Isu Pungli di Sekolah Jadi Perhatian Anggota DPRD Kutim

- Editor

Kamis, 18 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kutai Timur, Leni Angriani. (ist)

i

Anggota DPRD Kutai Timur, Leni Angriani. (ist)

DIKSIKU.com, Kutai Timur – Isu praktik pungutan liar (pungli) di sekolah-sekolah di Kutai Timur (Kutim) kembali mencuat dan menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kutai Timur, Leni Angriani.

Isu yang meresahkan ini diungkapkan Leni setelah menerima berbagai laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan oleh praktik pungli yang dilakukan oleh oknum di beberapa sekolah.

Leni Angriani mengungkapkan bahwa praktik pungli ini sering terjadi dalam pelayanan pendidikan, di mana para oknum memanfaatkan kesempatan untuk meraup keuntungan ilegal dari masyarakat.

Ia bahkan mempertanyakan pelaksanaan program pendidikan gratis di Kutim yang seharusnya tidak memungut biaya bagi para pelajar.

“Pendidikan gratis seharusnya benar-benar diterapkan tanpa ada pungutan biaya apapun. Namun, yang terjadi saat ini, kami masih menerima banyak laporan tentang pungutan liar yang membebani orang tua murid,” ujar Leni dengan tegas.

Dalam upayanya untuk memberantas praktik pungli, Leni mendorong agar ada penyusunan kebijakan tegas yang secara eksplisit melarang pungutan liar di sekolah-sekolah.

Baca Juga :  Diskominfo Makassar Perkuat Respon Pengaduan Publik Melalui Pelatihan Admin SP4N-LAPOR

Kebijakan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa pendidikan gratis di sekolah negeri dapat diterapkan dengan benar, dan menghapuskan beban finansial yang tidak sah yang kerap kali memberatkan orang tua murid.

Leni menegaskan bahwa praktik pungli di sekolah sudah menjadi masalah serius yang harus segera ditangani.

“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat mengenai iuran yang tidak sah. Praktik ini tidak hanya membebani orang tua, tetapi juga merusak citra pendidikan gratis yang seharusnya dinikmati oleh semua anak di Kutim,” tuturnya.

Dirinya juga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pendidikan untuk mengambil langkah konkret dalam menangani masalah ini. Leni menekankan pentingnya penyusunan kebijakan tegas yang melarang semua bentuk pungutan liar di sekolah, serta penerapan sanksi bagi sekolah yang melanggar aturan tersebut.

“Kebijakan ini akan mencakup mekanisme pengawasan dan penegakan hukum yang ketat, sehingga tidak ada lagi sekolah yang berani melakukan pungutan liar,” sambung Leni.

Baca Juga :  DPRD Kutim Minta Temuan BPK Segera Ditindaklanjuti

Selain itu, Leni juga menyoroti pentingnya transparansi dan komunikasi yang baik antara Dinas Pendidikan dan masyarakat. Menurutnya, transparansi ini akan membantu memastikan bahwa kebijakan pendidikan gratis dapat berjalan dengan baik dan mencegah terjadinya pungli di masa depan.

“Ini bisa menjadi pelajaran untuk masa depan pendidikan di Kutai Timur. Kami perlu memastikan bahwa anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang layak tanpa harus terbebani oleh pungutan liar,” tambahnya.

Isu pungli di sekolah-sekolah memang menjadi perhatian serius banyak pihak, terutama para orang tua yang menginginkan pendidikan gratis bagi anak-anak mereka.

Dengan adanya kebijakan yang tegas dan pengawasan yang ketat, diharapkan praktik pungli dapat dihentikan dan pendidikan gratis benar-benar bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Kutai Timur. (adv)

Loading

Penulis : NS

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

Bupati Ratnawati Arif Serahkan Penghargaan Pancawarsa I, Termasuk Dua Orang Jajaran Rutan Sinjai
Andi Ikramullah Duduki Kursi Ketua DPD KNPI Sinjai, Bupati Ratnawati Arif Berpesan Kerja Nyata
Bupati Ratnawati Arif Melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Fungsional
Temui Bupati Ratnawati Arif, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sinjai Laporkan Perkembangan Kepesertaan
Bupati Ratnawati Arif Kukuhkan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia Kabupaten Sinjai
Sinjai Boyong Pulang Predikat Terbaik Utama di Ajang South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026.
LARS DHP Lakukan Survei RSUD Sinjai, Bupati Ratnawati Arif Ingin Sinjai Jadi Contoh di Sektor Kesehatan
DPRD Bontang Dorong Pembinaan Berkelanjutan Bagi Mantan Pelaku Narkoba

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:25 WITA

Bupati Ratnawati Arif Serahkan Penghargaan Pancawarsa I, Termasuk Dua Orang Jajaran Rutan Sinjai

Selasa, 8 September 2026 - 21:02 WITA

Andi Ikramullah Duduki Kursi Ketua DPD KNPI Sinjai, Bupati Ratnawati Arif Berpesan Kerja Nyata

Selasa, 1 September 2026 - 15:51 WITA

Bupati Ratnawati Arif Melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Fungsional

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:56 WITA

Temui Bupati Ratnawati Arif, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sinjai Laporkan Perkembangan Kepesertaan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:59 WITA

Bupati Ratnawati Arif Kukuhkan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia Kabupaten Sinjai

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:00 WITA

Sinjai Boyong Pulang Predikat Terbaik Utama di Ajang South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026.

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:07 WITA

LARS DHP Lakukan Survei RSUD Sinjai, Bupati Ratnawati Arif Ingin Sinjai Jadi Contoh di Sektor Kesehatan

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WITA

DPRD Bontang Dorong Pembinaan Berkelanjutan Bagi Mantan Pelaku Narkoba

Berita Terbaru

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman sedang mencium keris pusaka milik Presiden Prabowo Subianto. (diksiku/idul)

Daerah

Dua Keris Pusaka Prabowo dan Fadli Zon Dipamerkan di Bone

Jumat, 25 Sep 2026 - 23:35 WITA

Eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (ist)

Nasional

Purbaya Bongkar Alasan Pencopotannya dari Menkeu

Kamis, 24 Sep 2026 - 12:56 WITA