Wali Kota Makassar Ajak OPD Raih Parasamya Purnakarya Nugraha Kedua Kali

- Editor

Sabtu, 28 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. (ist)

i

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. (ist)

DIKSIKU.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mengungkapkan pencapaian Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar selama tahun 2024 dalam acara Refleksi Akhir Tahun yang berlangsung di Hotel Sheraton pada Jumat, 27 Desember 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Danny Pomanto—sapaan akrabnya—mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparat pemerintahan untuk berusaha meraih penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha untuk kedua kalinya. Penghargaan ini, jika diraih, akan mencatatkan sejarah bagi Kota Makassar.

Danny menyoroti sejumlah kemajuan yang dicapai Makassar pada berbagai sektor. Salah satunya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai angka 85,23 persen, menempatkan kota ini dalam jajaran 10 besar IPM tertinggi di Indonesia, hanya kalah dari Yogyakarta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi ekonomi, Makassar berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,26 persen pada triwulan ketiga, mencerminkan stabilitas ekonomi yang semakin membaik.

Baca Juga :  Tingkat Pengangguran di Bontang Meningkat, Nursalam Dorong Inisiatif Untuk Penanggulangan

Sementara itu, dalam hal kesejahteraan sosial, angka kemiskinan dapat ditekan hingga 4,97 persen pada Agustus 2024, dan tingkat pengangguran terbuka tercatat 9,71 persen pada Oktober 2024.

Di sektor pemerintahan, Makassar berhasil mempertahankan transparansi keuangan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Selain itu, Kota Makassar mencatatkan keberhasilan dalam indeks reformasi birokrasi dengan skor 77,30 persen, serta Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) yang memperoleh status sangat tinggi.

Danny berharap, dengan hasil ini, Makassar bisa meraih LPPD tiga kali berturut-turut, membuka peluang besar bagi kota ini untuk kembali meraih Parasamya Purnakarya Nugraha. Jika hal ini tercapai, Makassar akan menjadi kota pertama di Indonesia yang memperoleh penghargaan ini dua kali, sebuah tonggak bersejarah dalam tata kelola pemerintahan di Indonesia.

Baca Juga :  Wali Kota Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia dari PPI

Makassar juga menunjukkan kemajuan dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Angka harapan hidup warga Makassar tercatat 72 tahun, sementara indeks pendidikan berada di angka 0,818, dan indeks kesehatan mencapai 0,848. Di sisi lingkungan hidup, Kota Makassar berhasil mencatatkan indeks kualitas lingkungan hidup sebesar 57,53 persen.

Dengan capaian-capaian tersebut, Danny Pomanto menutup refleksi akhir tahun dengan optimisme besar. Ia percaya, Makassar dapat mencetak sejarah baru dalam dunia pemerintahan Indonesia, berkat kolaborasi yang solid antara pemerintah, OPD, dan masyarakat.

Ia pun mengajak semua pihak untuk terus memberikan yang terbaik hingga akhir masa jabatan ini, agar menjadi amal jariyah bagi kemajuan kota.

“Semua ini adalah hasil kerja keras kita bersama, mari kita tuntaskan masa jabatan ini dengan memberikan yang terbaik bagi Makassar,” ajak Danny. (adv)

Penulis : Azran

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema
Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi
Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar
DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok
DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara
Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap
Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari
Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:49 WITA

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema

Senin, 11 Mei 2026 - 18:31 WITA

Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi

Senin, 11 Mei 2026 - 17:33 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar

Senin, 11 Mei 2026 - 17:13 WITA

DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:48 WITA

Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:37 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:22 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terbaru

Ketua DPRD Bontang, Andi Faiz

DPRD Bontang

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA