Rebutan Hasil Jagung, Petani di Bone Tewas Dikeroyok Keluarga Sendiri

- Editor

Kamis, 21 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pelaku penganiayaan seorang petani di Desa Leppangeng, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, Selasa (19/8). (ist)

i

Para pelaku penganiayaan seorang petani di Desa Leppangeng, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, Selasa (19/8). (ist)

DIKSIKU.com, Bone – Seorang petani bernama Saide (58), warga Dusun Maccading, Desa Leppangeng, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, tewas setelah mengalami penganiayaan berat pada Selasa (19/8/2025) sekitar pukul 09.30 Wita.

Korban mengalami sejumlah luka parah, di antaranya robek pada pergelangan tangan hingga terputus, luka di kepala, punggung kanan, pinggang kiri, serta jari-jari tangan kiri. Saide sempat dilarikan ke Puskesmas Ajangale oleh istrinya, namun nyawanya tidak tertolong.

Polisi menetapkan tiga orang terduga pelaku yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban. Mereka adalah AM (20), AM (24), dan AJ (39), semuanya petani asal Dusun Maccading, Desa Leppangeng.

Kasih Humas Polres Bone, Iptu Rayendra Muchtar, menceritakan bahwa peristiwa bermula dari cekcok terkait pembagian hasil panen jagung antara salah satu pelaku dengan istri korban, Sahidah.

Pertengkaran kemudian meluas hingga melibatkan korban yang datang membawa parang. Perkelahian tak terhindarkan, hingga ketiga pelaku menyerang korban dengan parang dan kayu.

“Saksi mata menyebut Saide sempat dikeroyok oleh tiga orang. Salah satu pelaku menebas tangan korban hingga putus, sementara lainnya memukul dan membacok secara membabi buta,” kata Iptu Rayendra dalam keterangan tertulinsya yang diterima media ini, Rabu (20/8/2025) malam.

Baca Juga :  Andi Ibrahim, Otak Sindikat Uang Palsu UIN Alauddin Makassar Sejak 2010

Sekitar pukul 11.00 Wita, salah satu pelaku berinisial AM mendatangi Polsek Ajangale untuk menyerahkan diri dan mengaku telah membacok korban. Menyusul kemudian, polisi mengamankan dua pelaku lain beserta seorang pria bernama Supriadi yang diduga ikut dalam insiden tersebut.

“Hasil interogasi sementara, para pelaku mengakui perbuatannya. AM mengaku menebas tangan korban, AK membacok kepala, dan AJ memukul menggunakan kayu,” terangnya.

Polisi masih mendalami kasus ini, sementara jenazah korban telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Loading

Penulis : Idhul Abdullah

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

Keji! Menantu Otaki Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Niat Awal Habisi Seisi Rumah
Modus Baru Kurir Narkoba, 22 Kg Sabu Diselipkan di Tangki BBM Mobil
Empat Terdakwa Kasus Air Keras Andrie Yunus Hadapi Sidang Dakwaan
Penyiraman Air Keras di Jakbar, Pelaku Hanya Terancam 5 Tahun Penjara
Tuntutan Berat untuk Bos Sritex, Jaksa Minta 16 Tahun Penjara
Insiden Berdarah di Bandara Langgur, Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam
Kasus Pencurian Mesin Traktor di Patimpeng, Warga Menduga Oknum Polisi Lindungi Pelaku
Kasus Kuota Haji Memanas, KPK Telusuri Aliran Dana ke DPR

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 14:25 WITA

Keji! Menantu Otaki Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Niat Awal Habisi Seisi Rumah

Kamis, 30 April 2026 - 22:02 WITA

Modus Baru Kurir Narkoba, 22 Kg Sabu Diselipkan di Tangki BBM Mobil

Kamis, 30 April 2026 - 14:02 WITA

Empat Terdakwa Kasus Air Keras Andrie Yunus Hadapi Sidang Dakwaan

Rabu, 29 April 2026 - 20:22 WITA

Penyiraman Air Keras di Jakbar, Pelaku Hanya Terancam 5 Tahun Penjara

Senin, 20 April 2026 - 22:08 WITA

Tuntutan Berat untuk Bos Sritex, Jaksa Minta 16 Tahun Penjara

Minggu, 19 April 2026 - 16:18 WITA

Insiden Berdarah di Bandara Langgur, Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam

Kamis, 16 April 2026 - 09:01 WITA

Kasus Pencurian Mesin Traktor di Patimpeng, Warga Menduga Oknum Polisi Lindungi Pelaku

Senin, 13 April 2026 - 17:22 WITA

Kasus Kuota Haji Memanas, KPK Telusuri Aliran Dana ke DPR

Berita Terbaru

Anggota DPRD Bontang - Yusuf. (ist)

DPRD Bontang

DPRD Bontang Soroti Syarat Gratispol Kesehatan yang Dinilai Saklek

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:35 WITA