DPRD Bontang Minta Kajian Mendalam Sebelum Terapkan Parkir Berbayar di RSUD

- Editor

Jumat, 30 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal. (ist)

i

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal. (ist)

DIKSIKU.com, Bontang – Rencana penerapan sistem parkir berbayar di RSUD Taman Husada menjadi perhatian serius bagi Komisi A DPRD Kota Bontang. Para anggota komisi mengingatkan pentingnya kajian menyeluruh dan dialog intensif dengan mitra kerja sebelum kebijakan tersebut diterapkan.

Sekretaris Komisi A, Saeful Rizal, menekankan bahwa pengenaan tarif parkir di fasilitas kesehatan harus dipertimbangkan secara matang agar tidak menimbulkan keresahan bagi pasien dan keluarga. Menurutnya, komunikasi formal dengan DPRD sebagai mitra kerja pemerintah sangat diperlukan guna mencari solusi terbaik.

“Peningkatan Pendapatan Asli Daerah memang penting, tapi jangan sampai kebijakan ini malah memberatkan masyarakat yang sedang berjuang di rumah sakit,” ujar Saeful Rizal pada Jumat (30/5/2025).

Ia menyarankan agar pemerintah daerah melakukan kajian dampak dan mekanisme yang jelas agar kebijakan parkir berbayar di RSUD ini tepat sasaran dan dapat diterima oleh publik.

Di sisi lain, Anggota Komisi A, Arfian Arsyad, menyatakan penolakannya terhadap rencana penarikan retribusi parkir di RSUD Taman Husada. Arfian berpendapat, rumah sakit adalah fasilitas pelayanan publik yang seharusnya tidak membebani pasien dan pengunjung dengan biaya tambahan seperti parkir berbayar.

Baca Juga :  Dewan Bontang Soroti Eks UPT Pasar Jadi Warung Permanen: Parkir Hilang, Pasar Semrawut

“Pengunjung rumah sakit, terutama keluarga pasien, sering kali harus keluar masuk berkali-kali dalam sehari. Memberlakukan tarif parkir di sini justru menjadi beban ekstra yang tidak seharusnya,” jelas Arfian.

Politisi Partai Gelora ini menyarankan agar kebijakan parkir berbayar lebih tepat diterapkan di area komersial seperti pusat perbelanjaan dan pasar, bukan di lingkungan rumah sakit yang berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat.

Kedua anggota DPRD tersebut sepakat bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai aspek sosial sebelum mengambil keputusan terkait parkir berbayar di RSUD Taman Husada. (adv)

Loading

Penulis : NA

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema
Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi
Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar
DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok
DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara
Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap
Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari
Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:49 WITA

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema

Senin, 11 Mei 2026 - 18:31 WITA

Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi

Senin, 11 Mei 2026 - 17:33 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar

Senin, 11 Mei 2026 - 17:13 WITA

DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:48 WITA

Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:37 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:22 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:06 WITA

DPRD Bontang Dukung Penuh Setwan FC Tampil Dominan di Kapolres Cup

Berita Terbaru