Kakek Pelaku Rudapaksa Menantunya Divonis Majelis Hakim PN Sinjai 9 Tahun Penjara

- Editor

Jumat, 21 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DIKSIKU.com, Sinjai – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diketuai oleh Rizal Ihutraja Sinurat beranggotakan Rizky Heber dan Dhiyaur Rifki telah menjatuhkan putusan kepada terdakwa pelaku Rudapaksa menantu dengan pidana 9 tahun penjara.

Putusan tersebut dibacakan pada Selasa (18/03/2025), bertempat di ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Sinjai.

Majelis Hakim dalam amarnya menyatakan terdakwa kakek berinisial K (60) tahun terbukti bersalah melakukan tindak pidana telah menyalahgunakan kedudukan, hubungan keadaan dan memaksa orang untuk melakukan persetubuhan terhadap anak, menjatuhkan pidana penjara selama 9 tahun dan denda sejumlah Rp.50 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 1 bulan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus berawal pada Rabu 28 Agustus 2024 pukul 06.00 wita saat anak korban inisial S (16) tahun yang merupakan menantu terdakwa sedang melipat pakaian didalam kamarnya, yang mana rumah tersebut sekaligus merupakan rumah terdakwa.

Tiba-tiba terdakwa masuk dalam kamar dan langsung menutup mulut korban S dengan menggunakan handuk kecil berwarna biru, sehingga korban memberontak dengan menggerakkan tangannya, akan tetapi terdakwa langsung menidurkan korban di atas Kasur.

Baca Juga :  Tim PKK Sinjai Hadiri Jambore dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53 di Bone

Kemudian, terdakwa mengikat kedua tangan korban S dengan tali raffia, selanjutnya terdakwa membuka celana dan baju korban S begitupun dengan terdakwa yang kemudian membuka celana dan bajunya dan menyetubuhi korban.

“Setelah menyetubuhi korban, terdakwa lalu melepaskan ikatan tangan korban dan menyuruh pergi mandi. Setelah itu terdakwa bilang jangan bilang siapa-siapa, kalau tidak saya bunuh ko,” ungkap Rizal Ketua Majelis Hakim.

Rizal lanjut mengatakan, kejadian kembali terulang pada hari Kamis 29 Agustus 2024 pukul 06.00 wita. Saat itu korban S sedang mencuci piring kemudian terdakwa menyuruh korban untuk membuat kopi, korban pun memasak air.

Saat korban memasak air terdakwa langsung menutup mulut korban dari arah belakang menggunakan handuk kecil warna biru, kemudian menarik korban ke dalam kamar. Terdakwa mengikat kedua tangan korban menggunakan tali rapiah, setelah itu terdakwa membuka celana dan baju korban, dan kemudian menyetubuhi korban. Terdakwa kemudian menyuruh korban pergi mandi dan mengatakan agar korban tidak membongkar kejadian tersebut sama bapak dan suami korban.

Baca Juga :  PN Sinjai Lebih Mempermudah Masyarakat Lewat Layanan Publik "Macelleng"

Akibat kejadian tersebut korban mengalami trauma dan masih dalam tahap pemulihan psikologis sehingga butuh pendampingan untuk mengembalikan kepercayaan dirinya, sebagaimana hasil pemeriksaan yang termuat dalam surat keterangan pemeriksaan kedokteran jiwa yang dikeluarkan oleh RSUD Kabupaten Sinjai, laporan hasil Assesment yang dilakukan oleh UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Sinjai, serta Laporan Sosial yang dibuat oleh Pekerja Sosial Perlindungan Anak pada Dinas Sosial Kabupaten Sinjai.

Dalam pertimbangannya, Majelis Hakim menilai perbuatan terdakwa yang mengakibatkan trauma psikologis bagi korban dan mengakibatkan dampak yang berkepanjangan bagi korban di lingkungan masyarakat menjadi alasan yang memperberat penjatuhan pidana terhadap terdakwa.

Terhadap putusan Majelis Hakim, terdakwa menyatakan menerima, sementara Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir. ***

Penulis : Andi Irfan

Editor : Andi Irfan Arjuna

Berita Terkait

Sat Reskrim Polres Sinjai Berhasil Ungkap Kasus Curnak dan Curanmor
Soal Pemotongan Uang Kembalian Toko Ritel Alfamidi, Kanit Reskrim Polsek Sinjai Utara Gercep Undang Klarifikasi
Warga Keluhkan Pemotongan Uang Kembalian di Toko Minimarket, Iptu Sukandi Turun Gunung Respon Cepat
Warga Dusun Bongki Desa Baru Kerjakan Jalan Sepanjang 3 Kilo Meter Dengan Swadaya
Hadiri Penamatan Anak Didik TK Kemala Bhayangkari 13 Cabang Sinjai, Kapolres Jamal Apresiasi Peran Guru dan Pengurus Yayasan
Wagub Sulsel Apresiasi Buku “BupAAS: Jalan Pengabdian”, Kisah Dedikasi Bupati Bone Jadi Inspirasi
Gebrakan Awal Suwardi Thahir: Tradisi Syukuran dan Misi Penyelamatan KTA yang Hangus
Bangun Generasi Qurani, Baytul Mukaromah Bone Wisuda 144 Santri Penghafal Al-Qur’an

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:44 WITA

Sat Reskrim Polres Sinjai Berhasil Ungkap Kasus Curnak dan Curanmor

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:29 WITA

Soal Pemotongan Uang Kembalian Toko Ritel Alfamidi, Kanit Reskrim Polsek Sinjai Utara Gercep Undang Klarifikasi

Senin, 22 Juni 2026 - 22:45 WITA

Warga Keluhkan Pemotongan Uang Kembalian di Toko Minimarket, Iptu Sukandi Turun Gunung Respon Cepat

Senin, 22 Juni 2026 - 15:13 WITA

Warga Dusun Bongki Desa Baru Kerjakan Jalan Sepanjang 3 Kilo Meter Dengan Swadaya

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:04 WITA

Hadiri Penamatan Anak Didik TK Kemala Bhayangkari 13 Cabang Sinjai, Kapolres Jamal Apresiasi Peran Guru dan Pengurus Yayasan

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:34 WITA

Wagub Sulsel Apresiasi Buku “BupAAS: Jalan Pengabdian”, Kisah Dedikasi Bupati Bone Jadi Inspirasi

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:56 WITA

Gebrakan Awal Suwardi Thahir: Tradisi Syukuran dan Misi Penyelamatan KTA yang Hangus

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:28 WITA

Bangun Generasi Qurani, Baytul Mukaromah Bone Wisuda 144 Santri Penghafal Al-Qur’an

Berita Terbaru