DIKSIKU.com, Bontang – Dugaan keterlibatan seorang pelajar SMK sebagai kurir narkotika di Kota Bontang mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Muhammad Yusuf. Ia menilai kasus tersebut menunjukkan adanya pola baru yang perlu diwaspadai, yakni pemanfaatan anak-anak dan pelajar oleh jaringan pengedar narkoba.
Menurut Yusuf, persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai kasus individu semata. Di balik keterlibatan seorang pelajar, terdapat kemungkinan adanya jaringan yang sengaja menyasar generasi muda karena dianggap lebih mudah dipengaruhi dan dimanfaatkan.
“Ini menjadi peringatan bagi kita semua. Jangan hanya melihat anak yang terlibat, tetapi juga siapa yang merekrut dan memanfaatkan mereka. Pengedarnya harus ditangkap dan ditelusuri hingga ke jaringannya,” tegas Yusuf, Kamis (4/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengingatkan bahwa ancaman narkoba kini semakin kompleks. Pelajar tidak hanya berisiko menjadi pengguna, tetapi juga berpotensi dijadikan alat oleh para bandar untuk memperluas jaringan peredaran.
Karena itu, Yusuf meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada penangkapan pelaku yang ditemukan di lapangan. Penelusuran terhadap aktor utama yang berada di balik peredaran narkoba harus menjadi prioritas agar praktik eksploitasi terhadap anak-anak dapat dihentikan.
Selain penegakan hukum, ia menilai pengawasan keluarga tetap menjadi benteng utama dalam melindungi generasi muda. Orang tua diharapkan lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, termasuk pergaulan dan aktivitas sehari-hari yang dapat menjadi indikasi adanya masalah.
“Anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Orang tua harus menjadi pihak pertama yang mengetahui jika ada perubahan perilaku yang mencurigakan,” ujarnya.
Yusuf juga mendorong sekolah untuk memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi rutin tentang bahaya narkoba. Menurutnya, penyampaian pesan antinarkoba saat apel pagi maupun kegiatan pembinaan karakter dapat menjadi langkah efektif dalam membangun kesadaran pelajar.
Tidak hanya itu, ia mendukung pelaksanaan tes urine secara berkala di lingkungan sekolah sebagai bagian dari deteksi dini. Langkah preventif tersebut dinilai mampu membantu sekolah mengidentifikasi potensi penyalahgunaan narkoba sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.
Lebih jauh, Yusuf menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan masyarakat dalam melindungi generasi muda dari pengaruh narkotika.
“Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama agar anak-anak kita tidak menjadi korban, apalagi dimanfaatkan oleh jaringan pengedar,” katanya.
Kasus yang terjadi di Bontang ini menjadi alarm bahwa peredaran narkoba terus mencari celah baru untuk berkembang. Di tengah upaya pemberantasan yang dilakukan aparat, perlindungan terhadap generasi muda dinilai menjadi pekerjaan rumah bersama yang tidak boleh diabaikan. (Adv)
Penulis : Upi
Editor : Idhul Abdullah





















