Adi Sutianto Dorong Penataan Ruang Untuk Tarik Investasi Asing ke Kutim

- Editor

Minggu, 14 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi C DPRD Kutai Timur, Adi Sutianto. (ist)

i

Ketua Komisi C DPRD Kutai Timur, Adi Sutianto. (ist)

DIKSIKU.com, Kutai Timur – Ketua Komisi C DPRD Kutai Timur (Kutim), Adi Sutianto, mendorong penataan ruang yang efisien sebagai strategi utama untuk menarik investasi asing. Ia berkomitmen untuk memperjuangkan alokasi anggaran dari APBD guna mewujudkan rencana ini.

“Anggaran yang akan diperjuangkan akan difokuskan pada merancang dan mengimplementasikan rencana tata ruang yang terperinci untuk setiap kawasan,” jelas Adi Sutianto kepada media baru-baru ini.

Menurutnya, penataan ruang yang baik tidak hanya meningkatkan daya tarik investasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Penting bagi kita untuk memahami tata ruang secara mendalam agar dapat membuka peluang investasi yang lebih luas,” kata politikus Partai Golkar tersebut.

Adi Sutianto juga menyarankan pemerintah daerah untuk lebih fokus pada perencanaan dan pelaksanaan tata ruang yang efisien. Ia yakin bahwa dengan tata ruang yang terencana dan regulasi yang mendukung, Kutai Timur bisa menjadi tujuan investasi yang menarik.

Baca Juga :  Dinkop dan UKM Makassar Sosialisasikan Inkubator UMKM Untuk Pelaku Usaha Lokal

“Saya berharap upaya ini dapat menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera bagi masyarakat Kutai Timur,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa investasi yang masuk ke wilayah Kutai Timur dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), dan merangsang pertumbuhan ekonomi lokal.

“Ini adalah salah satu dampak positif dari investasi yang dapat memberikan nilai tambah bagi daerah kita,” imbuhnya. (adv)

Loading

Penulis : NS

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema
Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi
Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar
DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok
DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara
Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap
Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari
Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:49 WITA

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema

Senin, 11 Mei 2026 - 18:31 WITA

Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi

Senin, 11 Mei 2026 - 17:33 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar

Senin, 11 Mei 2026 - 17:13 WITA

DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:48 WITA

Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:37 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:22 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terbaru

Ketua DPRD Bontang, Andi Faiz

DPRD Bontang

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA