Yan Ipui Dorong Pelatihan Petani di Kutim untuk Peningkatan Kualitas Pertanian

- Editor

Rabu, 24 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kutai Timur, Yan Ipui. (ist)

i

Anggota DPRD Kutai Timur, Yan Ipui. (ist)

DIKSIKU.com, Kutai Timur – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Yan Ipui, mengusulkan agar petani di daerahnya diberikan pelatihan dan bimbingan teknis (Bimtek) untuk meningkatkan keterampilan dalam bercocok tanam.

Ia mengamati bahwa selama ini, Bimtek dan pelatihan yang dilaksanakan di luar daerah sering kali ditujukan untuk aparatur sipil negara (ASN), sementara masyarakat lokal, terutama petani, belum mendapatkan kesempatan yang sama.

“Saya perhatikan ASN lebih banyak mengikuti Bimtek di luar daerah, padahal kegiatan tersebut seharusnya juga ditujukan untuk masyarakat,” ungkap Yan Ipui dalam wawancara dengan awak media baru-baru ini.

Yan Ipui menekankan pentingnya upaya konkret dari pemerintah untuk mendukung petani dalam mengelola pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Selama ini, petani belum pernah mendapat pelatihan atau Bimtek yang memadai. Pemerintah seharusnya tidak menutup mata terhadap kebutuhan ini jika kita ingin meningkatkan pertanian di Kutim,” tegasnya.

Politikus dari Partai Gerindra ini juga menyoroti perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian. Ia berharap ke depannya petani di Kutim akan mendapatkan pelatihan yang memadai, serta pemahaman dan bantuan dalam mengelola lahan pertanian.

Baca Juga :  Andi Faizal Soroti Penundaan Proyek Trotoar di Bontang Kuala

“Jika kita benar-benar peduli dengan petani, kita harus memberi mereka bekal yang diperlukan untuk mengelola pertanian. Sementara ASN yang mengikuti pelatihan di luar daerah belum tentu mendapatkan hasil yang maksimal,” tambah Yan Ipui. (adv)

Loading

Penulis : NS

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema
Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi
Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar
DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok
DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara
Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap
Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari
Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:49 WITA

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema

Senin, 11 Mei 2026 - 18:31 WITA

Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi

Senin, 11 Mei 2026 - 17:33 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar

Senin, 11 Mei 2026 - 17:13 WITA

DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:48 WITA

Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:37 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:22 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terbaru

Ketua DPRD Bontang, Andi Faiz

DPRD Bontang

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA