DIKSIKU.com, Bontang – DPRD Kota Bontang menilai Pemerintah Kota Bontang perlu mulai menyiapkan infrastruktur hunian sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya arus pekerja yang diperkirakan akan datang seiring berkembangnya sektor industri.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, dalam rapat kerja pembahasan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi daerah Tahun Anggaran 2026, Senin (22/6/2026).
Menurut Heri, perkembangan industri di Bontang akan berdampak pada pertumbuhan jumlah penduduk. Karena itu, pemerintah perlu memiliki perencanaan jangka panjang untuk memastikan kebutuhan tempat tinggal masyarakat dapat terpenuhi.
“Sebagai kota industri, ke depan pasti akan ada orang-orang dari luar daerah datang ke sini untuk bekerja. Ini juga menjadi landasan agar kita memikirkan penyediaan hunian, salah satunya rumah susun,” ujarnya.
Ia menilai pembangunan rumah susun menjadi salah satu solusi yang layak dipertimbangkan. Selain mampu memenuhi kebutuhan hunian bagi pekerja, konsep tersebut juga dinilai dapat mendukung penataan kawasan perkotaan agar lebih tertib dan efisien.
Di sisi lain, Heri menekankan bahwa kesiapan menghadapi pertumbuhan kota tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga harus didukung oleh data masyarakat yang akurat.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan warga dengan kondisi ekonomi kurang mampu tetap masuk dalam basis data, meski memiliki rumah atau lahan atas nama sendiri. Sebab, kepemilikan aset belum tentu mencerminkan tingkat kesejahteraan seseorang.
“Kalau memang masuk kategori masyarakat miskin, harus tetap didata. Ada yang tidak mau didata karena persoalan rumah atau tanahnya, padahal kondisi ekonominya memang perlu mendapat perhatian,” katanya.
Ia berharap penataan data sosial dan perencanaan penyediaan hunian dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari strategi pembangunan Kota Bontang, sehingga daerah ini mampu mengakomodasi pertumbuhan industri tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat. (Adv)
Penulis : Upi
Editor : Idhul Abdullah




















