DPRD Bontang Desak Aparat Ungkap Aktor Utama di Balik Pelajar Kurir Narkoba

- Editor

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Muhammad Yusuf. (ist)

i

Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Muhammad Yusuf. (ist)

DIKSIKU.com, Bontang – Dugaan keterlibatan seorang pelajar SMK sebagai kurir narkotika di Kota Bontang mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Muhammad Yusuf. Ia menilai kasus tersebut menunjukkan adanya pola baru yang perlu diwaspadai, yakni pemanfaatan anak-anak dan pelajar oleh jaringan pengedar narkoba.

Menurut Yusuf, persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai kasus individu semata. Di balik keterlibatan seorang pelajar, terdapat kemungkinan adanya jaringan yang sengaja menyasar generasi muda karena dianggap lebih mudah dipengaruhi dan dimanfaatkan.

“Ini menjadi peringatan bagi kita semua. Jangan hanya melihat anak yang terlibat, tetapi juga siapa yang merekrut dan memanfaatkan mereka. Pengedarnya harus ditangkap dan ditelusuri hingga ke jaringannya,” tegas Yusuf, Kamis (4/6/2026).

Ia mengingatkan bahwa ancaman narkoba kini semakin kompleks. Pelajar tidak hanya berisiko menjadi pengguna, tetapi juga berpotensi dijadikan alat oleh para bandar untuk memperluas jaringan peredaran.

Baca Juga :  Pasar Tamrin Masih Sepi, DPRD Bontang Desak Penataan Kawasan Secara Total

Karena itu, Yusuf meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada penangkapan pelaku yang ditemukan di lapangan. Penelusuran terhadap aktor utama yang berada di balik peredaran narkoba harus menjadi prioritas agar praktik eksploitasi terhadap anak-anak dapat dihentikan.

Selain penegakan hukum, ia menilai pengawasan keluarga tetap menjadi benteng utama dalam melindungi generasi muda. Orang tua diharapkan lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, termasuk pergaulan dan aktivitas sehari-hari yang dapat menjadi indikasi adanya masalah.

“Anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Orang tua harus menjadi pihak pertama yang mengetahui jika ada perubahan perilaku yang mencurigakan,” ujarnya.

Yusuf juga mendorong sekolah untuk memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi rutin tentang bahaya narkoba. Menurutnya, penyampaian pesan antinarkoba saat apel pagi maupun kegiatan pembinaan karakter dapat menjadi langkah efektif dalam membangun kesadaran pelajar.

Baca Juga :  CCTV Tak Cukup, DPRD Bontang Desak Tambahan Pengamanan di Pasar Tamrin

Tidak hanya itu, ia mendukung pelaksanaan tes urine secara berkala di lingkungan sekolah sebagai bagian dari deteksi dini. Langkah preventif tersebut dinilai mampu membantu sekolah mengidentifikasi potensi penyalahgunaan narkoba sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.

Lebih jauh, Yusuf menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan masyarakat dalam melindungi generasi muda dari pengaruh narkotika.

“Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama agar anak-anak kita tidak menjadi korban, apalagi dimanfaatkan oleh jaringan pengedar,” katanya.

Kasus yang terjadi di Bontang ini menjadi alarm bahwa peredaran narkoba terus mencari celah baru untuk berkembang. Di tengah upaya pemberantasan yang dilakukan aparat, perlindungan terhadap generasi muda dinilai menjadi pekerjaan rumah bersama yang tidak boleh diabaikan. (Adv)

Penulis : Upi

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

DPRD Bontang Dorong Pembinaan Berkelanjutan Bagi Mantan Pelaku Narkoba
Bontang Kota Industri, DPRD Dorong Pembangunan Rusun Antisipasi Lonjakan Penduduk
DPRD Bontang Nilai Potensi Pajak Kawasan PT Badak LNG Belum Tergarap Maksimal
DPRD Bontang Dorong Penyesuaian Aturan Garis Sempadan Bangunan Demi Pengembangan Kota
DPRD Bontang Targetkan Raperda Lalu Lintas Rampung Dua Bulan, Jadi Dasar Penataan Transportasi
DPRD Bontang Minta Status Lahan dan Perizinan Aset Daerah Dibuka Terang, Hindari Celah Hukum
DPRD Bontang Tegaskan KMP Bukan Sasaran Pembahasan Raperda Barang Milik Daerah
Muhammad Sahib: Lemahnya Penegakan Perda Bikin Potensi PAD Bontang Terbuang

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WITA

DPRD Bontang Dorong Pembinaan Berkelanjutan Bagi Mantan Pelaku Narkoba

Senin, 6 Juli 2026 - 09:53 WITA

Bontang Kota Industri, DPRD Dorong Pembangunan Rusun Antisipasi Lonjakan Penduduk

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:43 WITA

DPRD Bontang Nilai Potensi Pajak Kawasan PT Badak LNG Belum Tergarap Maksimal

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:36 WITA

DPRD Bontang Dorong Penyesuaian Aturan Garis Sempadan Bangunan Demi Pengembangan Kota

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:44 WITA

DPRD Bontang Targetkan Raperda Lalu Lintas Rampung Dua Bulan, Jadi Dasar Penataan Transportasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:40 WITA

DPRD Bontang Minta Status Lahan dan Perizinan Aset Daerah Dibuka Terang, Hindari Celah Hukum

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:05 WITA

DPRD Bontang Tegaskan KMP Bukan Sasaran Pembahasan Raperda Barang Milik Daerah

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:31 WITA

Muhammad Sahib: Lemahnya Penegakan Perda Bikin Potensi PAD Bontang Terbuang

Berita Terbaru