Fokus Konsolidasi dan Persiapan Musda

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:54 WITA

Popularitas Jokowi Meredup, Wacana Prabowo Dua Priode Tanpa Gibran Menguat

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:42 WITA

PSI Panaskan Mesin 2029, Nama Jokowi Jadi Pemantik Semangat

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:50 WITA

Rusdi Masse Resmi Berlabuh ke PSI, Kaesang Sambut di Rakernas Makassar

Minggu, 25 Januari 2026 - 18:10 WITA

Bos PPI Prediksi Efek Domino, RMS Cabut dari NasDem Bisa Seret Tokoh Lain

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:23 WITA

RMS Tinggalkan NasDem, PSI Siap Gelar Karpet Merah Sepanjang Kilometer

Berita Terbaru

Ketua DPRD Bontang, Andi Faiz

DPRD Bontang

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA