Bontang di Era IKN, Winardi Serukan Aksi Cepat Manfaatkan Kesempatan Baru

- Editor

Sabtu, 17 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Bontang, Winardi. (ist)

i

Anggota DPRD Bontang, Winardi. (ist)

DIKSIKU.com, Bontang – Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadirkan kesempatan emas bagi Bontang untuk meraih kemajuan yang signifikan. Anggota DPRD Bontang, Winardi, menekankan bahwa momen ini merupakan titik balik penting untuk memajukan daerah.

“IKN membawa potensi besar yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh Bontang,” ujar Winardi pada Sabtu (17/8/2024).

Menurut Winardi, dengan adanya IKN, Bontang dapat membuka berbagai peluang baru, baik dalam bentuk partisipasi langsung dalam proyek-proyek IKN maupun menjadikan kota ini sebagai destinasi bagi pengunjung dan tenaga kerja yang terlibat di ibu kota baru.

“Bontang harus memanfaatkan kesempatan ini untuk berperan aktif dalam pembangunan IKN, atau menarik kunjungan dari mereka yang terlibat di sana,” tambahnya.

Tidak hanya sebagai peluang ekonomi, Winardi juga melihat IKN sebagai jembatan untuk mempererat hubungan antar wilayah di Kalimantan Timur.

Bontang, menurutnya, dapat menjadi pemain kunci dalam mendukung dan mengembangkan kawasan IKN, berfungsi sebagai penunjang strategis dalam proyek besar ini.

Dia mendorong pemerintah daerah untuk segera mengidentifikasi dan memanfaatkan potensi yang ada, baik dari sisi ekonomi, infrastruktur, maupun sosial.

Baca Juga :  Yan Ipui Kritik Rencana Pemkab Kutim Bangun Museum, Ingatkan Pemborosan Anggaran

“Penting bagi pemerintah dan masyarakat Bontang untuk beradaptasi dengan cepat dan cerdas dalam menangkap peluang yang ditawarkan oleh kehadiran IKN,” tegas Winardi.

Politisi dari Partai PDI Perjuangan ini juga menekankan perlunya perhatian khusus untuk pemerataan pembangunan, terutama bagi daerah pesisir yang sering kali terabaikan.

“Kawasan pesisir membutuhkan perhatian ekstra untuk memastikan bahwa manfaat pembangunan juga dirasakan oleh masyarakat di sana,” pungkasnya.

Dengan semangat baru ini, Bontang diharapkan dapat memanfaatkan momentum IKN untuk memperkuat posisi strategisnya dan mendorong kemajuan yang berkelanjutan. (adv)

Loading

Penulis : AS

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema
Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi
Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar
DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok
DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara
Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap
Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari
Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:49 WITA

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema

Senin, 11 Mei 2026 - 18:31 WITA

Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi

Senin, 11 Mei 2026 - 17:33 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar

Senin, 11 Mei 2026 - 17:13 WITA

DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:48 WITA

Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:37 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:22 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terbaru

Ketua DPRD Bontang, Andi Faiz

DPRD Bontang

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA